
Setelah beberapa jam, mereka akhirnya tiba di kota Wensol. Hari telah menjadi sore ketika mereka tiba.
Noran dan pasukannya segera masuk ke dalam kota. Sekitar 1.000 pemanah telah di tempatkan di gerbang bersama 1.000 pasukan infantery kerajaan.
Noran kemudian berjalan menuju ke arah mansion. Ia membiarkan pasukannya untuk beristirahat, mereka sudah terlalu lelah sekarang.
Situasi mansion tidak banyak berubah, hanya ada beberapa prajurit kerajaan yang terlihat berpatroli bersama pasukan Duke Aaron.
Noran kemudian masuk ke dalam mansion. Duke Aaron dan jenderal Kuva terlihat masih berbincang bersama.
"Kamu kembali?" tanya Duke Aaron.
Duke Aaron memandang gadis di samping Noran. Ia menaikkan alisnya dan memandang gadis itu.
"Oh!" ucap Duke Aaron.
Noran menoleh ke arah Lisa dan menyuruhnya untuk beristirahat terlebih dahulu. Noran kemudian berjalan mendekat ke arah keduanya.
"Apa ada yang kamu bicarakan?" tanya Duke Aaron.
Wajah Noran kini serius, berbeda dari pertama kali ia masuk ke mansion. Jenderal Kuva juga menyadarinya dan menjadi serius juga.
"Aku akan menarik pasukanku dari peperangan ini." ucap Noran.
Keduanya merasa terkejut, Noran secara tiba-tiba mengatakan hal itu. Apa yang membuat ia menjadi seperti ini?
"Apa yang kau katakan?" tanya Jenderal Kuva.
"Aku akan menarik pasukanku dan tidak akan terlibat dalam peperangan kalian lagi." ucap Noran.
"Apa kamu berpikir dengan baik tentang ini? Ada jutaan nyawa yang di pertaruhkan disini." ucap Jenderal Kuva.
Noran mengerti itu, namun ia tetap akan menarik pasukannya. Ia ingin melihat apa yang bisa di lakukan oleh pria itu seorang diri.
"Aku akan tetap melakukannya." ucap Noran.
Noran mengeluarkan lencana ksatria miliknya, dan meletakkannya di atas meja. Ia mendorongnya menuju ke arah Jenderal Kuva.
"Dan dengan ini, aku tidak memiliki urusan apapun dengan kerajaan kalian." ucap Noran.
"Apa maksudmu?" Jenderal Kuva merasa marah dengan sikapnya.
__ADS_1
Sebagai seorang ksatria, mereka tidak di perbolehkan untuk mundur begitu saja. Dan dalam masa perang seperti sekarang, mereka berperan penting mempertahan kerajaan Rosvelt.
"Kamu memintaku berjuang demi kerajaan ini? Apanya yang bagus dengan kerajaan ini? Tanyakan pada jenderal Reylight apa yang terjadi." ucap Noran.
Noran bangkit dan pergi dengan mata penuh amarah. Dirinya naik ke lantai dua dan memasuki kamar yang ia tempati.
Seorang gadis berdiri di dekat pintu, membuat Noran tidak dapat melihatnya. Saat Noran berbaring, dirinya datang dan duduk di sampingnya.
"Kenapa kamu melakukan ini?" tanya Lisa.
"Tentu saja untukmu, aku tidak akan membiarkan siapapun membuat dirimu bersedih." ucap Noran.
"Tapi kamu tidak perlu melakukan itu, masih banyak orang tidak bersalah yang harus kamu lindungi." ucap Lisa.
"Bukankah tugas seorang pahlawan untuk melindungi rakyatnya?
Istirahatlah, besok kita akan pergi ke kota kristal." ucap Noran.
Lia mengangguk dan pergi menuju kamarnya. Noran kemudian merebahkan dirinya dan memandang langit-langit.
"Akan kubuat dirimu bertekuk lutut di hadapanku." gumam Noran.
...
"Apa kamu yakin tentang ini?" tanya Duke Aaron.
"Ya, aku sangat yakin. Sebelum itu, ada sesuatu yang ingin aku berikan padamu." ucap Noran.
Noran mengeluarkan 500 set zirah terbaik yang ia buat. Meski terlihat seperti zirah Normal, ini merupakan zirah terbaik dari seluruh pasukan kerajaan Rosvelt.
"Gunakan ini pada pasukanmu, aku yakin kota ini bisa bertahan." ucap Noran.
Duke Aaron tersenyum, ia yakin jika Noran telah memikirkan semuanya dengan matang. Sementara Jenderal Kuva hanya mengernyitkan dahinya.
Bagaimana peralatan normal seperti ini akan berguna bagi mereka?
Tentu saja lebih banyak pasukan akan lebih baik, semua orang tahu itu.
"Sin, ayo pergi." ucap Noran.
Sin mengangguk, memacu kudanya ke arah Noran. Mereka kemudian meninggalkan kota Wensol, menuju ke kota Barliester yang memiliki jarak tempuh 4 hari penuh.
__ADS_1
Hari demi hari mereka lewati, dalam sepanjang perjalanan Noran mengubah sekitar 3.000 armor menjadi bentuk yang lebih bagus.
Dengan satu set zirah ini, tampilan pasukannya akan menjadi lebih gagah dan menakutkan.
4 hari kini telah berlalu, Noran akhirnya tiba di kota kristal. Dari yang terakhir kali ia ingat, kota ini hanya memiliki 2300 penduduk. Kini kota ini terlihat begitu ramai dan semarak.
"Apakah ada pendatang lainnya?" pikir Noran.
Noran dan pasukannya kemudian masuk ke dalam kota. Kedatangan mereka menyita perhatian para penduduk.
Sebagian besar akan berhenti dengan kesibukan mereka dan melihat iring-iringan pasukan Noran.
Cukup banyak anak-anak kecil yang melihat mereka dengan penuh semangat. Melihat sejumlah pasukan yang terlihat begitu perkasa, tentu membuat mereka bersemangat.
"Lihat! Tuan Baron telah kembali." ucap seorang anak kecil.
Para prajurit di tembok kota maupun yang sedang berpatroli terlihat memberikan hormat mereka.
Noran berjalan menuju mansion miliknya, terlihat Mike menyambutnya di depan mansion.
"Tuan, anda sudah kembali?" tanya Mike.
"Ya, saya kembali. Sepertinya kota ini menjadi lebih ramai dari sebelumnya." ucap Noran.
"Tentu saja tuan, ada 5.000 orang datang dan ingin menjadi penduduk kota ini." ucap Mike.
5.000 orang? Bukankah jumlahnya begitu besar? Dari mana mereka datang?
"Bagaimana dengan pembangunan kota Corton?" tanya Noran.
"Pembangunan berjalan dengan baik, Toun mengawasi mereka. Kini kota sudah terbangun lebih dari setengahnya." ucap Mike.
"Lalu dengan kota Turin?" tanya Noran.
"Kota Turin mulai pulih tuan. Banyak penduduk yang pindah ke sana, ada sekitar 3.000 penduduk baru di sana. dan Ruli mengurus kota itu bersama Baroness Rianna." ucap Mike.
Noran mengangguk, dirinya kemudian berjalan masuk ke dalam mansion. Hanya ada para pelayan di sini dengan kepala pelayan Grim.
Noran memutuskan untuk beristirahat setelah menempuh perjalanan yang melelahkan.
.............................................................
__ADS_1
Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.
.............................................................