7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
189.rencana masa depan 2


__ADS_3

"tuan, apakah ada sesuatu yang penting?" tanya Yuzan.


dirinya masih menunggu bersama 9 goblin captain lainnya. semua orang telah pergi dan Noran menahan mereka.


"Yuzan, aku ingin kamu tidak bergabung dalam pertempuran yang akan datang." ucap Noran.


"mengapa tuan?" tanya Yuzan.


goblin captain lainnya juga mengangguk, mereka menanyakan hal yang sama. pertarungan dan pertempuran adalah hal yang selalu mereka nantikan.


"aku tidak ingin kalian bergabung dengan pasukan penakluk, namun aku ingin kalian memperkuat para goblin lainnya.


berburulah di hutan untuk meningkatkan level kalian. ketika saatnya tiba, aku akan membiarkan kalian semua bergabung dalam pertempuran." ucap Noran.


para goblin captain mengangguk, tidak menanyakan lebih jauh alasan Noran melarang mereka bertarung.


"masing-masing dari kalian akan berada di tim yang berbeda. pimpin bawahan kalian sebaik mungkin, aku akan menyiapkan perbekalan kalian." ucap Noran.


"ya tuan." ucap mereka serentak.


"itu saja yang ingin aku sampaikan, kalian boleh pergi." ucap Noran.


Yuzan dan yang lainnya bangkit, meeka menunduk hormat dan pergi meninggalkan ruangan. Grim masih berdiri dengan tenang di belakang Noran dan memperhatikan semuanya dengan serius.


"tuan, mengapa tuan tidak membawa mereka bergabung dalam pasukan penakluk?" tanya Grim.


"itu tidak mungkin. pertama, kita tidak bisa terus mengandalkan para goblin dalam setiap pertempuran.


kedua, kita harus memiliki kartu truf untuk melawan musuh dan menghancurkan dalam sekali serang.


ketiga, pasukan tidak akan berkembang dengan baik jika para goblin masih bergabung dalam pertempuran yang akan datang." ucap Noran.


Grim mengangguk, ia merasa sependapat bahwa prajurit mereka juga harus di latih.


"lalu, apa tuan berencana menggunakan para troll sebagai kartu truf?" tanya Grim.


"ya, mereka akan menjadi pasukan yang penting dalam pertempuran di masa depan." jawab Noran.


Noran bangkit dan berjalan keluar dari ruangan, Grim masih mengikutinya dari belakang.


keduanya berjalan menyusuri lorong panjang. sesekali terlihat para pelayan yang memberikan hormat ketika bertemu dengan keduanya.


"bagaimana denganmu?" tanya Noran.


"dengan saya tuan?" ucap Grim.


Noran mengangguk, ia memeriksa status Grim dan melihat kekuatannya saat ini.


[Nama : Grim


Ras : manusia


Job : Assassin


Title : battle buttler


level : 96]

__ADS_1


"level 96, kamu berkembang dengan baik. apa rencanamu?" tanya Noran.


Grim hanya tersenyum kecut. ia melihat Noran memandangnya sekilas, dan ia tidak menduga Noran dapat melihat statusnya.


"saya akan meningkatkan level saya tuan." jawab Grim.


"begitu, kenakan set ini. ini akan berguna untukmu." ucap Noran.


set jubah hitam dengan dua sarung tangan kulit yang panjang. hidden blade tersembunyi di dalam sarung tangan, dengan mengalirkan sedikit mana bilah tajam akan keluar.


ini senjata terumit yang di buat Noran. Noran juga telah membuat banyak balista, catapult, tower siege dan canon. masing masing berjumlah 100 unit.


Grim hanya mengangguk. tidak ada yang bisa menolak pemberian dari tuan mereka.


Noran kemudian pergi menuju ruang tamu, tempat Esline dan yang lainnya berkumpul. sementara Grim pergi menuju dapur untuk menyiapkan makan malam.


"apa yang sedang mereka lakukan?" gumam Noran.


tak lama dirinya tiba di ruang tamu, ia berdiri di pintu dan memperhatikan mereka dari jauh.


keempatnya masih berbincang dengan hangat. yang membuat Noran tertarik adalah Alice nampak kesal, sementara yang lain tertawa.


"kalian! hentikan! hentikan itu!" ucap Alice.


"baiklah, baiklah. akan aku hentikan, tapi itu sangat lucu." ucap Esline.


