7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
168.operasi penaklukan


__ADS_3

Noran dan pasukannya melintasi padang rumput yang luas. karena 1.000 prajurit yang berjalan kaki, mereka hanya mampu berjalan perlahan.


saat ini, Noran hanya membawa Sin bersama mereka. dengan 1.000 prajurit di lengkapi senjata tingkat rare, Noran yakin bisa menaklukan kelompok bandit kecil dengan mudah.


Hari masih pagi, Noran masih memiliki banyak waktu untuk penaklukan bandit. di sampingnya, Sin menunggangi kuda coklat yang nampak kekar dan gagah.


"Sin, apakah ada kelompok bandit di sekitar sini?" tanya Noran.


"ya, ada tuan. sekitar 35 kilometer di tenggara, ada sebuah kelompok bandit kecil." ucap Sin.


"kalau begitu, kita akan ke sana." ucap Noran.


"baik tuan." jawab Sin.


keduanya bergerak menuju tenggara, tempat di mana kelompok bandit berada.


setelah beberapa jam berjalan, sebuah bangunan terlihat di kejauhan. beberapa tenda dari kain terlihat berdiri.


"itu kamp banditnya tuan." ucap Noran.


Noran mengangguk, seperti yang di duga. kelompok bandit kecil hanya akan berdiri dengan beberapa tenda sederhana.


selain lebih sedikit biaya, lebih mudah untuk melarikan diri jika bertemu dengan musuh atau bandit yang lebih kuat.


Noran menghentikan pasukannya dan melihat beberapa bandit terus berpatroli di sekitaran tenda.


terlihat beberapa kuda di sekitar kamp dan bandit yang berjaga menggunakan kuda.


'ada kuda!' gumam Noran.


ia merasa senang, dengan ini mungkin ia dapat membentuk pasukan kavaleri di masa depan.


Noran memperhatikan kamp bandit di kejauhan. kamp itu kecil, hanya beberapa tenda yang terlihat.


'mungkin ada sekitar 300-600 bandit, jika aku membawa 1.000 prajurit kesana, mereka mungkin akan lari.' pikir Noran.


"Sin, bawa 100 pasukan bersamamu. pancing mereka, pasukan utama akan menyergap para bandit." ucap Noran.


"baik tuan." ucap Sin sembari mengangguk.


Sin membawa 100 prajurit bersamanya, mereka mendekati kamp dengan perlahan. di sisi lain, Noran mempersiapkan prajurit yang tersisa membentuk formasi U.


para prajurit berbaring dan bersembunyi di padanv rumput yang luas. akan sulit untuk menemukan prajurit yang berbaring.


ini akan berbahaya jika pasukan musuh menggunakan pasukan kavaleri dan menginjak pasukannya. karena ada pasukan untuk menarik perhatian, Noran merasa yakin.


Sin dan pasukannya perlahan mendekat, para bandit yang berjaga menjadi bersiaga. melihat pasukan dengan zirah lengkap, mereka menduga ini adalah pasukan yang dikirim kerajaan terdekat.

__ADS_1


"pasukan berzirah? apakah mereka pasukan kerajaan?" ucap seorang bandit.


"pasukan kerajaan? akankah mereka di perintahkan untuk membersihkan para bandit?" ucap bandit lainnya.


salah satu bandit segera berlari dan berteriak, memperingatkan bandit lainnya.


"musuh! serangan musuh! serangan musuh!"


bandit terus berteriak sembari berlari ke sebuah tenda berukuran terbesar. ia berlari ke arah sang pemimpin berada.


segera, seluruh bandit yang ada menjadi siaga. para bandit mengambil senjata mereka dan berkumpul untuk menghentikan para penyerang.


sang pemimpin juga keluar dari tenda, ia merasa tidak senang ketika mendengar teriakan bawahannya.


"sialan, siapa yang berani menyerang kelompoku?!" ucap sang pemimpin.


pria botak dengan tubuh kekar, kulitnya berwarna kecoklatan. di lengannya terlihat bekas luka yabg memanjang.


kedua tangannya di balut kain putih semacam perban. sang pemimpin juga mengenakan cincin berwarna emas di salah satu jarinya.


ia berjalan dan melihat seorang bandit berteriak dengan gila. bandit berlari ke arahnya dan berhenti.


"ada apa?" tanya pemimpin bandit dengan dingin.


