7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
205.pemberontakan di kerajaan Mecius 3


__ADS_3

"Baiklah, saya akan mengandalkan kalian." ucap Ertios.


"Pilihan yang bijak, tuan Ertios. Kami akan mengurus pria itu." ucap sang assassin.


Dirinya melangkah maju beberapa jauhnya sebelum tubuhnya menjadi samar dan menghilang.


'Cih, pilihan bijak? Kalian kelompok yang licik! Jika tidak terdesak, tentu aku tidak akan menggunakan kalian!' umpat Ertios.


Kalmud gemetaran, pedang besar miliknya yang tertancap di tanah terus berguncang dengan kuat. Keringat menetes di seluruh tubuhnya, ekspresinya juga menjadi pucat.


"Tuan, serangannya terlalu kuat." ucap Kalmud.


Di saat keduanya tengah berbincang, ledakan lebih besar terdengar. Bola api berukuran besar melesat dan menghancurkan tembok tanah berkeping-keping.


Gelombang kejut menerbangkan prajurit ke berbagai arah dan membuat formasi mereka cukup berantakan.


Noran tersenyum dan berniat menebaskan pedangnya kembali. Namun ia merasakan keberadaan yang mengancam di sekitarnya.


'Siapa itu?' gumam Noran.


Noran hanya dapat melihat bayangan kabur sekilas melesat dan mengitarinya. Jika ia tidak jeli, ia tidak akan melihatnya yang bergerak di antara para prajurit Ertios.


'Orang ini gesit! gerakannya terlalu cepat!' gumam Noran.


'Seth!' ucap Noran dalam pikirannya.


[Ya tuan, apa ada sesuatu yang tuan butuhkan?] jawab Seth.


'Muncullah dan bersembunyilah di bawah tanah dan awasi sekitarku.' ucap Noran.


[baik tuan.]


Seth muncul dan segera meresap ke tanah, mengawasi permukaan dengan tajam dan awas.


Mata Noran bersinar kekuningan, kini ia dapat melihatnya lebih jelas. Sosok bayangan hitam yang terus bergerak di antara para prajurit.


sosok itu terus mengincarnya dengan sengit, Noran dapat merasakan nafsu membunuh darinya. Juga, terlihat aura hitam samar yang keluar dari sosok itu.


'assassin?!' gumam Noran.


sting!


Sebuah belati terlempar lurus, mengincar leher Noran dengan kecepatan yang mengerikan.


'Orang ini kuat! juga ahli!' pikir Noran.


Noran tidak berani sedikitpun lengah, ia memasang waspada penuh terhadap sekelilingnya.


Layar transparan miliknya mendeteksi titik-titik merah lainnya yang semakin mendekat dari berbagai arah. Sepertinya kelompok itu mulai bergerak.


Noran merapal semua skill miliknya, membuat kekuatannya meningkat pesat. Ia juga merapal 8 bola api di sekitarnya, melayang dengan api panas yang menyala.


[Tuan, saya akan membantu.] ucap Seth.

__ADS_1


"Untuk saat ini tidak perlu, bersiaplah untuk memanggil ghost warrior saat semakin banyak yang mendekat." ucap Noran.


sting ting!


Lebih banyak belati terbang dan melesat ke arah Noran. Masing-masing belati menyerang dari tirik yang sulit di jangkau dan juga merupakan titik buta.


Noran tersenyum dan merasa tertarik, siapa orang ini dan mengapa bisa begitu kuat. Ia merasa pria ini mungkin hanya sedikit lebih lemah dari 4 pria misterius sebelumnya.


"benua ini terlalu misterius,sepertinya semua yang kulihat hanya puncak gunung es." gumam Noran.


Noran melesat dan mulai mengejar sosok itu, ia melesat di antara ribuan prajurit Ertios.


Sang assassin juga tersenyum, melihat pria berzirah hitam itu berani mengejarnya dengan terang terangan.


"Apakah dia bodoh? mengejar seorang assassin secara langsung?" gumam sang assassin.


Dalam beberapa menit, Noran hampir berhasil menyusulnya. entah sudah berapa puluh belati yang di lempar kearahnya, Noran berhasil menghalaunya.


"Kenapa jarak kami semakin dekat?" sang assassin mengerutkan keningnya dengan tidak senang.


di sisi lain, Noran tersenyum tipis dan menatap sang assassin dengan semangat.


"Bagus! kali ini kamu pasti tertangkap! Acceleration!" ucap Noran.


Swush!


