
"Hentikan!" teriak Jenderal Reylight.
"Apa? Dia hanya ksatria rendahan! Sudah sepantasnya ia mati setelah berani meninjuku." ucap Andrea.
Noran bangkit dari reruntuhan tembok mansion yang menutupi tubuhnya. Ia mengusapkan tangannya dan membersihkan darah di sudut mulutnya.
350 prajurit berzirah menerobos masuk, mendorong belasan ksatria yang menghentikan mereka. Dengan mudah, para prajurit ini masuk dan mengelilingi Noran.
Level mereka dengan para ksatria kerajaan setara, membuat mereka dapat mendorong pertahanan mereka. Jenderal Reylight hanya bisa tercengang melihat ini.
Duumm...
50 prajurit mengelilingi Noran, bersiap dalam posisi bertahan. Tidak ada satupun sisi yang terlihat, formasi melingkar yang sempurna.
300 lainnya berjalan menuju ke arah Andrea dan mengelilinginya, mengacungkan tombak mereka. Belasan tombak teracung tepat ke lehernya, sementara yang lain menghalangi para ksatria mendekat.
"Hentikan ini!" teriak Jenderal Reylight.
Noran hanya tersenyum, melihat Andrea kini di kepung oleh pasukannya. Namun, sesuatu yang tak disangka muncul.
Naga putih dengan duri di punggung yang berwarna keemasan terbang di atas mansion. ukurannya meningkat dengan pesat di banding terakhir kali.
Tubuhnya sepanjang 20 meter dari kepal sampai ekor dengan bentang sayap mencapai 15 meter. Gigi-gigi tajam terlihat mengancam ke arah mereka.
Graooo!!
Aragnell meraung dan menyemburkan api pada pasukan Noran. Pasukan Noran segera mengangkat perisai mereka dan berjalan mundur.
"Hahaha, lawan nagaku jika kamu bisa!" teriak Andrea.
Noran memandang ke arah sang naga, level 150 terpampang jelas di papan status yang terlihat.
[Aragnell : divine dragon
Level : 150
Hp : 150.000 / 150.000 ]
Darahnya tebal, mencapai angka 150.000 point. Semua pasukannya kini mundur, mereka mengalami luka yang cukup serius.
Dengan perlengkapan yang di berikan Noran, perlahan kondisi mereka menjadi pulih. Jenderal Reylight merasa ini akan menjadi lebih buruk jika ia hanya diam.
"Hentikan sekarang juga!" teriak Jenderal Reylight.
__ADS_1
Battle aura miliknya begitu pekat, itu sudah mencapai tingkat intermediate level 5. Sangat sedikit orang di kerajaan Rosvelt yang mencapai tingkat sepertinya.
"Hentikan." ucap Noran.
Pasukannya menurunkan senjata mereka dan berbaris rapi di belakangnya. Kini, luka miliknya telah pulih dan Hp miliknya kembali penuh.
Lisa berlari ke arahnya dan memeluknya, wajahnya kini berurai air mata.
"Jangan lakukan lagi.. Aku mohon..." ucapnya dengan begitu sedih.
Noran membelai rambutnya dengan lembut dan menenangkannya. Ia menatap wajah Lisa dan mendekatkan wajahnya.
"Aku tidak akan melakukannya lagi, ok? Jadi berhentilah menangis." ucap Noran.
Noran kemudian berbalik dan menggandeng tangan Lisa, meninggalkan mansion bersama pasukannya. Jenderal Reylight merasa ini begitu sia-sia, melihat dua pemuda yang kuat bertarung.
"Tunggu dulu!" teriak Jenderal Reylight.
Noran berhenti melangkah dan berbalik, melihat ke arah Jenderal Reylight yang memanggilnya. Seluruh tatapan jatuh pada keduanya.
"Ada apa?" tanya Noran.
"Bisakah kamu bergabung bersama pasukan kami?" tanya Jenderal Reylight.
"Bergabung bersama kalian?" Noran tertawa, "akan sangat bodoh jika aku bergabung dengan orang yang ingin menodai tunanganku." ucap Noran.
Lencana kepemimpinan...
Itu dia dapatkan ketika masih berusia begitu muda, sungguh bakat yang luar biasa. Jenderal Reylight menggengam lencana itu dengan erat.
"Dengan ini, aku tidak memiliki urusan lagi dengan militer kalian." ucap Noran.
Puluhan ksatria menjadi marah. mereka menarik pedang mereka dan berniat mencincang Noran.
"Berani sekali kamu memandang rendah lencana kepemimpinan kami!" teriak seorang ksatria.
"Bocah sepertimu harus di hukum!" teriak ksatria lainnya.
Pasukan Noran segera mengambil posisi pertempuran, mengacungkan tombak mereka pada setiap ksatria yang ada. Mereka berkeringat dingin, membuat Noran tertawa.
"Menyingkir, atau pasukanku akan membantai kalian semua!" teriak Noran.
Aura membunuh yang besar keluar dari tubuhnya, membuat semua orang merasakan pungung mereka dingin. Tanpa sadar mereka berjalan mundur dan membuka jalan.
__ADS_1
Noran dan pasukannya kemudian pergi meninggalkan kota Evor bersama Lisa. Jenderal Reylight hanya bisa menghela nafas.
Jika keduanya bisa bekerja sama, peluang mereka untuk menekan invasi kekaisaran Zugen akan meningkat dengan pesat. Mungkin itu hanya angan-angan, kini keduanya telah berseteru dan menolak satu sama lain.
"Bocah ini sulit sekali diatur." pikir Jenderal Reylight.
Jika saja Andrea tidak melakukan sesuatu yang buruk seperti itu, mungkin saja Noran akan bergabung dengan mereka.
Seorang pria tampan berjalan ke arah keduanya, ia memiliki rambut pirang panjang dan sebuah mahkota di atas kepalanya. Zirah emas yang indah dan mahal, begitu sesuai dengan penampilannya.
"Ada apa Jenderal Reylight?" tanya sang pangeran.
Pangeran Hyde berjalan menuju mansion ketika mendengar suara keras dari mansion. Ia hanya menemukan Jenderal Reylight nampak begitu lemas.
"Apa anda baik-baik saja, jenderal?" tanya Pangeran Hyde.
"Ya, aku tidak apa-apa." ucapnya.
Ketiganya kemudian berjalan masuk ke mansion. Para ksatria juga kembali berjaga di sekitar mansion.
Ketiganya kemudian membahas strategi pertempuran mendatang. Situasi sekarang semakin memburuk bagi mereka.
Di tempat lain...
Noran dan Lisa berjalan menuju ke kota Wensol. keduanya menunggang kuda yang sama, membuatnya seolah Noran tengah memeluknya.
"Kemana kita akan pergi?" tanya Lisa.
"Kita akan pergi ke kota Wensol." ucap Noran.
Sin terlihat menunggangi kuda miliknya dan berjalan di samping Noran. Noran merasa penasaran dimana Sin berada ketika kekacauan itu terjadi.
"Tuan, anda bertarung dengan sang pahlawan?" tanya sin.
"Ya, hanya bertarung ringan, dimana kamu tadi?" ucap Noran.
"Saya? Saya hanya memiliki beberapa urusan pribadi." ucap Sin.
"Urusan pribadikah?" gumam Noran.
Noran bisa melihat ekpsresi Sin yang terlihat begitu senang. Noran hanya diam dan menyaksikannya sembari terus berjalan menuju ke kota Wensol.
.............................................................
__ADS_1
Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.
.............................................................