
"Apakah Duke Aaron ada di mansion?" pikir Noran.
Noran memacu kudanya lebih cepat ke wilayah Rosvelt. Setelah beberapa jam, dirinya akhirnya tiba di kota Artus.
Kota Artus juga sepertinya mulai pulih, suasana kota begitu hidup di bandingkan kota Kristal. Tentu saja karena penduduk di kota ini lebih banyak.
Ada 40.000 ribu jiwa di kota ini, ini 4 kali lipat dari penduduk kota Turin. Selain Kota Astur yang menjadi kota besar, ada 5 kota lainnya dengan penduduk sama seperti kota Turin.
Juga, ada sekitar 20 desa dengan penduduk 3.000 orang. Total Duke Aaron memiliki 150.000 penduduk, dengan ini wilayah mereka mampu menghasilkan 15.000 koin emas perbulan.
Noran kemudian memacu kudanya menuju ke mansion, terlihat para prajurit yang menjaga memiliki level cukup tinggi. Mereka memiliki level setidaknya 90, cukup tinggi untuk pasukan reguler para bangsawan.
Noran turun dari kudanya dan berjalan menuju mansion, seorang pelayan lalu membawa kuda miliknya ke dalam kandang. Noran tidak melihat Duke Aaron di mansion, mungkin ia masih di kota Wensol dan mempertahankan kota.
Hanya ada Duchess Emma yang menyambutnya, dirinya tersenyum hangat ke arah Noran. Duchess Emma berjalan dan menghampiri Noran.
"Apa yang membuatmu kemari?" tanya Duchess Emma.
"Apa Duke Aaron masih di perbatasan?" tanya Noran.
"Ya, dia masih di perbatasan." ucap Duchess Emma.
"Ada sesuatu yang penting, aku membutuhkan Duke Aaron tentang ini." ucap Noran.
"Apa itu?" tanya Duchess Emma.
Ia merasa penasaran, apa yang membuat Noran datang kemari dan hal penting apa yang ingin ia bicarakan?
"Aku ingin membeli beberapa bidang tanah untuk sesuatu." ucap Noran.
"Tanah? Seberapa luas yang kamu butuhkan?" tanya Duchess Emma.
"Aku membutuhkannya untuk membuat kastil, mungkin sekitar 10 kilometer persegi." ucap Noran.
"10 kilometer persegi? Sebentar." ucap Duchess Emma.
Duchess Emma pergi menuju lantai dua meninggalkan Noran di hall mansion. Beberapa saat kemudian, dia kembali dengan sebuah gulungan di tangannya.
"Ini mungkin cukup." ucap Duchess Emma.
Noran membuka gulungan itu, menarik benang merah yang mengikatnya. Tertulis cukup banyak hal disana.
__ADS_1
Noran membacanya hingga selesai, ia merasa terkejut ketika selesai membacanya. Ini adalah surat untuk wilayah yang di miliki oleh Baron Luksvile.
Wilayah Urelus, wilayah dengan luas mencapai 3.000 kilometer persegi dan ada sekitar 20.000 penduduk di sana dengan satu kota kecil dan 4 desa yang masing-masing di huni 2.500 penduduk.
"Ini wilayah Urelus?" tanya Noran.
"Ya, ini wilayah Urelus. Wilayah ini belum kami kelola dengan baik.
Suamiku terlalu sibuk dengan wilayah Count Rude dan dua wilayah lainnya. Di tambah dengan wilayah Rosvelt yang besar, ia tidak memiliki cukup tenaga untuk mengelola semuanya.
Dengan memberikan wilayah ini kepadamu, aku harap wilayah Urelus bisa kamu kelola dengan baik." ucap Duchess Emma.
Wilayah Urelus masih dalam keadaan tanpa pemimpin hingga saat ini, ini karena istri Count Rude yang telah pergi entah kemana bersama putra mereka.
Noran baru saja ingin mundur dari wilayah Barliester, ia merasa jika wilayah itu menjadi hak Alice dan Baroness Rianna.
