7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
61.perang di Wensol 2


__ADS_3

Noran melesat ke barisan depan, dengan levelnya saat ini, ia dengan mudah membunuh para tentara kekaisaran zugen.


Gerakannya yang cepat dan tajam, membuat ratusan musuh terbunuh hanya dalam hitungan menit.


"Armor Break!"


"Fire Ball!"


"Wind Slash!"


Tiga serangan ia lakukan secara beruntun, puluhan tentara terbunuh dalam sekejap. Noran dan Ash kini berdampingan, membunuh sebanyak mungkin musuh yang ada.


Pertarungan terus berlangsung, ribuan korban berjatuhan dari kedua belah pihak, Noran juga mengalami luka dan membuat ia kehilangan beberapa Hp miliknya.


Tubuh Ash kini telah tertutupi oleh luka dan darah, Hp miliknya berkurang banyak. Noran lalu mengambil beberapa potion di penyimpanan dan melemparkannya pada Ash.


"Minum ini!" ucap Noran.


Ash menerimanya dan segera meminumnya, membuatnya pulih dan kembali bertenaga, beberapa murid terlihat telah gugur dalam peperangan ini.


Master Wilberd menyuruh para murid untuk mundur, mereka segera mundur karena terdesak oleh jumlah musuh.


Gelombang musuh yang seakan tidak ada habisnya, dan kini hanya tersisa 5.000 pasukan kerajaan melawan puluhan ribu pasukan musuh.


Noran dan ash terus melawan, membunuh lebih banyak tentara kekaisaran.


"Arms Sternghtening!"


"Swordmanship!"


"One Handed Sword!"


Tiga skill peningkatan kekuatan ia gunakan seluruhnya, membuat kekuatannya melesat dengan cepat.


Noran melesat maju, menebas mereka dengan pedangnya, meski mereka mengenakan zirah, Noran merasa seperti ia tengah menebas tahu, begitu mudah.


"Wind Slash!"


7 prajurit terbunuh oleh serangan miliknya, kini ia di kepung oleh puluhan musuh.


Noran tidak merasa gentar, ia malah merasa bersemangat, dengan ini ia bisa menaikkan skill miliknya.


"7 tebasan pembantai!"


"Gerakan pertama!"


Pedang terayun dengan kuat, membuat banyak prajurit terdorong mundur dan 10 prajurit terbunuh.


"Tebasan kedua!"


"Tebasan ketiga!"


...


"Tebasan ketujuh!"

__ADS_1


Dengan tujuh tebasannya, 1270 prajurit musuh tewas dengan tercincang bersama zirah mereka.


Ratusan lainnya mengalami cedera ringan sampai berat, Ash hanya bisa menatapnya dengan tak percaya, Memandang Noran mampu membunuh ribuan prajurit musuh dengan 7 gerakan itu.


"Kamu monster." ucap Ash.


Noran hanya tersenyum, ia mengeluarkan iron sword lainnya dan mulai melesat lagi, membunuh lebih banyak prajurit musuh.


"Bocah ini berbahaya." sang jenderal mengamati Noran dan merasa gelisah.


Meski masih muda, Noran mampu membunuh banyak prajurit mereka, jika ia tumbuh lagi maka bisa dipastikan Noran akan menjadi jenderal yang hebat.


"Kalian, bunuh bocah itu untukku." ucap sang jenderal.


Sang jenderal menatap jenderal Billard yang membunuh banyak pasukannya, ia memacu kudanya dan memimpin pasukan berkuda.


"Hyat!"


Ribuan kuda bergemuruh berlari menembus pertempuran yang terjadi.


Pedang-pedang mereka sabetkan sembari terus melaju, membuat banyak tentara kerajaan terbunuh. Kedua pasukan terus saling membalas panah membuat lebih banyak korban.


Satu kata yang menggambarkan tempat ini saat ini, yaitu NERAKA...


Ribuan orang melolong kesakitan, ribuan orang menjadi tumpukan mayat dan ribuan orang tengah di tebas untuk menjemput ajal.


Puluhan prajurit berlevel 150 tengah mengarah padanya, Noran tersenyum kecut, sepertinya ia harus menggunakan kekuatan penuhnya.


"Mungkin aku akan langsung lulus jika kembali ke akademi nanti." gumam Noran.


