7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
57.Akademi Ksatria Kerajaan


__ADS_3

2 hari berlalu, kini semua prajurit telah mencapai level 100, Noran membawa mereka kembali menuju kota Kristal, kini 500 prajurit lainnya ia bawa untuk menaikkan level.


...


2 hari berlalu, seluruh pajuritnya telah naik level hingga menyentuh angka seratus, Noran juga telah mejinakkan 10 goblin dan windwolf lainnya, dengan ini ia memiliki 35 goblin rider.


"Mungkin aku harus memindahkan mereka ke dalam hutan." pikir Noran.


Di dalam lembah kristal, ada hutan yang cukup lebat yang menutupi seperempat tepian danau, itu akan sempurna untuk tempat tinggal mereka.


Noran membawa para prajurit kembali ke kota, 10 goblin rider yang telah tertutup armor juga mengikuti mereka. Noran membawa mereka ke hutan pinus dan membiarkan mereka tinggal di sana.


Noran juga memutuskan membuat terowongan rahasia untuk menghubungkan pemukiman goblin rider dengan hutan.


Noran kembali ke mansion, melihat Noran kembali ke mansion, Grim menghampirinya.


"Tuan, ada surat untuk anda." ucap Grim.


"Surat? Dari mana?" tanya Noran.


"Ini dari kerajaan tuan." ucap Grim.


Surat kerajaan sangat jarang keluar, biasanya akan keluar jika sesuatu yang besar terjadi.


"Surat kerajaan?" Ia menjadi bingung.


Mengapa kerajaan mengiriminya surat? Apakah ini terlibat dengan perang di perbatasan?


Noran masuk keruangan kerja miliknya, membuka surat yang telah dikirimkan oleh kerajaan.


...


Setelah membacanya, ekspresi Noran menjadi berkerut, ia tahu benar apa maksud surat di tangannya ini.


Kerajaan meminta seluruh bangsawan untuk masuk ke dalam militer, memimpin pasukan mereka dan berperang dengan kekaisaran Zugen.


"Apa mereka tidak berpikir dahulu?" desah Noran.


Saat ini kondisi kerajaan Rosvelt tengah buruk, dari aspek manapun mereka kalah jauh dari kekisaran Zugen, dan kini mereka akan berperang melawan kekaisaran Zugen.


"Saat ini situasi perbatasan memburuk, kekaisaran Zugen telah menyatakan perang dengan kerajaan Rosvelt tuan." ucap Grim.


Noran tersenyum, sang kaisar Zugen orang yang berhati-hati dan penuh perhitungan, ia mampu menangkap peluang dengan tepat.


Saat ini, bangsawan kerajaan Rosvelt tengah berperang sendiri saling berebut kekuasaan, ini waktu yang tepat untuk menyerang kerajaan.


"Baiklah, aku akan pergi ke sana. Siapkan 300 pasukan, aku ingin mereka siap pergi kapanpun." ucap Noran.


"Baik tuan." ucap Grim.


Grim pergi untuk mengatur pasukan seperti yang diminta oleh Noran, dalam surat menyatakan jika Noran harus masuk ke dalam akademi ksatria terlebih dahulu.


"Akademi ksatria ya?" Noran merasa ini cukup bagus.


Noran memilih melihat inventory miliknya, ia teringat masih memiliki 2 mistery skill book.


[»Inventory


•item


[Adventurer suit][3]


[Hp potion][10.000]


[Koin tembaga][30.000]


[Koin perak][998]

__ADS_1


[Koin emas][9.649]


[Mistery skill book][2]


[Mp potion][10.000]


•equipment


[Black armor][1]


[Black sword] [2]


[Dark armor][50]


[Dark shield][50]


[Ingot baja][375]


[Iron sword : Super Rare][9]


[Steel sword : Super Rare][9] ]


Noran memutuskan untuk membuka semua mistery skill book yang ada, mistery skill book berputar dan mengeluarkan cahaya sebelum menghilang.


[Ding! Skill baru terdeteksi! Skill : one Handed Sword! Tambahkan ke daftar skill?


Ya/ tidak]


[Ding! Skill baru terdeteksi! Skill : Enchanting! Tambahkan ke daftar skill?


Ya/ tidak]


"Ya!"


