
Keesokan harinya, Noran menemui dua gadis itu dan memberikan kalung emas yang ia buat, itu terlihat cukup indah, terlebih terukir nama mereka di atas kristal dengan warna keemasan.
"Ini hadiah kalian." ucap Noran.
"Wow! Dari mana kamu mendapatkannya? Ini indah sekali." ucap Esline.
"Rahasia." ucap Noran.
Alice juga terlihat senang dengan kalung itu, ia meminta Noran untuk memasangkannya.
"Bantu aku juga." ucap Esline.
Setelah membantu mereka memakai kalung, Noran menemui Grim, ia menerima kabar jika prajurit yang baru di rekrut telah tiba.
"Grim, apa mereka sudah tiba?" tanya Noran.
"Ya tuan, tuan Ruli membawa mereka ke barak militer." ucap Grim.
"Baiklah, temani aku ke sana." ucap Noran.
Grim mengangguk, ia kemudian menyiapkan kereta kuda milik Noran.
"Boleh kami ikut?" tanya Esline.
"Ya, boleh saja." ucap Noran.
Ketiganya kemudian berjalan menuju halaman mansion, kereta kuda mewah telah terparkir di depan pintu.
Mereka kemudian naik ke dalam kereta kuda, Noran dan Grim duduk bersebelahan, sementara Esline dan Alice duduk di sisi lain.
"Berapa banyak prajurit yang di rekrut?" tanya Noran.
"Ada 1.600 prajurit baru tuan." ucap Grim.
"Begitu, mungkin aku harus menambah jumlah pasukan Dark Order menjadi seratus." pikir Noran.
Kereta kuda kemudian berhenti di barak militer, ribuan prajurit muda telah di kumpulkan di lapangan.
Noran menyaksikan mereka dengan mata yang sedikit berkedut, ia sudah pernah melihat situasi ini beberapa kali.
Noran menyisir setiap prajurit muda, melihat status mereka satu-persatu, ia tidak ingin dalam jajaran pasukannya ada seorang kriminal.
Setelah menyisir seluruh prajurit, Noran merasa puas, mereka tidak memiliki status sebagai penjahat.
"Tuan." ucap Ruli.
Ruli mendatangi Noran dan berdiri di sampingnya, Noran tersenyum kearahnya.
"Kerja bagus, siapkan 160 prajurit terlatih untuk membawa mereka berlatih di hutan, setiap prajurit akan memimpin 10 dari mereka." ucap Noran.
"Baik tuan." ucap Ruli.
"Dan juga, berikan ini ketika mereka telah mencapai level 100." ucap Noran.
Noran mengeluarkan ribuan perlengkapan tingkat Rare, Ruli mengangguk dan segera membagikannya pada prajurit yang telah mencapai level 100, sementara yang lain akan mereka simpan.
"Baik tuan." jawab Ruli.
Girm mendekat ke arah Noran, memberitahukan sesuatu yang penting bagi Noran.
"Tuan, kerajaan meminta seluruh bangsawan berkumpul di istana." ucap Grim.
"Apakah mereka meminta para bangsawan ikut berperang?" tanya Noran.
"Ya tuan, kita akan berangkat sekarang." ucap Grim.
__ADS_1
"Baiklah, masih ada berapa prajurit di barak?" tanya Noran.
"Ada 690 prajurit tuan." ucap Grim.
"Siapkan 500 prajurit dan bawa bersama kita." ucap Noran.
Grim mengangguk, ia melakukan permintaan Noran dan menyiapkan 500 prajurit. Sepertinya peperangan akan terus berlanjut.
"Mengapa misi kedua meminta dukungan para bangsawan dan ksatria?" Noran merasa aneh.
Ini mungkin berkaitan dengan sesuatu di istana.
...
Di tempat lain,
Istana kerajaan Rosvelt, para mage telah melakukan upacara pemanggilan pahlawan selama 7 hari 7 malam, kini pilar keemasan muncul di tengah altar.
Wush...
Seorang pria muncul dari altar, dengan rambut pirang dan mata birunya, ia memiliki paras seperti orang eropa.
Fitur wajah yang halus dan tampan, dengan seragam menengah atas, ia memandang sekitarnya dengan bingung.