Kecepatannya melonjak dengan signifikan. Jarak keduanya semakin menyempit dan hanya tersisa beberapa meter saja.


"Demons claw!" teriak Noran.


Bang!


Sang assassin menarik pedangnya. Pedang hitam panjang berbilah satu, sekilas mirip dengan pedang katana jepang. Namun itu memiliki bentuk lurus, bukan lengkungan seperti katana.


"Sudah kuduga, tidak akan semudah itu." gumam Noran.


[Tuan, puluhan pria berjubah mendekat ke arah kita.] ucap Seth.


"Bagus, waktu yang tepat. Aku rasa pasukanku juga sudah tiba, bunuh semua assassin itu." ucap Noran.


[Baik tuan.] jawab Seth.


Dirinya muncul dari tanah, menunjukkan sosok setengah transparan berwarna hijau yang menakutkan. Di sekitarnya. muncul puluhan sosok prajurit roh yang menakutkan.


"Bunuh mereka!" teriak Seth.


"Aarrgghh!!!"


Para ghost warrior menjerit dengan suara yang melengking, membuat banyak prajurit Ertios mengalami serangan mental.


bergabungnya prajurit hantu membuat kapten Rater, pangeran Arexes, raja Mecius dan jenderal kerajaan termenung.


siapa yang pernah melihat pasukan hantu? hanya di buku sejarah saja mereka pernah mendengarnya. Ketika seorang ksatria hebat memimpin ribuan pasukan hantu membasmi para iblis.

__ADS_1


Melihat yang terlukis di buku dan melihat secara langsung sangat berbeda, meski hanya puluhan mereka masih takjub.


Menaklukan satu hantu saja begitu sulit, apalagi menaklukan puluhan dari mereka.


Pangeran Arexes tersenyum kecut, ia mengira menemukan sosok yang mirip dengan dirinya. Namun, ia menyadari seberapa berbeda dan jauhnya dirinya dengan Noran.


"Darimana pasukan hantu itu berasal?" ucap sang raja.


Semua orang terdiam, tidak ada yang menjawab. namun mereka semua memikirkan satu kemungkinan, pemuda berzirah hitam yang mengendalikan mereka.


Noran bertarung dengan sang assassin dengan sengit. Pertarungan keduanya menciptakan debu-debu dan crlah celah di seluruh tanah.


Api terus berkobar menghiasi medan perang, tentu saja penyebabnya adalah serangan Noran.


"Hah... hah.. hah... siapa kamu? mengapa kamu mengganggu urusan kami?" ucap sang assassin.


"aku? aku hanya pemuda dari ujung daratan. Kami hanya mengurus urusan kami, dan kalian adalah bagian yang seharusnya tidak ada." ucap Noran.


Keduanya kehabisan nafas setelah pertarungan intens, satu-satunya prrbedaan adalah jubah sang assassin terlihat compang-camping.


Luka sayatan dan darah terlihat hampir memenuhi tubuh sang assassin, bahkan ia telah kehilangan lengan kirinya. yang menakjubkan, ia masih mampu berdiri dengan kokoh.


"seharusnya tidak ada? Apakah kamu memiliki kepentingan dengan raja di sini?" tanya sang assassin.


"Begitulah." ucap Noran.


"Jika begitu, mengapa tidak bergabung bersama kami? Manfaatnya akan lebih besar dari yang kau bayangkan." ucap sang assassin.


Ia mencoba membujuk Noran, namun ia hanya menerima respon tawa yang kosong. ekspresinya segera berubah saat mendengarnya.


"hahaha, bergabung dengan kelompokmu? Tidak perlu repot-repot, sebentar lagi kelompokmu akan segera hilang." ucap Noran.


"Kurang ajar!" ucap sang assassin.


"kalimat itu, apakah tidak ada kalimat yang lain?" ucap Noran dengan nada malas.


buuuuuuuuuuuvvvmmmmm!!!


Suara keras terompet terdengar, membuat siapapun yang mendengarnya gemetaran.


"Apa itu?" ucap sang Assassin.


"Bala bantuan sudah tiba. Baiklah, mari selesaikan ini dengan cepat." ucap Noran.


Ia mengangkat pedangnya dan mengacungkannya pada sang Assassin. Dirinya bersiap untuk melanjutkan pertarungannya lagi.


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


Note :


mohon maaf atas update yang tidak teratur🙏 jika memungkinkan akan update setiap pagi.


untuk jadwal terburuk akan update tiga hari sekali~ hari senin dan hari kamis~

__ADS_1


sekian~


__ADS_2