
"Nak! Lepaskan putriku!" teriak Duke Aaron.
"Aku tidak memeluk putrimu!" ucap Noran.
Noran mengangkat kedua tangannya menunjukkan jika ia tidak memeluknya.
"Aku tidak peduli, lepaskan sekarang juga." ucap Duke Aaron.
'Lepaskan bagaimana?! Putrimu yang memelukku!' Noran bergumam dengan kesal.
Puuh...
"Tenanglah." ucap Duchess Emma sembari memukul kepala suaminya tersebut.
Mungkin levelnya hanya 50, namun ia dengan mudah membuat suaminya yang berlevel 160 terjatuh dan diam.
Hampir semua orang yang ada terkejut dan melongo melihat ini. Noran berpikir, akankah istrinya di masa depan seperti itu?
'Itu terlalu mendominasi! Terlalu mengerikan!'Gumam Noran.
"Kamu sudah sadar?" tanya Duchess Emma.
Noran mengangguk, keempat bawahannya juga ada disini dan melihat dengan tenang disudut.
'Kenapa kalian di sudut?!' gumam Noran.
"Kenapa kamu bisa terluka?" tanya Duchess Emma.
Noran menceritakan semuanya, dari pertama ia datang ke desa Corton, lalu pergi ke pos jaga yang ada dan akhirnya memasuki hutan besar Nours.
"Kamu memasuki hutan besar Nours?!" teriak semua orang tidak percaya.
"Kenapa? Bukankah itu hanya hutan?" tanya Noran.
"Nak, kamu terlalu... Haish, sudahlah. Biar kuberitahu dirimu.
Hutan besar Nours adalah hutan paling berbahaya di benua Agord ini, Hutan besar Nours memiliki luas 20% dari total luas benua, memanjang dari barat hingga timur dan dari selatan hingga utara.
Hutan ini di huni oleh berbagai monster ganas, di katakan juga hutan ini di diami oleh naga besar yang tinggal di puncak gunung.
Tidak ada yang berani masuk ke dalam hutan ini, dan siapapun yang masuk, bisa dipastikan mati." ucap Duke Aaron.
Noran melanjutkan ceritanya, karena situasi yang semakin memburuk, Noran memutuskan kembali ke desa dan memesan penginapan.
Namun, saat tengah malam para kobold yang dipimpin oleh kobold lord menyerang, Noran menghadapi mereka hingga menjadi seperti saat ini.
"Desa Corton telah hancur ya?" gumam Duke Aaron.
Di wilayah Barliester, salah satu produk terkenal mereka adalah minuman anggur dari desa Corton yang banyak diminati, terlebih untuk minuman anggur merah, lebih diminati oleh para bangsawan dan kalangan atas.
Setelah berbincang beberapa saat, semua orang meninggalkan Noran untuk beristirahat, hanya ada Esline yang menemaninya saat ini.
Di luar, keempat bawahan Noran tersenyum bahagia, mereka berpikir jika Tuan mereka akan segera menikah. di Acadia ini, 15 tahun sudah dianggap dewasa dan pernikahan sudah biasa di lakukan pada usia ini.
Terlebih, perkembangan para penduduknya, yang meski baru berumur 15 tahun, terlihat seperti telah berusia 19 tahun.
Bukan hanya itu, mereka juga memiliki penampilan yang lebih awet muda, mungkin ini disebabkan oleh tebalnya energi sihir di Acadia.
"Kita akan segera mendapatkan tuan muda!" gumam kempatnya dengan bahagia.
__ADS_1
Sementara itu, di dalam kamar Noran...
"Kenapa kamu tidak ikut keluar?" tanya Noran.
"Aku ingin menunggu disini." ucap Esline.
"Kalau begitu, bagaimana jika berjalan-jalan? Kamu masih memiliki janji denganku." ucap Noran.
"Baiklah." ucap Esline.
Esline keluar lebih dahulu, Noran ingin melepas zirah miliknya dan mengenakan pakaian Normal, ia juga menyimpan semua senjatanya, hanya membawa black steel sword yang tergantung di pinggangnya.
Noran keluar dan menemui Duke Aaron, ia mengatakan ingin segera membangun kediamannya di wilayah Barliester ini.
"Dimana kamu ingin membangunnya?" tanya Duke Aaron.