"Dimana ini?" ucapnya.
Sang Kaisar segera menunduk, dan mulai berbicara.
"Pahlawan, selamatkanlah kerajaan kami!" ucap sang kaisar.
Pemuda itu memandang sekelilingnya, ruangan mewah dan indah, ini sepertinya salah satu bagian dari istana.
"Pahlawan? Kerajaan? Apa maksudmu?" tanya sang pemuda.
Kerajaan kami telah di serang oleh kerajaan musuh, dan kami membutuhkan bantuan anda pahlawan." ucap sang kaisar.
"Dunia lain?" pikirnya.
Ia memandang ruangan yang di penuhi pria berjubah, prajurit abad pertengahan dan seorang kaisar dengan pakaian mewahnya.
"Apa aku berada di dunia lain?" pikirnya.
Ia merasa cukup senang, ia sudah begitu memimpikan dunia ini dari lama, tak pernah ia duga impian ini akan menjadi kenyataan.
"Tunggu, ia bilang kerajaan ini di serang musuh?" gumam sang pemuda.
Ini berarti ia dipanggil oleh mereka untuk berperang dengan manusia, bukan Ras iblis maupun dengan raja iblis.
"Yah, terserah, lagi pula aku bisa berada di dunia ini, mungkinkah aku bisa menggunakan sihir?" pikir sang pemuda.
"Baiklah, aku akan membantu kalian, namun dengan dua syarat." ucap sang pemuda.
"Apa itu?" tanya sang kaisar.
"Aku ingin mansion besar dengan seluruh pelayannya wanita cantik, dan aku ingin sang putri menjadi istriku." ucap sang pemuda.
Sang kaisar ingin meledakkan kepalanya, namun ia hanya bisa menahan amarahnya, karena hanya pria ini yang mampu membantu kerajaannya.
"Baik, saya akan mengurus keinginan anda, sekarang, anda bisa melihat status anda terlebih dahulu." ucap sang kaisar.
"Bagaimana cara melihatnya?" tanya sang pemuda.
"Ucapkan status, maka status anda akan muncul." ucap sang kaisar.
"Status!" ucap sang pemuda.
__ADS_1
[Nama : Andrea salvanir
Ras : high human
Gender : pria
Umur : 16 tahun
Job : Divine Knight
Title : Hero of knight - another world hero former
Level : 500 (0 / 50.000)
Hp : 50.000 / 50.000
Mp : 25.000 / 25.000
Skill :
[One handed sword][lv21]
[Knight aura][lv21]
[Light magic][lv21]
[Double exp]
Inventory :
[Divine sword : legendary][1]
[Divine armor : legendary][1]
[Divine dragon egg : legendary][1] ]
Andrea memandang statusnya, ia terkejut ketika melihat statusnya telah mencapai level 500, sspertinya kehidupannya di dunia ini akan menjadi mudah.
"Berapa level anda pahlawan?" tanya sang kaisar.
"Level 500." ucap Andrea.
Sang raja terkejut kembali, ia ingin sekali memukul kepala bocah itu, namun sepertinya ia hanya bisa menahannya.
Ia hanya memiliki level 300 dan melawan bocah ini sama saja bunuh diri.
"Baik, anda akan berlatih bersama jenderal kami, jenderal Reylight sebelum ikut berperang." ucap sang kaisar.
Ia menuntun sang pahlawan menuju ke salah satu kamar yang ada di istana ini.
"Apakah putriku harus bersama dengan pria ini?" pikir sang kaisar.
Keduanya sampai di depan sebuah kamar yang cukup mewah, sang kaisar mengatakan ia akan tinggal di sini selama di istana.
"Aku akan meninggalkanmu sendiri saat ini, panggil pelayan jika ada yang kau inginkan." ucap sang kaisar.
Sang kaisar pergi meninggalkan pemuda itu, ia hanya bermaksud untuk memanfaatkannya sebagai boneka tempur, mungkin saja ia bisa menguasai Agord barat sepenuhnya dan menaklukan kekaisaran Zugen.
"Untuk sekarang, akan kubiarkan kamu dekat dengan putriku." gumam sang Kaisar.
.............................................................
Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.
.............................................................
__ADS_1