
Tanpa diduga oleh Noran, Duke Aaron telah berhasil menaklukkan 3 wilayah bangsawan yang berada di sekitar wilayah Rosvelt.
Sementara untuk 2 wilayah lainnya, itu belum terlaksana, karena Duke Aaron harus menyetabilkan kekuatan 3 wilayah tersebut lebih dahulu.
"Bagaimana dengan penaklukannya?" tanya Noran.
"Penaklukan berhasil, kini 3 wilayah yang berada di sekitar Rosvelt menjadi bagian dari wilayah kita." ucap Duke Aaron.
Duke Aaron menjelaskan ia ingin membentuk kembali pasukan khusus miliknya, yaitu Heavy Armored Infantery.
Ia mengatakan akan membentuk kembali dengan menggunakan pasukan yang telah di latih oleh Noran.
"Jadi, apakah aku boleh menggunakannya?" tanya Duke Aaron.
"Tentu saja, mereka pasukanmu." ucap Noran.
Duke Aaron merasa malu ketika Noran mengatakan hal itu, ia hanya menyerahkan 1.500 prajurit berlevel 12, dan kini telah kembali dengan level diatas 110 hanya dalam waktu beberapa hari.
Setelah makan malam, mereka semua kemudian beristirahat...
...
Keesokan harinya, Noran yang hendak pergi menuju hutan, di hentikan oleh Duke Aaron.
"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan." ucap Duke Aaron.
Keduanya kemudian berjalan menuju ke ruangan Duke Aaron, dirinya duduk dan menanyakan apa yang ingin di bicarakan oleh Duke Aaron.
"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Noran.
"Aku akan memberimu satu wilayah untuk kamu urus, pilihlah dari tiga wilayah ini." ucap Duke Aaron.
Ada tiga wilayah yang di tawarkan Duke Aaron, wilayah ini adalah wilayah yang dikuasi oleh Baron Luksvile, Baron Sanders dan Count Rude.
Noran memandang setiap kertas yang berisi informasi setiap wilayah, wilayah Baron Sanders adalah yang terkecil, dengan hasil utama pertanian.
"Apa kamu sudah memutuskan?" tanya Duke Aaron.
"Ya, aku sudah memutuskannya." ucap Noran.
Noran memilih wilayah yang dulunya di kuasai oleh Baron sanders, wilayah Barliester.
wilayah Barliester hanya memiliki sebuah kota kecil dan 4 desa di wilayahnya, dengan wilayah pertanian yang cukup luas.
"Kamu yakin ingin wilayah ini?" tanya Duke Aaron.
Ia sebenarnya berharap Noran akan mengambil alih wilayah Count Rude, dengan begitu ia akan menjadi bangsawan tingkat Count.
"Ya, ini tempat yang bagus." ucap Noran.
"Jika begitu, ya sudah. Apa kamu tidak ingin mengambil wilayah Baron Luksvile juga?" tanya Duke Aaron.
Noran menggelengkan kepalanya, mengurus dua wilayah akan menekan kebebasannya.
Setelah itu, Noran pergi menuju ke hutan, ia ingin memeriksa kondisi 10 goblin tersebut. Saat Noran sampai di gua, tidak ada satupun goblin disana.
__ADS_1
"Dimana mereka?" pikir Noran.
Noran menjadi panik, semua goblin itu hanya memiliki level 20, akan buruk jika bertemu dengan monster yang lebih kuat.
Noran segera melesat mencari 10 goblin miliknya, dirinya menjelajahi hutan, beberapa saat kemudian Noran akhirnya menemukan mereka.
Para goblin tengah memburu beberapa monster tingkat rendah lainnya, kini level mereka telah naik menjadi 24.
"Apakah mereka sedang berburu?" pikir Noran.
Peningkatan level mereka cepat, sepertinya mereka sudah terbiasa dengan Iron Sword walau terlihat agak kesusahan.
Noran memutuskan untuk membuat dua puluh dagger dari ingot baja, masih ada 20 ingot baja di penyimpanannya.
Dalam beberapa saat, para goblin telah berhasil membunuh buruan mereka. Para goblin tengah bersiap untuk kembali berburu.
"Apakah kecerdasan mereka meningkat?" pikir Noran.
Dari yang ia tahu, para goblin berburu untuk makanan, namun para goblin yang telah ia jinakkan seperti berburu untuk menaikkan level mereka.
