7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
147.bertarung dengan Andrea 2


__ADS_3

grey wolf king!


jiwa grey wolf king muncul dan meraung ke arah langit, pilar raksasa yang jauh dengan keras di matanya seperti sebuah tongkat kecil.


bummm!!!


suara keras terdengar, debu berhamburan. halaman istana yang indah seperti surga kini hancur tak berbentuk.


yang membuat setiap orang terkejut adalah patung kaisar pertama dan patung singa itu tetap berdiri kokoh.


puing puing berterbangan ke segala arah, banyak penjaga istana terlempar karena gelombang kejut.


setiap orang yang hadir berusaha sekuat tenaga untuk bertahan dari terpaan gelombang kejut kuat ini.


swush...


angin berhembus dengan kuat, seakan badai besar baru saja melintasi istana. kaisar, jenderal reylight dan sosok penting lain menatap tak percaya.


jiwa monster peringkat raja muncul di hadapan mereka. meski hanya jiwa, itu masih memiliki kekuatan saat hidupnya.


dengan marah jiwa grey wolf king mendorong pilar raksasa keatas kembali.


puluhan petir yang menyatu membentuk petir raksasa dengan kekuatan luar biasa.


pschhhh... pschh....


petir mencambuk jiwa grey wolf king dengan ganas. puluhan cambukan membuat jiwa grey wolf king kabur dan tersebar.


psscchhhhhh....


akhirnya, jiwa grey wolf king lenyap menghilang. Noran mengangkat pedangnya dengan erat, menyalurkan mana miliknya ke dalam demon claw sword.


"demonic claw!" teriak Noran.


cakar iblis berukuran raksasa muncul dan menerjang ke arah pilar raksasa, 5 kuku tajamnya menggali jauh ke dalam pilar dan melubanginya.


srreeeetttt...


aura merah darah mengelilingi tubuh Noran denga pekat. kini, mata kirinya telah menjadi hitam dengan pupil merah darah.


"aaarrghhh!!!!" teriak Noran.


cakar raksasa mendorong pilar lebih keras, membuat Andrea terdorong mundur.


srrtt..


"divine slash : thunder storm!" ucap Andrea.


petir tak terhitung jumlahnya muncul di sekeliling pilar, menyerang Noran dengan kejam.


"Magic shield!"


perisai sihir ia aktifkan kembali, mencoba menghalangi setiap petir yang menyerang.


berkali-kali, perisai sihir hancur. berkali-kali pula perisai sihir muncul kembali dan menjadi lebih kuat.


tubuhnya di penuhi luka bakar dan luka sayatan. darah mengucur dari seluruh luka lukanya.

__ADS_1


"heal!" ucap Noran.


cahaya hijau lembut mengelilingi seluruh tubuhnya, luka luka yang ada perlahan di sembuhkan satu persatu.


shhiiiinggg!!!


pilar bergetar dengan kuat saat berbenturan dengan demon claw. seluruh paving di bawah Noran maupun andrea telah rusak, kedua kaki mereka tertanam di dalam tanah.


"haaaaahhhhh!!"


buuummm!!


ledakan keras terjadi. pilar bergeser sedikit sebelum jatuh dengan ganas.


hanya sedikit lagi sebelum tubuh Noran berada di bawah pilar. pilar terjatuh memanjang, melenyapkan separuh bagian dari ruang singgasana dan membuat reruntuhan besar pada benteng istana.


cekungan sedalam 10 meter terlihat di halaman istana. semua orang hanya bisa mengatakan pertarungan keduanya di luar jangkauan mereka.


"Aragnell!" teriak Andrea.


graaooo!!


naga sepanjang 25 meter dengan sayap mencapai 40 meter terbang di atas langit istana. sayapnya yang besar hampir menutupi seluruh sinar matahari.


Aragnell, the divine thunder dragon yang agung terbang sembari menunjukkan gigi-giginya yang tajam dan kokoh.


Aragnell membuka mulutnya lebar lebar, menembakkan petir dari mulutnya ke arah Noran.


duarrrr!!


ledakan keras terdengar di seluruh penjuru ibukota, suaranya seperti dentuman bom. Noran terlempar beberapa meter jauhnya.


