
4 pria tua misterius menghilang dalam sekejap, seperti bagaimana mereka datang.
Noran tidak bisa membayangkan seberapa kuat kekaisaran agung Shanion dulu.
seberapa kuat mereka? dan seberapa banyak pejuang kuat di antara mereka?
kekaisaran agung yang terkuat dapat lenyap hanya dalam satu malam. kekuatan mengerikan seperti apa yang mampu melakukannya.
semua bandit telah di bunuh, kota kecil yang sebelumnya markas bandit blaze sword kini hampir rata dengan tanah.
Noran masih memandang sekelilingnya, yang di penuhi mayat pasukannya maupun bandit blaze sword.
sebagian besar mayat adalah bandit blaze sword. dari 5000+ prajurit yang ia bawa, kurang lebih 500 prajurit menjadi korban.
sebagian besar terbunuh karena teknik jahat sang iblis, yang mampu menarik jiwa manusia sebagai makanan.
"kumpulkan semua mayat di satu tempat, dan kita akan membakarnya." ucap Sin.
semua prajurit mengangguk, mereka mulai mengumpulkan mayat yang berserakan di seluruh penjuru kota.
dua jam telah berlalu, semua mayat kini tekah di kumpulkan di pusat kota. pasukan mulai membakar mayat, mayat yang di biarkan dapat menjadi mayat hidup.
meski tidak begitu kuat, jika jumlahnya terlaku besar maka akan menjadi bencana.
juga, ada kasus di mana mayat hidup memiliki kekuatan yang sama saat mereka hidup. membuat semua mayat hidup begitu menakutkan.
Noran memasuki mansion yang di tinggali pemimpin bandit sebelumnya. beberapa pelayan dan pembantu terlihat di dalam mansion.
semuanya mengenakan kalung besi dengan ukiran aneh di atasnya. ini mirip seperti kalung yang di kenakan Sylfia sebelumnya, kalung budak.
"budak?" gumam Noran.
ia masih teringat bagaimana manusia dan ras lainnya di jual seperti barang di kekaisaran Zugen. rasa miris dan marah kini muncul di hati Noran.
"tidak di dunia manapun, perbudakan selalu terjadi." gumam Noran.
ia teringat dengan para pegawai yang di peras keringat dan darahnya oleh sebuah perusahaan. meski mereka warga merdeka, namun kehidupan mereka tak lebih baik dari para budak.
"bawa mereka pada yang lain." ucap Noran.
dua prajurit berzirah di belakangnya mengangguk, menggiring sekitar 40 pelayan untuk meninggalkan mansion.
__ADS_1
seorang pria tua menunduk dan bersujud di hadapan Noran. terlihat air mata mengalir dengan deras.
sebagai budak, kemarahan tuan mereka adalah kematian untuk mereka. dan kini tuan baru mereka terlihat tidak senang.
semua budak gemetaran, takut jika tuan mereka akan membunuh mereka segera. Noran berdiri diam dan melihat sekitarnya.
"aku tidak akan membunuh kalian, ikuti mereka dan kalian akan berkumpul dengan yang lain." ucap Noran.
"tuan! terimakasih tuan!" ucap seorang pria tua.
pria itu kembali menangis, bukan tangis kesedihan namun tangis kebahagiaan. para budak menghela nafas lega sebelum membungkuk, mengungkapkan terimakasih mereka.
para budak kemudian di antar para prajurit ke tempat para budak berkumpul. Noran terus berjalan melewati lorong panjang yang di penuhi berbagai pajangan yang terlihat mewah.
di kedua sisi banyak pintu kayu yang terlihat, ada puluhan kamar di mansion ini.
berbagai bendera usang dan penuh koyakan terlihat di sepanjang dinding lorong.
bendera kekuningan, dengan gambar singa di tengahnya. itu bendera kerajaan singa di barat laut, kerajaan kecil yang terletak di perbatasan Artenia.
'apakah dulunya markas ini kota kecil di kerajaan singa?' gumam Noran.
setelah berjalan cukup lama, dua buah pintu kayu terlihat menutup lorong panjang. dua armor ksatria di pajang di sisi kanan dan kiri pintu, lengkap dengan tombak panjang yang nampak tajam.
beberapa kursi bulat terlihat di jajarkan di samping karpet merah, seakan ruangan ini adalah ruangan bersantai seorang raja.
Keil Town..
tulisan hitam terlihat di atas papan kayu di belakang kursi, terpasang dengan jelas. Keil town, kota kecil yang di rampas kelompok bandit blaze sword beberapa tahun silam.
Noran berjalan menuju pusat ruangan, seperti biasa ia melihat apakah ada ruang rahasia di ruangan seperti ini.
setelah beberapa saat, ia menemukan sebuah ruang yang cukup luas di bawah ruangan ini. sebuah terowongan terhubung dengan lantai kursi panjang.
'bandit ini cukup cerdas.' gumam Noran sembari tersenyum.
Noran kemudian memanggil Herton untuk mengurus rampasan. para budak kini berada di bawah pengawasan Sin dan yang lainnya.
tak ada satupun bandit yang hidup setelah pasukan ghost warrior muncul. jikapun ada, mereka pasti sudah meninggalkan markas ini.
"tuan, 8.000 budak akan kita apakan?" tanya Sin.
__ADS_1
"biarkan mereka memilih. mereka boleh kembali ke kerajaan mereka, dan memulai hidup mereka kembali. atau, mereka bergabung bersama kita dan memulai semuanya dari awal." ucap Noran.
"baik tuan." ucap Sin.
Sin pergi dan memberitahukannya pada para budak, yang sebelumnya merupakan penduduk kota.
Herton datang tepat setelah Sin pergi. ia melaporkan hasil rampasan yang di dapat kali ini.
ada banyak koin emas, perak dan perunggu. banyak kain sutra dan berbagai harta lainnya.
"tuan, saya menemukan benda aneh tuan." ucap Herton.
Herton mengeluarkan sebuah kubus hitam dari kantong yang ia bawa. kubus berukuran 30 cm3 ia angkat.
bijih mineral mengeluarkan sinar hitam mengkilap, dengan beberapa wanra indah lainnya.
[bijih mithril : legendaris
bijih mithril adalah zat langka, bijih hanya muncul setelah sebuah mineral menyerap mana dalam jumlah besar dalam waktu lama.]
"ini..." Noran terkejut.
ia memegang bijih mithril dengan gemetaran, tidak pernah ia menyangka akan menemukannya di tempat ini.
"bijih apa ini tuan?" tanya Herton.
ia terlihat penasaran saat memandang Noran gemetaran mengangkat bijih hitam yang aneh.
"i-in-ini bijih mithril.. ini bijih yang langka.." ucap Noran.
ia semakin tidak percaya saat mengatakannya sendiri. bijih mithril yang dapat di gunakan untuk membuat senjata legendaris, telah muncuk di hadapannya.
"ini bijih mithril?!" ucap Herton.
matanya melebar karena tak percaya, ia tidak pernah melihatnya secara langsung. bijih mithril hanya ada dalam cerita, dan itu hanya di jelaskan warnanya yang mempesona.
tidak ada gambar atau apapun, ini membuatnya terkejut melihat benda yang ia bawa sebelumnya adalah mithril yang langka.
"hebat! ini hebat! kita akan kembali ke kamp segera!" ucap Noran.
Herton mengangguk dan menyiapkan seluruh pasukan. mayat para prajurit juga di kumpulkan sebelum di bakar.
__ADS_1
'akhirnya, aku bisa membuat tongkat sihir untuk mereka!' gumam Noran.