
sementara itu, Andrew memandang Noran yang di bawah. ia merasa aneh, mengapa ia tidak bisa melihat tingkat kekuatan Noran?
"apa yang terjadi? mengapa saya risak bisa melihat kekuatannya?" pikir Andrew.
ia menyaksikan sekitar 50 orang yang berada di alun-alun ibukota, dengan 5.000 prajurit di setiap sisinya dan dia bersama divine earth dragon bersamanya.
namun, ia tidak bisa melihat sedikitpun rasa takut saat berhadapan dengan situasi ini. bahkan, ia merasakan perasaan ancaman bahaya dari pemuda di hadapannya.
graaooo!!
naga coklat besar meraung keras, membuat banyak burung-burung pergi menjauh. bahkan semua ksatria yang bersama Noran menatap langit dengan tak percaya.
"tuan pahlawan! tuan pahlawan telah tiba!"
"tuan pahlawan telah tiba! kita pasti akan menang!"
suara sorak sorai terdengar di kejauhan, sepertinya ini pahlawan yang di panggil oleh kekaisaran Zugen. namun, ia merasa sedikit gemetar saat melihat Level yang tertera.
600...
bahkan naga yang ia tunggangi juga sama kuatnya. semua orang tahu jika monster di level sama akan lebih kuat dari ras manusia dan ras lainnya.
Noran tersenyum memandang sang pahlawan yang berdiri di atas naga raksasa tersebut.
"siapa kamu?" ucap Andrew.
ia hanya bisa melihat nama dan ras Noran. meski terlihat sedikit aneh dengan rambutnya yang hitam, ia hanya menganggap Noran adalah manusia dari dunia ini.
Andrew melompat turun dan berdiri beberapa meter dari Noran, memegang sebuah bungkusan kain si tangannya.
Andrew memandang Noran dengan tajam, ia yakin jika pemuda yang di depannya bukanlah orang biasa.
"apa tujuanmu?" tanya Andrew.
"tentu saja, untuk memenangkan perang ini." ucap Noran.
"memenangkan perang?" Andrew tersenyum.
ia sekarang yakin jika pemuda yang bernama Noran ini berasal dari kerajaan Rosvelt, kerajaan yang tengah berperang dengan kekaisaran Zugen.
"kamu telah menyusup di ibukota dan membuat kekacauan. sesuai hukum kekaisaran, kalian akan di tangkap dan di eksekusi. menyerahlah!" ucap Andrew.
"menyerah?" ucap Noran sembari tersenyum.
tidak akan ada orang yang menyerah saat mereka akan di eksekusi, seberapapun bodohnya orang itu.
"aku tidak akan menyerah, meski harus mati." ucap Noran.
Andrew menarik tali yang mengikat kain, mengeluarkan tombak berwarna emas kecoklatan yang indah.
"divine spear.."
Noran melihatnya dengan tenang, bahkan zirah yang di kenakan Andrew juga divine armor.
__ADS_1
Andrew melangkah ke depan dan menyeret tombaknya di tanah, mendekat ke arah Noran berada.
"hari ini, aku akan menangkapmu, mati atau hidup." ucap Andrew.
ia merasa jika pria di hadapannya adalah penghalang terbesar bagi dirinya maupun kekaisaran Zugen.
"oh? bukankah kamu terlalu percaya diri?" ucap Noran.
Noran mengeluarkan pedang miliknya, demons claw sword yang mengerikan muncul. sebuah pedang yang cukup besar dengan aura merah darah.
Noran juga mengenakan golden royal armor miliknya, dua perlengkapan legendary ia kenakan untuk menyamakan lawannya.
"senjata legendary?" Andrew memandangnya dengan terkejut.
dari mana pria itu mendapatkan perlengkapan legendary? terlebih lagi pedang yang nampak mengerikan itu.
"Divine spear! rock crushing!" ucap Andrew.
tanah bergetar, memunculkan duri tajam secara tiba-tiba di bawah Noran. Noran melesat menghindar, melihat tanah runcing yang tajam telah muncul.