Namun, kini ia mendapatkan wilayah lain yang harus ia kelola. Ia hanya bisa tersenyum kecut melihatnya.
"Aku hanya ingin membeli tanah, bukan memiliki wilayah lainnya." ucap Noran.
Duchess Emma tersenyum, dan mulai berbicara kembali.
"Kami percaya kamu bisa mengelolanya dengan lebih baik dari pada berada di tangan kami." ucap Duchess Emma.
Noran mengikat kudanya, dan berjalan memasuki hutan. Gemuruh monster terdengar dari luar hutan.
Selama beberapa minggu terakhir, hutan ini di penuhi oleh suara lolongan monster. Asap hitam terus mengepul dan bayangan burung besar terus muncul.
Semua penduduk ibukota menjadi takut dan penjagaan menjadi di tingkatkan. Karena peperangan dengan kekaisaran Zugen, semua jenderal saat ini tengah pergi, membuat penjagaan ibukota sangat melemah.
Hanya ini yang bisa mereka lakukan untuk menjaga ibukota. Mereka juga khawatir, kapanpun burung besar itu bisa menyerang mereka.
Noran berjalan lebih dalam ke hutan, setelah beberapa lama ia akhirnya tiba di tengah hutan. Berbeda dengan kesan hutan yang di penuhi oleh pohon-pohon besar dan rindang, hanya ada tanah lapang yang cukup luas di sini.
Kiakkk!!
Seekor burung besar terbang, dengan bulu berwarna merah terang. Burung itu terbang dengan membawa dua monster seukuran domba di kedua cakarnya.
Itu adalah peliharaan Noran, Garuda. Garuda segera turun dan membakar kedua monster sebelum memakannya.
Terlihat banyak inti monster di tengah tempat ini, dengan ribuan tulang yang berserakan.
__ADS_1
[Garuda : Divine Beast
Level : 150
Hp : 150.000 / 150.000 ]
Ukurannya semakin meningkat, ia kini memiliki tubuh sebesar bus. Noran berjalan ke arahnya dan mengelusnya.
Kiakkk!!
Ia menyemburkan api ke udara sembari menikmati belaian Noran.
"Sepertinya kamu sudah berkembang dengan baik. Aku membutuhkanmu untuk saat ini." ucap Noran.
Noran kemudian menyimpan seluruh inti monster yang ada, ada sekitar 3.000 inti monster. 300 di antaranya dari monster tingkat Cheif atau yang setara.
Noran lalu naik ke punggung Garuda. Garuda mulai mengepakkan sayapnya dan terbang menuju ke wilayah Urelus.
Pemandangan dari atas langit terlihat begitu indah. Noran menyaksikan ibukota, yang di penuhi oleh bangunan dan menempati area yang cukup luas.
Yang membuat Noran takjub adalah istana kerajaan. Istana begitu luas dan megah, ada beberapa menara di sekitar benteng yang menjaga istana besar itu.
Terlihat ratusan prajurit di atas benteng kota dan melihat ke arah mereka, menyaksikan burung besar itu terbang. Yang membuat mereka terkejut adalah burung besar itu membawa seseorang di atasnya.
"Ada seseorang di atas burung itu!" teriak seorang prajurit.
"Siapa pria itu?" tanya prajurit lainnya.
"Aku tidak tahu, ia memiliki burung besar sebagai tunggangannya." ucap prajurit lainnya.
"Kita harus memberitahukan pada yang mulia mengenai hal ini!" teriak seorang komandan.
Sang komandan kemudian pergi menuju ke istana bersama puluhan prajurit. Langkah mereka begitu tergesa-gesa, mereka saat ini dalam suasana buruk.
Mengingat seseorang di atas burung besar itu, sang komandan takut jika itu adalah musuh yang tengah mengintai ibukota.
"Apakah ia dari kekaisaran Zugen?" pikir sang komandan.
Banyak bakat-bakat hebat dan luar biasa berasal dari kekaisaran Zugen. Akan buruk jika seseorang tersebut berasal dari kekaisaran Zugen, ibukota akan dalam bahaya.
.............................................................
__ADS_1
Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.
.............................................................