
"akan kubunuh kau! boca tengik!" teriak sang komandan.
sang komandan menyerang Noran dan menebasnya dengan ganas. dengan jarak yang tipis, Noran menghindarinya.
100 prajurit resimen ke 13 berhadapan dengan 50 ksatria berlevel 180, terlihat jika pasukan resimen ke-13 terdorong mundur.
Noran membalas serangan sang komandan dan terus menghindar, hingga akhirnya pedang mereka berbenturan kembali.
swing!
pedang sang komandan terpotong menjadi dua oleh senjata Noran. ia merasa tidak percaya, ini pedang yang ia dapatkan susah payah.
"ini tidak mungkin! pedangku!" ucap sang komandan.
Noran menebasnya, membuat tubuhnya jatuh tersungkur di tanah.
ding! membunuh komandan resimen 13! exp +1.000! +10 poin kontribusi!
pasukannya masih berhadapan dengan ratusan pasukan kekaisaran. satu persatu, pasukan mereka berjatuhan dan terbunuh.
setelah beberapa menit, 100 prajurit kekaisaran telah terbunuh seluruhnya. namun, langkah kaki lainnya terdengar di kejauhan.
"tuan! musuh datang dari sisi barat!" ucap seorang ksatria.
"dari sisi timur juga terlihat!" ucap ksatria lainnya.
bagaimanapun, ini adalah markas musuh. situasi ini sudah Noran pikirkan sejak lama.
"berapa jumlah mereka?" tanya Noran.
"tak kurang dari 1.000 pasukan di setiap sisi tuan." ucap sang ksatria.
2.000+ prajurit bergerak ke arah mereka, sepertinya akan ada lebih banyak yang datang tak lama lagi.
"kita bergerak ke barat! terobos mereka dan melaju menuju istana!" teriak Noran.
"baik tuan!" jawab para ksatria.
"apa yang akan kamu lakukan?" tanya Noran.
Sylfia memandangnya sembari berpikir, Noran merasa elf di hadapannya masih terlalu muda.
"aku akan ikut denganmu." ucap Sylfia.
"baiklah, tapi berusalah tetap di dekatku." ucap Noran.
Sylfia mengangguk, Noran memimpin para prajurit menuju ke sisi barat, jalan utama ibukotalah yang mereka tuju.
Noran melihat ada sekitar 5 bendera berdiri di kejauhan, dengan ribuan prajurit berzirah dan memegang tombak panjang.
'5 resimen ya?' pikir Noran.
__ADS_1
Noran melesat dengan dua pedang di tangannya, para ksatria mengikutinya dengan semangat. sementara untuk Sylfia, ia terus melepaskan panah menuju ke arah ribuan prajurit kekaisaran.
...
istana kekaisaran Zugen...
ruang tahta...
sang kaisar beserta jenderal, menteri dan tokoh penting lainnya berada dalam diskusi membahas bagaimana jalannya peperangan mereka.
"bagaimana perkembangannya?" tanya sang kaisar.
"situasi cukup bagus yang mulia. dengan kehilangan dua pilar terbesar mereka, kita berhasil menguasai 70% wilayah kerajaan Rosvelt. tak lama lagi kita bisa menguasai kerajaan Rosvelt sepenuhnya." ucap sang jenderal.
"bagus, dengan itu kita akan memiliki kekuatan yang setara dengan kerajaan Horgon." ucap kaisar.
hero of lancer, Andrew tengah mendengarkan diskusi dengan sang putri di sampingnya. ia hanya berada di medan perang beberapa kali, terlebih ia juga hanya menghadapi hero of knight yang merepotkan.
di tengah diskusi mereka, seorang pria melesat masuk dan muncul tiba tiba di tengah ruangan.
"yang mulia!" ucap pria berjubah putih.
pria itu mengenakan masker putih bernomor, menandakan dirinya berasal dari satuan khusus White Ghost.
"apa yang terjadi?" ucap sang kaisar.
ia melihat ekspresi resah di mata sang pria, ia merasa penasaran apa yang membuatnya begitu ketakutan dan gemetar seperti ini.
"musuh telah datang? ceritakan dengan jelas!" ucap sang kaisar.
sang pria menjelaskan bagaimana mereka bertemu dengan Noran dan pasukannya. mereka menemukan jika Noran yang di kenal sebagai pemilik restoran adalah seseorang dari kerajaan Rosvelt.
selain itu, ia juga membawa 50 prajurit yang kuat dan menyamarkannya sebagai pelayan dan juru masak restoran.
