7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
219.kota pelabuhan


__ADS_3

"Kalian sudah tiba?" tanya Noran.


"Ya tuan." jawab Sin.


Ketiganya berjalan masuk dan duduk di kursi yang tersedia. Herton dan Sin terlihat sedikit kusam, namun ekspresi mereka menampilkan semangat.


"Bagaimana?" tanya Noran.


"Tuan, kami menemui banyak bandit sepanjang perjalanan. Tidak ada kematian, hanya ada korban luka-luka dan semuanya sudah beres berkat potion tuan." ucap Sin.


Noran mengangguk dan melihat Herton, "lalu denganmu?"


"Tuan, kami menemui 2 markas bandit besar. Jumlah mereka 3 kali lebih banyak dari kami.


Saya menggunakan racun untuk melemahkan mereka dan kita bisa memenangkan pertempuran dengan mudah." jawab Herton.


Kedua tim tidak memiliki korban jiwa, hanya korban luka-luka yang telah di sembuhkan menggunakan potion.


Ketiganya masih menunggu 4 tim lain sembari membicarakan rencana selanjutnya.


"Tuan, wilayah utara dan selatan telah di amankan. Kita harus bergerak ke barat dan timur, mengamankan daratan Artenia seutuhnya." ucap Sin.


"Mengamankan Artenia memang penting bagi kita. Namun, banyak bangsawan, keluarga dan kerajaan di sekitar kedua area itu.


Jika kita salah langkah, bukan tidak mungkin mereka akan mengambil keuntungan dan menggunakan kita sebagai buruh." ucap Herton.


Noran hanya diam, mendengarkan keduanya. Ia tidak menyangkalnya, bagaimanapun seorang pemimpin ingin membuat wilayahnya lebih maju dari sebelumnya.


"Mereka akan menggunakan kita untuk membersihkan para bandit sebelum mengklaim wilayah itu sebagai milik mereka." ucap Herton lagi.


"Ya, itu memang benar. Lalu, bagaimana menurut tuanku?" tanya Sin.


"Buat kota pelabuhan dan satu kota lainnya di tengah daratan. Hubungkan ketiga kota dan buat jalur pengamanan Artenia.


Ini rencana untuk saat ini, kita harus mengembangkan kota yang makmur sebelum meningkatkan militer dan penduduk." ucap Noran.


Peta besar terbentang di lantai, Noran meletakkan dua bidak di tempat yang strategis, mengabaikan bidak putih lain yang telah di letakkan.


"Ini whitehorn, dan kita akan membuka jalur laut untuk mempermudah rencana masa depan kita.


Semua kerajaan kecil tidak akan mampu merobohkan kita jika 3 kota ini terbangun." ucap Noran.

__ADS_1


Setelah rapat itu, 3 orang lain masuk. Mereka memiliki penampilan yang berantakan, namun senyum cerah terlihat di wajah masing-masing.


""" tuan!"""


Mereka menunduk dan memberi hormat pada Noran sebelum duduk.


Noran menjelaskan rencana miliknya untuk membangun dua kota lainnya. Satu di tengah daratan Artenia, dan satu di tepi laut.


Mereka mengangguk setuju dam menyetujui rencana Noran segera. Masing-masing tidak merasa ragu dengan rencana Noran.


"Berapa orang yang kalian temukan?" tanya Noran.


"Tuan, masing-masing dari kelompok kami membawa 3.000 orang bersama kami. Mereka adalah para budak dan tawanan yang di miliki para bandit." ucap Mike.


"3000 untuk masing-masing tim?" ucap Noran.


Dengan kata lain, ada 15.000 orang baru yang di bawa mereka semua. Belum lagi di tambahkan dengan orang yang berhasil di bebaskan Noran, ada 20.000 orang.


"20.000 orang ya?" pikir Noran.


"Baiklah, iatirahatlah untuk malam ini. Kita akan melaksanakan tahap selanjutnya besok." ucap Noran.


