
seorang prajurit terus berpatroli dan melihat ke dua tenda dimana Angel dan kapten Yonas beristirahat.
dirinya melihatnya berulang kali, memastikan kecurigaannya. ya, itu adalah tua. Truques yang mengenakan seragam prajurit.
'mereka juga telah menyamar menjadi pasukan gereja?' gumam Truques.
malam berlalu dengan cepat, pagi juga telah tiba. pasukan kemudian bersiap untuk memasuki dungeon untuk meningkatkan kekuatan mereka.
kapten Yonas dan para paladin membentuk formasi di sekitar Angel untuk melindunginya dari segala bahaya. sementara tuan Truques bergabung dengan para prajurit dan menyusup ke tengah tengah mereka.
pasukan perlahan masuk ke dalam dungeon, melawan monster undead yang mereka temui.
...
di tempat lain...
kini markas yang di bangun Noran menjadi lebih besar. terlihat juga bangunan bangunan baru yang berdiri dengan tata letak yang rapi.
saluran air dan sungai terlihat mengalir di tengah kota kecil, membelahnya dengan indah. di kedua sisi sungai, di buat taman yang indah dengan pohon pohon berdaun ungu yang mereka temukan di hutan.
kursi kayu terlihat di tata untuk bersantai semua penduduk kota. jalanan juga di buat dengan baik, paving batu dan jalan khusus untuk pejalan kaki.
"ini semakin terlihat mirip dengan kota." ucap Noran.
dirinya berdiri di atas gerbang mansion, memandang kota kecil yang mereka bangun dengan susah payah.
"tuan, ini hasil kerja keras kita. Artenia utara telah kita bersihkan dari para bandit. setelah ini apa yang harus kita lakukan?" ucap Sin.
"ya, kamu benar. setelah ini, buka jalur perdagangan antara kerajaan di sekitar kita." ucap Noran.
"ya, itu akan baik bagi kita." ucap Sin.
benteng kota masih di bangun, dengan batu batu besar yang diangkat oleh para troll. kini ada sekitar 30 troll tambahan, total ada 50 troll yang menghuni kota kecil ini.
"musim apa sekarang?" tanya Noran.
"sekarang adalah musim panas tuan." ucap Sin.
Noran masih diam, memperhatikan suasana kota kecil yang damai dan ceria.
"kumpulkan semua orang, kita akan mengadakan rapat." ucap Noran.
"baik tuan." jawab Sin.
Sin pergi meninggalkan tempatnya dan bergegas untuk mengumpulkan para tokoh penting lainnya.
sementara Noran juga berjalan menuju mansion miliknya. mansion baru berlantai dua yang megah.
__ADS_1
bisa di bilang itu lebih mirip dengan sebuah kastil kecil. Noran juga hanya bisa tersenyum kaku saat mereka membahas tempat tinggal Noran.
Herton sangat keras kepala dan bersikeras membangun mansion yang mewah untuknya. Sin dan Mike juga mendukung, sementara Ruli dan Toun hanya mengangguk setuju.
Noran mencoba menolaknya dan mengatakan itu pemborosan. namun, Herton mengatakan tempat tinggal pemimpin harus semegah mungkin.
dan dengan begitu, pemimpin ataupun raja lain tidak akan bisa merendahkan tuan mereka.
para penjaga mansion terdiri dari para goblin dan wind wolf, seluruh wind wolf juga di lengkapi dengan zirah besi yang membuat mereka terlihat lebih kuat.
pintu perlahan terbuka, Noran masuk dan melihat Esline dan yang lainnya masih berbicara bersama.
Noran hanya tersenyum dan berjalan kembali, berjalan menuju ruangan rapat. ruangan dengan sebuah singgasana, dengan posisi lebih tinggi dan beberapa kursi tertata rapi di kedua sisi ruangan.
"bukankah ini hanya kota kecil? apakah kota kecil membutuhkan singgasana?" gumam Noran.
ia berjalan dan duduk di kursinya, melihat ke arah pintu ruangan yang tertutup.
tak lama semua bawahan penting Noran datang, begitu juga dengan goblin captain, Yuzan.
