
"apa ini?" ucap Noran terkejut.
ia segera mengecek status miliknya, masih terlihat lima notifikasi berkedip dengan warna keemasan. warna yang berbeda dengan notifikasi yang biasanya muncul.
Noran kemudian memeriksa notifikasi paling atas, tertulis berkah dewi cinta di sana.
[god blessing : goddess of love
meningkatkan kharisma dan pesona pada penerima berkah. lebih mudah menarik kasih sayang pada manusia dengan level setara atau di bawah.
berkah otomatis terpakai saat notifikasi di lihat.]
"berkah terpakai otomatis? apa berkah dewi cinta ini?" gumam Noran.
semua orang di sekitarnya menyaksikan Noran dengan mata terbuka lebar. tubuh Noran terbalut cahaya lembut berwarna keemasan, membalut tubuh dan pakaiannya dengan sempurna.
beberapa detik kemudian cahaya itu menghilang, dan semua orang melihat Noran dengan wajah terkejut.
entah mengapa mereka melihat Noran sedikit lebih berbeda dan aura kepemimpinannya menjadi lebih jelas.
"tuan..." gumam Sin.
semua orang tidak bisa berkata apa-apa, menyaksikan pemandangan yang menakjubkan di hadapan mereka.
Noran kemudian memencet notifikasi lainnya, hal yang sama terjadi kembali.
[god blessing : god of sword
berkah dari dewa pedang, mampu membuat pemahaman ilmu berpedang menjadi lebih mendalam. berkah dewa pedang membuat pengalaman yang di dapat 2 kali lebih banyak.
berkah otomatis terpakai saat notifikasi di lihat]
[god blessing : god of war
berkah dari dewa perang, meningkatkan keterampilan tempur dan kualitas kepemimpinan yang ada.
berkah otomatis terpakai saat notifikasi di lihat]
[god blessing : god of drawfess
berkah dari dewa kurcaci, menambah resistensi terhadap anggur. keberanian kurcaci menyatu dengan tubuhmu. bahasa kurcaci telah terpelajari.
berkah otomatis terpakai saat notifikasi di lihat]
[god blessing : god of worlds
berkah dari dewa dunia, tubuhmu terlindung oleh kekuatan dewa tertinggi. memungkinkan alam menjadi pendukung dalam keadaan tertentu.
berkah otomatis terpakai saat notifikasi di lihat]
lima kali cahaya keemasan menyelimuti tubuh Noran, membuat semua orang tidak bisa berkata apa-apa lagi.
fenomena apa yang terjadi? mengapa begitu banyak cahaya keemasan yang muncul dan lenyap?
[ding! kekuatan kuat yang tidak di ketahui memasuki tubuhmu! tubuh berada di luar kendali saat ini.]
__ADS_1
notifikasi terakhir membuat Noran terkejut, bagaimana bisa tubuhnya di kendalikan orang lain? siapa yang mengendalikannya?
'siapa yang mengendalikanku? apa yang di inginkannya?' gumam Noran.
ia ingin menjerit dan meraung dengan keras. ingin melihat siapa orang yang mengendalikan dirinya.
namun, sekaras apapun dirinya mencoba untuk melepaskan kendali iru, ia tidak bisa. seakan, dirinya terkurung di dalam pikirannya sendiri.
dan saat itu, bayangan kabur muncul di hadapannya. siluet seorang wanita dewasa yang cantik, dengan rambut panjang.
"halo, kamu terkejut?" ucap sosok itu.
suaranya lembut dan riang, ia tersenyum melihat Noran yang terduduk kaku di dalam pikirannya sendiri.
"siapa kamu?" ucap Noran.
"kamu akan segera tahu siapa aku. pertama-tama, aku akan membuat pertunjukan bagus. lihatlah bersama." ucap sosok itu.
sebuah layar terlihat di hadapan keduanya, ini adalah pandangan Noran yang asli.
...
"apa yang terjadi?" ucap Esline.
ia melihat sikap Noran yang aneh, sudah cukup lama dirinya berdiri diam dan menatap kosong sekitarnya.
tubuhnya tersentak dan menoleh ke samping, tersenyum ke arah Esline.