Noran mengikuti para goblin, saat ini mereka tengah berhadapan dengan beberapa goblin lain, kerjasama mereka begitu baik, hanya dalam beberapa saat para goblin telah mati.
Kini, level mereka meningkat, menampilkan angka 25 di atas kepala mereka. Noran yang penasaran memutuskan untuk melihat status salah satu goblin.
[Goblin : monster tingkat rendah
Status : jinak
Level : 25
Noran terkejut ketika melihat status tersebut, ada tingkat kecerdasan pada goblin, mungkin saja ini efek dari skill taming miliknya.
Para goblin terus berburu dan meningkatkan level mereka, sementara Noran memutuskan untuk kembali ke gua dan membuat senjata untuk mereka.
Setelah sekitar 15 menit, Noran telah berhasil membuat 10 perisai bulat kecil dan 10 tombak yang panjangnya sama dengan tinggi tubuh mereka.
Noran berpikir tombak akan lebih cocok untuk para goblin, dengan ini keselamatan mereka akan menjadi lebih terjamin.
"Apakah skill taming juga meningkat?" pikir Noran.
[Skill taming : Low (lv1)
Penguasaan : 60/ 100 ]
Perlahan, penguasaan skill miliknya terus meningkat, setiap goblin naik satu level, poin penguasaan akan bertambah satu.
Setelah berburu seharian, para goblin telah kembali. Kini level mereka meningkat kembali, mencapai level 30.
[Ding! skill Taming naik level!
Level saat ini : 2!
penguasaan : 10/200]
10 goblin berdiri di hadapannya dengan diam. Noran menghampiri 10 goblin tersebut, memberi mereka masing-masing 1 tombak dan sebuah perisai kecil.
__ADS_1
Semua senjata ini berada di peringkat Rare, setiap tingkat memiliki prasayarat sendiri untuk pengguna mereka, tidak sembarangan orang bisa menggunakannya.
Persyaratan level minimum untuk sebuah senjata sebagai berikut
Rare : level 20
Super Rare : level 50
Epic : level 100
Super Epic : level 150
Legendary : level 200
Kini level taming miliknya telah naik, ada 10 slot lain yang bisa diisi. Noran pergi mencari monster untuk di jinakkan.
Noran berpikir untuk menjinakkan para goblin lain dan membentuk pasukan goblin. Di tengah perjalanan, ia menemukan sekelompok goblin tengah bertarung.
Mereka di kepung oleh puluhan Wind Wolf berlevel 40-45, para goblin terdesak oleh Wind Wolf tersebut.
"Jika para goblinku bertemu dengan mereka akan mengerikan." gumam Noran.
Noran melihat puluhan Wind Wolf tersebut, ia berpikir jika 10 dari mereka berhasil ia jinakkan akan meningkatkan kekuatan tempur para goblin miliknya.
"Baiklah, aku akan menangkap mereka" gumam Noran.
Noran segera melesat, membunuh satu Wind Wolf dan menjinakkan Wind Wolf lainnya, perlahan seekor Wind Wolf menjadi berubah, mata merah miliknya berubah menjadi biru terang yang indah, seperti batu safir.
"Aooo!"
Wind Wolf yang telah di jinakkan segera menyerang Wind Wolf lainnya, menggigit mereka dengan taringnya.
"Grrr..."
Puluhan win wolf mengarahkan pandangan mereka pada Noran dan wind wolf miliknya.
"Ayo lakukan!" ucap Noran.
"Ao!"
Wind Wolf tersebut menahan Wind Wolf lainnya dan Noran akan menjinakkannya satu-persatu.
Setelah beberapa saat, 10 Wind Wolf telah ia jinakkan, Noran lalu menyuruh mereka membunuh yang tersisa.
Puluhan Wind Wolf terbunuh bersama para goblin. Dengan Wind Wolf yang berlevel 40 bersama mereka, Noran merasa lebih tenang.
Noran membawa 10 Wind Wolf ke gua, menyuruh para goblin untuk menjadi satu rekan tim, dengan ini Noran menyebutnya goblin Rider.
"Jika ada seratus, atau seribu dari mereka, akan menakjubkan." pikir Noran.
Hari juga sudah gelap, Noran memutuskan untuk kembali ke mansion.
.............................................................
Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.
__ADS_1
.............................................................