[Ding! Skill One Handed Sword dan skill Enchanting berhasil di tambahkan!]


[»Skill


[Alchemy][lv11]


[Battle aura][lv7]


[Blacksmithing][lv11]


[Enchanting][lv1]


[Fireball][lv3]


[One handed sword][lv1]


[Riding][lv2]


[Swordmanship][lv13]


[Tamer][lv7] ]


Kini ia memiliki 4 skill yang berguna dalam pertarungan, Noran memeriksa setiap skill miliknya, kini ia mengetahui jika skill Alchemy dan skill blacksmithing telah menambah kekuatan dan kecepatannya.


juga, setiap level meningkatkan 1% kecepatan produksi miliknya.


Noran memutuskan untuk pergi ke akademi ksatria, dirinya pergi dengan menunggangi kuda dan melesat dengan cepat.


Setelah berjam-jam menunggangi kuda, akhirnya ia sampai di ibukota, dengan bantuan map miliknya, tak sulit untuk menemukan akademi kerajaan.


Kini Noran berada di depan akademi kerajaan, dua pria berzirah terlihat tengah menjaga gerbang. Mereka sepertinya ksatria muda.


Ini dapat dilihat dari level mereka yang hanya menyentuh angka 60. Noran berjalan masuk ke dalam akademi.

__ADS_1


Tanah luas dengan beberapa bangunan besar dapat terlihat di akademi ini. Ratusan kuda juga terlihat tengah berlari di lapangan luas, dengan ratusan ksatria muda yang tengah dilatih.


Noran berjalan masuk ke gedung utama, baru ia masuk seorang pria paruh menyambutnya. Rambut kecoklatan yang urakan serta bekas luka memanjang di sebelah kiri wajahnya.


"Selamat datang di akademi ksatria, apa kamu ingin mendaftar?" tanya sang pria.


" aku menerima ini." ucap Noran.


Noran menyerahkan surat kerajaan pada sang pria tua, pria itu membacanya dan tersenyum.


"Bangsawan muda? Ikuti aku." ucapnya.


Keduanya berjalan memyusuri lorong akademi, akademi ini cukup ramai oleh para pemuda, beberapa kali ia berpapasan dengan sekelompok pemuda.


Keduanya akhirnya sampai di depan sebuah kamar, Kamar bernomor 27, itulah kamar Noran saat berada di akademi.


"Musim dingin, aku kira aku bisa bersantai di mansion." desah Noran.


Ia tersenyum kecut ketika memandang kamar tersebut, pria itu kemudian pergi meninggalkan Noran sendirian.


Craakk...


Perlahan, pintu terbuka, Noran menyaksikan ada beberapa kasur di kamar ini.


"Hya!"


Noran menarik tubuhnya ke samping, sebuah pedang kayu terayun beberapa centi dari tubuhnya.


Thuk.


Pedang kayu mendarat dengan keras di lantai, Noran memandang siapa yang menyerangnya.


Itu seorang pria seumurannya dengan rambut berwarna pirang dengan mata kehijauan.


"Sial! Gagal!" ucapnya dengan kesal.


"Hahaha! Idiot!" ucap seorang pria.


Rambut putih pendek dan dengan beberapa helai yang menutupi dahinya, ia mengenakan seragam akademi ksatria yang berwarna biru dan putih.


"Siapa yang idiot?! Rambut uban!" ucap Bon.


"Kupukul kau pendek!" ucap pria berambut putih.


"Kalian, tenanglah." ucap seorang pria berambut merah panjang.


Dirinya terlihat tengah membersihkan pedang dengan sebuah kain.


"Aku Noran, senang bertemu dengan kalian." ucap Noran.


"Aku Bonedict!" ucap Bon.


"Aku Lira." ucap Lira.


"Aku Ash, senang bertemu denganmu." ucap Ash.


Noran kemudian masuk dan meletakkan beberapa pakaiannya di dalam lemari, ini hanya pakaian petualang yang ia bawa.


Keempatnya berbincang-bincang, Noran menemukan jika kepribadian ketiganya unik, membuat Noran tertarik dengan mereka.


Dalam waktu singkat, keempatnya menjadi rekan kamar yang akrab.


.............................................................


Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.


.............................................................

__ADS_1


__ADS_2