"ya, kami akan berhenti." ucap Lisa.


Sylfia mengangguk sembari menutup mulutnya yang masih tersenyum. mereka nampak bahagia kecuali Alice.


suara ketukan yang terdengar membuat semua gadis berhenti dan melihat ke arah pintu. mereka menemukan pemuda berambut hitam bersandar di pintu dan tersenyum dengan hangat.


"kalian bersenang senang?" tanya Noran.


wajah keempatnya kosong, tidak ada satupun yang bisa bereaksi dengan kemunculan Noran yang tiba-tiba.


Noran hanya bisa tersenyum kaku melihat reaksi mereka. ia berjalan perlahan dan mengamati mereka semua.


"ada apa?" ucap Noran sembari tersenyum kaku.


keempatnya kembali tersadar dan mengalihkan pandangan mereka. setelah penerimaan berkah, mereka melihat Noran lebih menarik dari sebelumnya.


dan sebagian besar akibat dari berkah dewi Aphrodite yang membuat pesona penerima berkah bertambah.


"tidak ada apa-apa." ucap Esline.


semuanya mengangguk dan diam, mereka merasa canggung dengan reaksi yang sebelumnya.


"baiklah jika begitu. Esline, Alice, ada sesuatu yang harus aku bicarakan pada kalian." ucap Noran.


"apa itu?" tanya Esline.


keduanya berdiri dan berjalan mendekat ke arah Noran, mereka merasa penasaran mengapa Noran ingin berbicara bersama mereka.


"kalian penyihirkan?" ucap Noran.


"ya, kami seorang penyihir." ucap keduanya.

__ADS_1


Noran mengeluarkan dua tongkat sihir, keduanya memiliki warna yang berbeda namun tetap indah.


"staff ini akan cocok untuk digunakan kalian, para penyihir." ucap Noran.


keduanya memiliki reaksi bingung, staff memang penting bagi penyihir. staff yang baik bahkan bisa meningkatkan kemampuan serangan penyihir hingga beberapa persen.


"keduanya staff tingkat legendary loh, yakin gak mau?" ucap Noran.


"he?! siapa bilang?!" Ucap Alice.


Esline juga terkejut, keduanya mengambil staff berdasarkan warna permata yang mereka sukai.


[rod of intelegence : legendary


meningkatkan kapasitas mana +100% dan serangan sihir +100%. resitastansi sihir +10%


skill : short casting


mempersingkat casting sihir! ]


[staff of brutality : legendary


terbuat dari bijih mithril yang langka dan inti grey wolf tyrant. meningkatkan kapasitas mana +100% dan serangan sihir +100%. resistansi sihir +10%


skill : attack booster


mempercepat casting 10% dan meningkatkan daya serang 20%! ]


Esline mencoba staff baru miliknya, ia menyalurkan mananya ke dalam staff. perasaan ringan memenuhi pikirannya, ia merasakan koneksi yang dalam dengan staff itu.


blub blub blub...


suara gelembung yang pecah terdengar, perlahan muncul titik-titik air dan mulai membentuk sebuah cincin air. dua cincij air terlihat mengitari tubuh Esline.


"ini menakjubkan!" ucap Esline ketika membuka matanya.


Alice juga merasa penasaran. dirinya mencoba hal yang sama, perlahan suara desisan muncul. api merah kecil muncul dari bawah kakinya, membentuk lingkaran api yang mengelilingi dirinya.


bruusssttttt...


api menyala dengan ganas, sesuai dengan julukan staff tersebut. Alice membuka matanya, terlihat kilau kekaguman pada kedua matanya.


"ini... ini sungguh luar biasa!" ucap Alice.


dirinya menghentikan sihirnya dan melompat ke arah Noran, memeluknya dengan erat.


Noran dan yang lainnya terkejut dengan apa yang di lakukan Alice. tidak ada yang menyangka Alice akan menjadi begitu berani.


"Alice? apa yang kamu-"


sebelum ucapannya selesai, sebuah kecupan mendarat di pipi Noran. Alice hanya tersenyum melihat wajah Noran yang kosong karena terkejut.


"apa yang kamu lakukan?!" ucap Noran.


dirinya terkejut, gadis di depannya sekarang menjadi terlalu berani.


"tentu saja berterimakasih." jawab Alice.

__ADS_1


__ADS_2