"wind slash!" ucap Noran.
bilah kemerahan melesat menuju ke arah Andrew. dengan demons claw sword, bilah pedang berubah kemerahan karena aura darah.
swing!
Andrew menghindar ke samping, membuat bilah menabrak sebuah bangunan dan menciptakan tebasan yang dalam.
Noran melesat kedepan, menuju ke arah Andrew. keduanya bertarung dengan intens.
tring!
mata tombak kurang dari 5 centi di leher Noran, dengan demons claw swordnya, ia menangkis serangan Andrew.
"swordmanship!"
"Battle Aura!"
"One Handed Sword!"
"Acceleration!"
"Silent step!"
kekuatan besar meledak dari tubuh Noran, dari level 400 kekuatannya melesat menembus level 584.
karena ledakan kuat, Andrew terdorong mundur beberapa langkah sebelum berhasil menekan Noran.
"Warrior Aura!" teriak Andrew.
kekuatannya melonjak 21%, membuat Noran merasa lebih kesulitan kembali. Noran terlempar mundur beberapa meter jauhnya.
dum...
__ADS_1
dengan kaki tertekuk, Noran mencoba untuk menghentikan lajunya sebelum terlempar lebih jauh.
srrrrttt...
demon claw sword menancap dan menembus tanah untuk mengurangi kecepatan terlemparnya.
"thousand spear!" teriak Andrew.
dengan kecepatan luar biasa, ia melesat bersama tombak yang teracung lurus. satu tombak membentuk ilusi lain, dua sosok sama persis muncul dan terus menyebar.
akhirnya ada 100 sosok yang sama persis, dengan masing masing memiliki 50% kekuatan yang sama dengan yang aslinya.
merasakan bahaya, Noean mencoba bangkit dan melawan. dengan demons claw sword miliknya,ia menangkis serangan dari klon klon yang ada.
sting sting!
sebagian besar berhasil ia tangkis dan menghilang karena perangnya. namun, masih cukup banyak yang berhasil menyerangnya.
sling!
sekujur tubuhnya di penuhi oleh luka dari tombak, membuatnya nampak begitu mengerikan.
"tuan!" para ksatria berteriak.
mereka merasa khawatir dengan keadaan Noran saat ini. luka lukanya begitu parah, mereka khawatir Noran akan terbunuh oleh pria bertombak tersebut.
darah menetes dari sudut mulutnya, namun Noran masih tersenyum. melihat sosok bertombak terakhir, ia yakin jika pria ini adalah yang asli.
20 klon lainnya telah melewatinya dengan noda darah di bilah tombak mereka. Noran mengangkat demon claw swordnya, mengacungkan ke arah Andrew.
"buster spear!" teriak Andrew.
tombaknya berputar dengan cepat, menyerupai mesin bor yang mengerikan.
"demon claw sword! teknik pertama! tebasan bintang!" teriak Noran.
aura merah darah bergabung dengan aura keemasannya, membuatnya terlihat mengesankan.
sosoknya kini terlihat seperti dewa yang turun dan membersihkan segalanya menjadi murni dan suci.
"hyat!"
Andrew terus melesat seperti anak panah, dengan tombak yang berputar cepat di tanagannya membuat sosoknya begitu menakutkan saat ini.
Noran mengayunkan pedangnya membentuk 6 tebasan, membentuk formasi bintang yang mengerikan. kedua aura besar bertumbukan denagn kuat, membuat pemandangan yang mencengangkan.
buuuooommmmm!!!
gelombang kejut menyebar dengan cepat, membuat banyak bangunan memiliki dinding yang hancur saat ini. tanah retak dan membentuk kawah sedalam 3 meter karena ledakan.
"haaa!!!"
keduanya berteriak dengan semangat, hingga akhirnya ledakan yang lebih kuat terjadi.
__ADS_1
buuuooommmm!!