"tidak ada yang terjadi." ucap Noran.
di tempat lain, 3 pria dan seorang wanita memperhatikan dengan antusias, akhirnya sesuatu yang menarik di mulai.
perlahan, tangan Noran terulur dan menggenggam tangan Esline dengan erat.
"kamu sangat cantik." ucap Noran.
"apa yang kamu katakan?!" ucap Esline terkejut.
ia merasa senang dengan ucapan Noran, wajahnya memerah karena malu. ia berusaha untuk melepaskan genggaman Noran.
"bisakah kamu... melepaskan tanganku?" ucap Esline.
"mengapa?" tanya Noran.
"banyak orang yang melihat kita." bisik Esline.
"bukankah kita tunangan? kenapa terlihat begitu malu?" ucap Noran.
wajah Esline menjadi lebih merah, ia menunduk ke bawah dan merasa sangat malu.
'apa yang terjadi dengannya? kenapa ia terlihat begitu manis saat ini?' pikir Esline.
Lisa dan Alice menatap dengan cemburu. sementara Sylfia, ia tidak tahu bagaimana perasaannya. ia merasa ada sesuatu yang salah di hatinya.
'kenapa terasa sulit untuk bernafas?' pikirnya.
__ADS_1
di dalam pikiran Noran, Noran menjerit dengan keras. ia memandang tajam pada siluet hitam yang tidak di kenalnya itu.
"siapa kamu?! apa yang ingin kamu lakukan?!" teriak Noran.
"aku hanya berkunjung, bisakah kamu sedikit lebih lembut terhadap wanita?" ucap sosok itu.
"bersikap lembut saat kamu mengendalikanku? orang bodoh mana yang akan melakukan itu?" ucap Noran.
ia merasa marah, satu karena ia di kendalikan. dua karena sosok itu melakukan hal hal aneh pada tubuhnya.
"ha, beginikah rasanya memiliki kekasih?" gumam siluet itu.
ia tidak menghiraukan teriakan keras Noran dan terus melakukan apa yang ia mau.
satu tangan lainnya terulur dan menyentuh punggung tangan Esline, kedua tangannya menjerat tangan Esline.
"mari kembali dan beristirahat." ucap Noran.
Esline hanya mengangguk dan terus menunduk, berjalan mengikuti Noran. Sin dan yang lainnya melihat dengan tak percaya, sejak kapan tuan mereka menjadi begitu berani?
"apakah tuan sudah merencanakannya?" ucap Ruli.
Mike hanya tersenyum, sementara Toun masih terlihat bingung. Sin juga merasa tak percaya dengan yang di lihatnya.
"merencanakan apa?" ucap Toun.
"botak, kita akan segera memilik tuan kecil." ucap Ruli sambil tertawa.
Herton juga tersenyum, ia memandang langit malam dan mengeluarkan tawa ringan.
"anak muda memang bersemangat." ucap Herton.
Sin masih merasa tidak percaya dan curiga, ia merasa ada sesuatu yang salah dengan Noran hari ini.
"apakah tuan... apa yang terjadi denganmu?" gumam Sin.
Noran sangat kesak terhadap sosok itu, ia khawatir apa yang akan di lakukan orang itu selanjutnya.
di tempat lain...
pria tua itu memandang kuali air dengan sedikit mengernyit. ia merasa ada sesuatu yang aneh.
"aphrodite, jangan bertindak terlalu berlebihan." ucap si pria tua.
"aku mengerti, ini sangat menyenangkan." ucap aphrodite.
"pria tua, biarkan pertunjukan ini menjadi lebih menarik." ucap dewa kurcaci.
dewa pedang dan dewa perang, yang terlihat seperti saudara kembar mengamati kuali dengan wajah datar.
dewi air terlihat tertarik, ia memajukan wajahnya dan berharap bisa melihat lebih jelas.
Noran berjalan masuk ke rumah terbesar bersama Esline yang berjalan di sampingnya.
Noran terus tersenyum dan menggenggam tangan Esline dengan erat, seakan tidak akan membiarkannya terlepas lagi.
__ADS_1