"apa?! penyusup?! cepat, tangkap mereka!" ucap sang kaisar.
sang jenderal segera bangkit, di ikuti oleh beberapa jenderal lainnya dan meninggalkan ruang singgasana.
"bawa setiap anggota White Ghost, segera lumpuhkan mereka." ucap sang kaisar.
"baik!" jawab sang pria.
ia melesat pergi dan menghilang dari ruang singgasana. sang kaisar merasa resah saat mendengar musuh telah menyusup ke ibukota.
"bagaimana ini terjadi? kami sudah meningkatkan penjagaan dua kali lipat." gumam sang kaisar.
"yang mulia, mohon tenanglah. kita hanya bisa berpikir jika tenang." ucap Andrew.
"ya, kamu benar." jawab sang kaisar sembari mengangguk.
"biarkan saya mengurus ini, dan anda bisa beristirahat dengan tenang." ucap Andrew.
__ADS_1
setelah sang kaisar mengangguk, Andrew mengenakan zirah miliknya dan mengambil tombkanya yang tertutup kain putih dengan pita merah.
segera setelah keluar dari ruang singgasana, Andrew melesat pergi menuju ke sumber kekacauan. saat ini, seluruh jalanan ibukota hanya di penuhi oleh pasukan kekaisaran yang siaga penuh.
"siapa orang yang membuat kekacauan ini?" pikir Andrew.
...
di tempat lain...
Noran dan pasukannya terus menerobos lautan musuh di hadapan mereka. dengan levelnya saat ini, ia mampu menghindari setiap serangan mereka dengan mudah.
entah sudah berapa ribu pasukan kekaisaran yang mereka bunuh, kini level mereka juga meningkat pesat.
di kejauhan, terlihat beberapa sosok melesat dengan cepat menuju ke arah mereka. Noean tersenyum, sepertinya sosok yang lebih kuat akan segera muncul.
"terus maju!" ucap Noran.
ia mengayunkan kedua pedangnya dengan lebih cepat, setiap tebasan nya menyebabkan satu prajurit kekaisaran terbunuh. kini, tampilan hangatnya telah berubah menjadi dewa pembunuh!
setelah membersihkan10 resimen lainnya, Noran dan pasukannya melihat pasukan berkuda yang mengarah dengan cepat ke arah mereka.
armor yang lebih baik, tatapan dingin dan sombong. Noean bisa menebak siapa pria itu, itu salah satu jenderal kekaisaran Zugen.
"hyat!" teriaknya sembari memacu kuda lebih cepat.
500 prajurit berkuda mengukitinya di belakang, sementara itu ada dua jenderal lainnya di belakang dengan jumlah pasukan yang sama.
lalu, ada 5.000 prajurit bergerak dari setiap sisi jalan utama, membuat pasukan Noran terkepung di pusat kota.
"bunuh penyusup itu!" teriak sang jenderal.
srriingg!!
pedang tajam ia angkat dari sarungnya, mengacungkannya pada Noran. hanya tersisa 50 meter jarak mereka, sang jenderal yakin bisa menyapu pasukan kecil itu.
"sepertinya kita akan sibuk hari ini, Formasi melingkar!" teriak Noran.
drep drep drep!
dalam sekejap, pasukannya mengambil posisi melingkar dengan perisai menutupi setiap sudut, tombak teracung lurus ke semua penjuru. lalu, barisan di dalam mengambil busur mereka dan menarik dengn kuat.
dengan cepat, pasukan berkuda melesat mendekat menuju pasukan kecil yanh membentuk formasi aneh itu.
sang jenderal terkekeh melihat mereka berjuang melawan pasukan berkuda kekaisaran yang perkasa.
"hahahaha! formasi yang tidak berguna! ayunkan senjata kalian dan bawa kemenangan untuk yang mulia!" teriak sang jenderal.
"kemenangan!" semua pasukan bersorak saat mengangkat senjata mereka tinggi-tinggi.
'heh~pasukan berkuda ya? mari kita lihat.' pikir Noran.
__ADS_1
"bersiap dan mulailah membidik! tunggu aba-abaku!" ucap Noran.