Mereka mengangguk dan pergi dari tenda, menuju twnda masing-masing untuk beristirahat.


Setelah itu, Noran keluar untuk menyuruh pasukan beristirahat dan mengatur tim patroli.


...


Keesokan paginya, semua orang berkumpul untuk menunggu tugas baru mereka.


Noran muncul dengan zirah hitam miliknya, dengan jubah putih di belakangnya serta rambut hitam yang berkibar.


"Kita akan mulai membangun kota yang damai untuk semua orang. Sebuah kota pelabuhan yang makmur ada di tangan kalian semua.


Bersama, kita akan membangun tempat tinggal yang aman, tentram, dan sejahtera untuk semua orang." ucap Noran.


Semua orang merasa bersemangat, membangun sebuah kota baru yang mereka impikan.


Setelah pidato singkat, Noran membagi tugas pada semua orang. Pengumpulan kayu dan batu, pembentukan bahan dan makan siang untuk semua pasukan.


Para goblin bertugas untuk memotong kayu menjadi papan kayu, para prajurit bertugas untuk menebang kayu dan memindahkan kayu.

__ADS_1


Pembangunan pertama adalah membuat rumah untuk semua orang, lalu tembok kokoh yang mengelilingi kota.


Dari kejauhan, terlihat banyak burung besar terbang di langit. Para Troll telah tiba, dan Noran memiliki tugas untuk mereka.


nntuk membangunan tembok yang kokoh dan kuat, Noran menyerahkannya pada para Troll. Mereka telah mengumpulkan banyak batuan di pegunungan dan akan menggunakannya sebagai bahan tembok kota.


Tak hanya itu, masih banyak batu lain yang bisa di gunakan untuk bahan konstruksi.


Semua orang bekerja dengan keras dsn bersemangat, para wind wolf dan night dalcon bertugas untuk mengumpulkan daging di hutan terdekat.


Trevis bahkan bergabung dan memburu banyak monster. Tumpukan monster bison pemarah terlihat membentuk bukit kecil.


Masing masing memiliki tubuh besar dengan daging tebal yang lezat. Namun, kesulitan menangkap mereka membuatnya mahal.


Dan sekarang, ada banyak yang tertumpuk bersama. Ini membuat semua orang terkejut.


Bisakah harimau putih menjadi sekuat itu? Mereka tahu jika harimau putih akan kesulitan berhadapan dengan satu bison pemarah.


Namun...


Ada banyak tertumpuk saat ini.. Mereka merasa bingung.


Noran menyuruh Trevis untuk berhenti memburu para bison. Jika Trevis terus berburu, bukankah ia akan membunuh semua kelompok bison pemarah itu?


Para Troll telah tiba, dengan tubuh besar dan berat mereka, membuat semua orang gemetaran.


Selain itu, mereka juga mengenakan armor plat besi, yang membuat penampilan mereka lebih menakutkan.


"Ston, kamu sudah tiba. Segera bergabung dengan yang lain. Tugas kalian adalah untuk membangun tembok pelindung kota." ucap Noran.


"Baik tuan!" jawab Ston.


Suara keras menggemuruh, membuat banyak orang terkejut dan jatuh.


Monster Troll itu besar dan menakutkan. Mengapa ia tunduk pada manusia?


Para tawanan dan budak itu tidak tahu jika pasukan bertubuh pendek yang memotong kayu itu adalah para goblin.


Kebanyakan mengira mereka sebuah pasukan manusia dengan tinggi tubuh yang sedikit lebih pendek.


Setelah mendengar perintah Noran, para Troll segera bekerja. Mereka mengangkat batu-batu besar yang berat dan menempatkannya posisi yang telah di tentukan.

__ADS_1


Pembangunan kota pelabuhan kini berlangsung dengan sibuk. Sementara itu, di kejauhan terlihat dua orang berjubah yang bersembunyi.


Keduanya adalah anggota black assassin yang mengikuti Noran. Mereka saling melihat sebelum menghilang, kembali ke markas mereka untuk melaporkannya.


__ADS_2