Noran mengeluarkan Black Armor miliknya, Black Armor segera terpasang menggantikan armor besinya yang telah hancur.


"Battle Aura!" teriak Noran.


Buum...


Ribuan prajurit dalam jangkauannya terkena efek stun, baik musuh maupun sekutu tak terkecuali.


Aura kekuningan menyelimutinya, ini lebih tebal dari yang terakhir kali yang ia gunakan.


Gerakan Noran menyamai pejuang diatas level 200, dalam waktu singkat ratusan prajurit musuh terbunuh oleh kedua pedangnya.


"Sialan! Bocah itu memiliki Battle Aura!" jenderal kekaisaran mengumpat dalam hati.


Ia ingin berbalik, namun sudah terlambat baginya. Di depannya ada jenderal Billard yang melesat menuju ke arahnya.


Ia merasa cemas dengan pasukan khusus miliknya,  ia berharap mereka dapat membunuh Noran secepat mungkin.


"The Eraser huh?" Jenderal Billard tersenyum remeh.


Ia memandang pria paruh baya yang sekitar umurannya, memiliki rambut kekuningan serta tato di mata kiri, membuat Billard dapat mengenalinya dengan mudah.


"Hahaha! Pria tua, tak kusangka kau tahu identitasku." ucap sang jenderal.


The eraser adalah julukannya, ini karena ia mampu membersihkan banyak pasukan kerajaan yang dikirim dengan sedikit korban.

__ADS_1


"Jangan banyak bicara! hari ini aku akan memenggalmu!" teriak Billard.


"Battle Aura!" aura merah darah ia lepaskan, membuat kekuatannya meningkat pesat.


"Black Aura!" teriak sang jenderal.


Black Aura hampir sama dengan Battle Aura, namun itu memiliki warna hitam legam.


Black Aura di dapatkan melalui persembahan, ratusan anak kecil akan di penggal dan dijadikan persembahan kepada iblis, salah satu kekuatan hitam yang kuat.


"Dasar iblis!" teriak Billard.


Billar merasa marah, ia tahu betul bagaimana cara mendapatkan sihir hitam tersebut.


"Hahaha!" sang jenderal tertawa riang.


Ia mengayunkan pedangnya dan membunuh puluhan prajurit musuh maupun prajuritnya. Kekuatannya meningkat dengan pesat, menyentuh angka 250.


Tring tring!


Dua pedang berbenturan, aura mereka saling menekan. Kekuatan sang jenderal terlalu besar, membuat Billard terdorong mundur.


"Transform!" teriak Billard.


Tubuhnya mulai berubah, menjadi beruang yang penuh bulu. Kekuatan fisiknya meningkat pesat, membuat ia mampu mendorong sang jenderal.


"Transform?!" ia terkejut.


Salah satu skill terkuat yang pernah ada, Transform. Skill yang mampu membuat pengguna mendapatkan kekuatan dari hewan yang muncul pada dirinya.


"Hanya skill rendahan, akan aku habisi kau beserta pasukanmu!"


Keduanya terlibat dalam pertarungan, keduanya bertarung dengan sengit, skill pertarungan diadu oleh keduanya.


Pertarungan terus berlangsung, keduanya terlihat seimbang. Setelah benturan keduanya terdorong mundur beberapa langkah.


Saat ini, Noran tengah di kelilingi oleh puluhan pasukan khusus dengan level 150.


Ada 50 dari mereka, masing-masing memegang pedang dan perisai peringkat Rare, bahkan zirah mereka juga peringkat Rare.


Sepertinya pria tua itu kaya, mampu membeli perlengkapan tempur tingkat Rare. Noran berdiri diam, matanya menyapu sekeliling seperti sedang menandai mereka.


"50 orang berlevel 150? Ini akan menarik." pikir Noran.


Para prajurit itu tersenyum jahat, memandang Noran yang kini telah terkepung oleh mereka.


"Hahaha, meski berbakat, kamu akan segera mati." ucap seorang prajurit.


Para prajurit melesat maju dan mulai menyerang Noran, Noran mengangkat kedua pedangnya ke samping, memandang mereka dengan tajam.


"ada kata-kata terakhir?" tanya seorang pria.


"Majulah." ucap Noran.


.............................................................

__ADS_1


Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.


.............................................................


__ADS_2