"boss, musuh datang menyerang!" ucap bandit dengan cepat.


"boss, sepertinya mereka pasukan kerajaan yang di perintahkan untuk menyerang para bandit. mereka berjumlah sekitar 100 orang." ucap sang bandit.


"hanya seratus dan kau berteriak seperti itu?! tidak berguna!" teriak sang pemimpin.


tamparan mendarat di wajah sang bandit, membuatnya jatuh ke tanah. sang bandit meringkuk ketakutan.


"boss! aku salah!" ucap sang bandit.


"humph! mari kita lihat! sekarang mereka berani mengirim lagi setelah dua tahun! akan kuhancurkan kota mereka dan menjarahnya." ucap pemimpin bandit.


pemimpin bandit berjalan ke arah datangnya musuh. saat tiba, ia melihat sekelompok prajurit dengan zirah lengkap.


"mengirim pasukan hanya dengan seratus orang? sepertinya mereka terlalu meremehkan kita." ucap pemimpin bandit.


ekspresi menghina terlihat jelas saat melihat kelompok prajurit, tatapannya jatuh pada Sin dengan ekspresi menghina.


"serang mereka!" teriak sang pemimpin bandit.


para bandit bergegas menyerang prajurit berzirah, masing masing tampak buas dan kejam.


"mundur!" teriak Sin.

__ADS_1


segera, pasukan berzirah mundur, berlari sekuat tenaga untuk menjauhi para bandit.


melawan pasukan yang 5 kali lebih banyak, bagaimana mereka bisa ragu untuk kabur?


'mental mereka masih seperti bandit.' gumam Sin.


mereka hanya menerima perlengkapan, juga mereka belum menerima pelatihan Noran. ini masih dalam perkiraannya.


beberapa meter mereka mengejar, pemimpin bandit menyuruh berhenti dan kembali ke kamp. namun Sin menyuruh pasukan berbalik dan membunuh para bandit.


20 bandit terbunuh, membuat pemimpin merasa marah dan mengejar lagi. pasukan berzirah kembali berlari saat para bandit mengejar mereka.


pemimpin bandit marah melihat sikap para prajurit berzirah yang tak malu untuk berlari. setwlah beberapa puluh meter, mereka berniat kembali ke kamp.


sekali lagi, prajurit berzirah menyerang dan berhasil membunuh 22 bandit. pemimpin. bandit benar benar marah dan menyuruh pasukannya mengejar.


"kejar mereka! kita tidak akan berhenti sampai menghancurkan mereka!" teriak pemimpin bandit.


"lari! lari secrpat yang kalian bisa!" teriak Sin.


para bandit berlari dengan sekuat tenaga, sin tersenyum dengan senang. para bandit ini terlalu bodoh, mereka marah hanya dengan taktik sederhana.


'jebakan berada di depan.' gumam Sin.


hanya tersisa beberapa belas meter sebelum mereka tiba di lokasi jebakan. sekitar 500 bandit bersama pemimpin mereka mengejar pasukan berzirah dengan gigih.


'tuan! kami telah memancing mereka!' pikir Sin.


Noran tengah berbaring dan melihat situasi. saat melihat para bandit memasuki perangkap, Noran memberi kode untk para pasukan bergerak.


perlahan para prajurit mengelilingi area, mengepung para bandi dari segala sisi. saat berikutnya, ratusan prajurit berzirah muncul dari padang rumput, mengejutkan para bandit.


"halo." ucap Noran sembari tersenyum.


"kalian! beraninya kalian menyergap kami!" teriak pemimpin bandit.


ia merasa kemarahannya berada di titik tettinggi saat menyadari ia di jebak oleh prajurit berzirah sebelumnya.


"menyerahlah dan aku akn membiarkanmu hidup." ucap Noran.


"sialan! bocah tengik, aku tidak akan menyerah!" teriak pemimpin bandit.


para bandit mengambil posisi tempur, bersiap untuk melawan prajurit berzirah.


pasukan kerajaan kecil sekitar terlalu lemah, mereka bukanlah lawan para bandit.


Noran tersenyum dan menyuruh semua pasukannya mengangkat pedang. desingan besi terdengar saat 1.000 pedang di tarik dari sarungnya.

__ADS_1


"bunuh siapapun yang melawan." ucap Noran dengan santai.


__ADS_2