Sin dan yang lainnya segera berlari ke arah Noran. petir kuning Aragnell terlalu kuat, membuat mereka khawatir dengan keadaan Noran.


Noran bangkit, melihat bar Hp miliknya yang berkurang 1000 poin.


"hanya serangan sederhana, berkurang 1000 poin ya?" Noran tertawa sinis.


ia berpikir apakah ia akan melawan 7 pahlawan dan semua divine beast? akankah setiap pahlawan memiliki satu divine beast?


Noran berdiri dengan pedang teracung ke tanah. tangan kirinya menepuk nepuk bajunya dari debu.


"aku baik-baik saja." ucap Noran.


Andrea kini terbang di langit, berada di atas Aragnell dan menatap ke bawah dengan sombong.


"kamu membuatku sangat marah, akan kupastikan tidak akan ada yang tersisa dari tubuhmu saat kamu mati!" Andrea meraung keras..


"buktikan omonganmu!" teriak Noran.


fiuitt~


Noran bersiul keras dua kali, dari kejauhan burung api terlihat terbang dengan cepat. 3 jambul menyala karena api merah, membuat penampilannya begitu mirip dengan pheonix.


paruh emasnya yang membedakan dengan burung pheonix, begitu juga dengan mata cokelat tajam serta bulu dengan ujung keemasan.


Faltra, Garuda, salah satu penguasa para monster!

__ADS_1


kiakkk!!


dengan satu kepakan sayap, Faltra melesat seperti roket. dalam waktu singkat, Faltra tiba di atas langit istana.


Noran tersenyum melihat burung besar itu perlahan mendarat. dirinya naik ke atas sebelum Faltra kembali terbang ke langit.


lapisan mana merah darah menyelimuti tubuh Noran, ia sekarang sangat ingin membunuh pria di hadapannya, pria yang di sebut sebagai hero of knight.


buumm!!


aura merah darah menyelimuti seluruh tubuhnya, membuat rambutnya terhembus ke segala arah.


Noran melesat ke arah Andrea, demon claw sword kini di penuhi dengan aura membunuh yang kuat.


Andrea juga melesat ke arah Noran, seluruh tubuhnya di lapisi aura kekuningan.


sting!


dua pedang dengan aura berlawan berbenturan. keduanya melayang di atas langit sebelum mulai bertarung lagi.


kiaakkk!!


Faltra menyemburkan api panasnya ke arah Aragnell. Aragnell menghindar dan menyemburkan petir ke arah Faltra.


kedua divine beast bertarung dan terbang di angkasa. memanfaatkan serangan sihir, paruh dan cakar mereka yang mematikan.


dari waktu ke waktu, langit di penuhi dengan suara ledakan dan sihir yang mengerikan.


semua orang hanya menonton di bawah, melihat dua orang yang bertarung di atas langit dengan kecepatan super mereka.


sting!


keduanya kini saling mengunci, Noran kemudian merapal bola api miliknya.


4 bola api mengelilingi mereka, masing masing berdiameter 2 meter dengan daya ledak tinggi. meski tidak bisa membunuhnya, Noran yakin itu akan melukainya cukup parah.


Andrea melihat bola api yang mengelilinginya dan segera mengaktifkan sihir perlindungannya.


"diamond barrier!" ucap Andrea.


kubah dari kristal muncul menyelimtui seluruh tubuhnya, Noean segera mundur dan membiarkan 4 bola api meledak.


buummm!!


ledakan 4 bola api memang kuat, namun tidak menghasilkan kerusakan apapun. diamond barrier masih kokoh tanpa satu goresanpun.


"tebasan bintang!" teriak Noran.


Noean segera menebas membentuk pola bintang, 6 tebasan melesat membentuk bintang berwarna merah darah.


bum bum bum...


barrier kini terlihat sedikit rusak dengan retakan kecil membentuk bintang. Andrea memandang barrier miliknya dengan tidak percaya.


"tidak mungkin!" ucap Andrea.


di sisi lain, Noran tersenyum. sepertinya kemenangan sudah ada di depan matanya.

__ADS_1


"tujuh tebasan pembantai!" teriak Noran.


__ADS_2