Noran telah menentukan tempatnya, ia menemukan lokasi yang bagus. Sebuah lembah penuh bunga dengan danau sejernih kristal di depannya. Terdapat pegunungan yang mengelilinginya dan pohon+pohon pinus di sekeliling danau.
"Di tempat ini, lembah kristal." ucap Noran.
"Lembah kristal?" Duke Aaron merasa kebingungan.
Belum pernah sekalipun ia pernah mendengar nama tempat tersebut, sebenarnya ini adalah lembah tanpa nama. Noran menemukan tempat ini, melihat air danau yang sejernih kristal, Noran kemudian memberinya nama lembah kristal.
Noran mengatakan ia ingin membangun mansion tiga lantai di sana, ia mengatakan berapapun harganya tidak masalah.
"Tidak perlu, aku akan membayarnya untukmu." ucap Duke Aaron.
"Apa kamu yakin? Aku ingin penerangannya terbuat dari lampu sihir." ucap Noran.
"Uhuk uhuk... Aku akan memberitahumu harganya nanti." ucap Duke Aaron.
Satu lampu sihir berharga mahal, dan Noran mengatakan ia ingin membuat penerangan dari lampu sihir sepenuhnya.
"Akan kutanyakan pada putriku." ucap Duke Aaron.
Noran kemudian pergi menemui Esline di luar mansion, seorang prajurit memegang kuda milik Noran, Noran mengambil alih tali kendali dan naik, Esline duduk di depannya dengan posisi menyamping.
"Kemana kita akan pergi?" tanya Noran.
"Terserah kamu." ucap Esline.
"Kalau begitu, akan kuajak kamu ke suatu tempat." ucap Noran.
Esline nampak kebingungan, kemana Noran akan mengajaknya pergi?
Kuda melesat keluar dari mansion, lalu keluar dari kota Turin, menuju ke hutan yang ada.
Beberapa saat kemudian, Noran dan Esline sampai di depan sebuah gua, terlihat dari arah hutan para wind wolf berlari.
"Wind sla-" sebelum Esline melepaskan sihirnya, Noran menghentikannya.
Ia menarik tangan Esline ke bawah dan memintanya untuk diam. 10 wind wolf mendatangi Noran dan menunduk seperti mereka melihat pemimpin mereka.
"woof..." mereka melolong rendah seperti mengatakan 'tuan..'
"Bagus, perkembangan kalian cukup bagus." ucsp Noran.
Kesepuluh wind wolf ini memiliki level 60, naik 20 level setelah Noran tinggalkan hampir selama seminggu.
__ADS_1
Noran kemudian memeriksa skill taming miliknya.
[»Skill:
[Alchemy][lv11]
[Battle aura][lv7]
[Blacksmithing][lv11]
[Fireball][lv3]
[Riding][lv2]
[Swordmanship][lv11]
[Taming][lv5] ]
Kini level taming miliknya telah mencapai level 50, sekarang Noran memiliki 20 slot lainnya untuk menjinakkan monster.
[Taming : level 5
Penguasaan : 10 / 500
»Monster yang dimiliki:
-goblin : 10
-wind wolf : 20 ]
Noran lalu mengajak Esline menuju ke tempat para goblin rider berada, para wind wolf juga mengikuti mereka.
"Kemana kita akan pergi?" tanya Esline.
"Rahasia." ucap Noran.
Beberapa lama kemudian, Noran dan Esline akhirnya tiba di sebuah gua, itu adalah gua dimana para goblin rider Noran sembunyikan.
"Tempat apa ini?" tanya Esline.
"Ini adalah tempat dimana goblin rider tinggal." ucap Noran.
"Goblin rider?" Esline merasa bingung dengan ucapan Noran.
Apakah itu tingkat baru pada monster goblin? Itulah yang ia pikirkan saat ini.
Beberapa saat kemudian, 10 goblin bersenjata dan berperisai terlihat menunggangi wind wolf.
"Goblin!" Esline merasa takut dan bersembunyi di belakang Noran.
Anehnya, mereka tidak menyerang Noran maupun dirinya meskipun mereka memegang tombak di tangan mereka, begitu juga dengan para wind wolf.
"Kenapa mereka tidak menyerang?" tanya Esline.
"Karena mereka adalah monster yang aku jinakkan." ucap Noran.
"Taming?" Esline terkejut mendengar ucapan Noran.
.............................................................
__ADS_1
Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.
.............................................................