Noran mengangkatnya sebagai pemimpin para goblin. selain ia yang tercerdas dari mereka, Yuzan juga yang bisa berkomunikasi dengannya secara langsung.
selain Yuzan, ada 9 goblin captain lainnya. Noran memberi nama mereka juga dengan nama yang hampir serupa.
Sin, Mike, Herton, Ruli, Toun dan Grim juga hadir. semua orang duduk terkecuali Grim, ia berdiri tepat di belakang Noran.
"ya, aku memanggil kalian. ini mengenai rencana masa depan kita." ucap Noran.
semua orang mendengarkan dengan seksama, tidak ada yang berani mengeluarkan suara mereka.
"seperti yang kalian tahu, wilayah utara Artenia telah kita bersihkan dari para bandit.
wilayah tengah, selatan, barat dan timur masih terlalu berbahaya bagi kita. terlebih wilayah Artenia tengah, bandit kuat berkumpul di sana.
jika ingin membersihkan wilayah Artenia, kita harus menjadi lebih kuat lagi." ucap Noran.
semua orang mengangguk, tidak ada yang salah dari perkataan Noran. wilayah lain masih terlalu berbahaya bagi mereka.
"tuan, kita harus berkembang menjadi kuat dan membersihkan Artenia sepenuhnya." ucap Ruli.
"hm, itu benar. dan apakah kalian memiliki cara agar kita berkembang dengan cepat?" ucap Noran.
semua orang termenung, mereka memikirkan cara tercepat untuk membuat kamp mereka lebih kuat. jika bisa sekuat kerajaan kecil maka akan lebih baik lagi.
[ding! misi baru terdeteksi!
misi pembangunan 2!
__ADS_1
misi : membangun desa!
deskripsi misi:
kembangkan kamp milikmu menjadi sebuah desa! hadiah misterius menantimu!
penduduk : 8.000 / 15.000
pasukan : 5.000 / 5.000
jenderal : 0 / 5
hadiah : 3 random gift / 1000 gold coin / 1 set seragam kepala desa (rare set) ]
Noran memandang layar transparan yang muncul di hadapannya, ia tidak menyangka misi pembangunan lainnya akan muncul begitu tiba-tiba.
'misi lainnya?' gumam Noran.
Noran memperhatikan semua bawahannya, ruangan rapat menjadi tenang dan damai.
"wilayah utara kini terbuka, lihatlah peta Artenia." ucap Noran.
peta terbentang di hadapan semua orang, peta dengan detail yang mengagumkan di gelar di atas meja panjang.
"wilayah utara berbatasan dengan kerajaan Marines di barat, kerajaan Starenos dan kerajaan Mecius di timur.
kita akan membuka jalur perdagangan yang menghubungkan kerajaan kerajaan kecil maupun dua kerajaan besar, yaitu kerajaan besar Rosvelt dan kekaisaran suci Erinel." ucap Noran.
semua orang melihat peta, mereka mengangguk mendengar rencana Noran. namun, dengan hanya membuka jalur perdagangan masih membutuhkan waktu beberapa tahun untuk membuat mereka menjadi sebuah kota kecil maupun dukedom (kota kerajaan).
"aku mengerti apa yang kalian pikirkan, jalur perdagangan saja masih belum cukup. selain memperkuat ekonomi kita, perluasan wilayah masih di perlukan.
pasukan penaklukan akan di kirim di bawah pimpinan 5 jenderal, yang bergantian menjaga kamp dan menaklukan para bandit.
juga, belilah budak sebanyak yang kalian bisa. namun tetap jangan sampai menarik perhatian kerajaan kerajaan kecil." ucap Noran.
semua orang mengangguk, mereka mengerti gambaran kasar dari rencana masa depan yang di buat tuan mereka.
mereka merasa kagum dengan perencanaan Noran yang matang dan nampak sempurna.
"tuan, saya yakin dengan rencana tuan kamp kita akan berkembang dengan pesat." ucap Herton.
"hm, tugas kalian adalah melatih para prajurit agar siap dalam pertempuran yang akan datang." ucap Noran.
"baik tuan!" jawab semua orang.
Noran mengangguk dan satu persatu dari mereka pergi meninggalkan ruangan. Noran menahan Yuzan dan goblin captain lainnya agar mereka tidak meninggalkan ruangan.
__ADS_1