7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
25.berkeliling ibukota


__ADS_3

Mereka berjalan dan mulai makan malam bersama, sepertinya istri Duke Aaron tidak akan ikut.


"Dimana istrinya?" Noran merasa penasaran mengapa ia tidak ikut bersama mereka.


"Kamu mencari istri saya?" tanya Duke Aaron.


Dia dapat menebaknya, karena hampir seluruh orang yang pernah datang juga melakukan hal yang sama.


Noran mengangguk, Duke Aaron lalu menghela nafasnya.


"Istriku sedang sakit, ia hanya bisa berbaring di kamarnya dan tidak bisa pergi kemana-mana." ucap Duke Aaron.


"Sakit? Sakit apa?" tanya Noran.


"Entahlah, penyakitnya juga terlihat aneh. Tubuhnya mulai menghitam dan matanya mulai berubah menjadi merah. Aku menduga itu semacam kutukan." ucap Duke Aaron.


Sudah banyak priest dan tabib yang ia panggil, namun tidak ada yang berhasil menyembuhkan penyakit istrinya.


"Begitu ya, maaf.." ucap Noran.


"Tidak perlu, itu sudah cukup lama." ucap Duke Aaron.


Setelah makan malam, dirinya kemudian membiarkan Noran menginap di salah satu kamar yang kosong.


Noran kemudian berbaring, memikirkan mengapa Duke Aaron berperilaku seperti itu, mungkin untuk menutupi kesedihannya.


"Kutukan.. Kutukan seperti apa..." gumam Noran.


Noran kemudian tidur dengan tenang di kamarnya.


...


Keesokan harinya, Noran bangun dan mengganti bajunya. Sepertinya ia harus membeli baju sihir.


Bukan apa-apa, baju miliknya selalu rusak saat dalam pertempuran.


Masih tersisa dua stel di dalam penyimpanan miliknya, dirinya kemudian keluar dari kamar.


"Pagi~" seorang gadis menyapanya tepat ketika ia keluar.


Memakai gaun putih sederhana, dan ranbut pirang yang tergerai bebas membuatnya nampak cantik.


"Esline? Kenapa kamu disini?" tanya Noran.


"Bukankah kamu ingin berjalan-jalan di kota?" tanya Esline.


Keduanya kemudian keluar dan berjalan menyusuri kota dengan berjalan kaki. Kuda miliknya telah di simpan di dalam kandang milik Duke Aaron.


"Kemana kita akan pergi?" tanya Noran.

__ADS_1


Esline tidak menjawabnya, hanya menariknya pergi dan berjalan menyusuri jalanan ibukota yang cukup padat.


Keduanya terlihat menikmati perjalanan ini, mencoba makanan manis dan berbagai permainan yang tersedia.


Setelah puas berkeliling, Noran mengajak Esline untuk pergi ke sebuah toko herbal dan membeli beberapa herbal tiga jari.


"Selamat datang tuan, ada yang bisa saya bantu?" seorang pelayan menyambut keduanya dengan ramah.


"Apakah ada rumput tiga jari?" tanya Noran.


"Ada tuan, apakah anda ingin membelinya?" tanya dang pelayan.


Rumput tiga jari adalah herbal tingkat rendah, tidak begitu sulit untuk mendapatkannya.


"Aku akan membelinya 10 koin emas." ucap Noran.


Sang pelayan terkejut, untuk herbal tingkat rendah seperti itu hanya memiliki harga 20 koin tembaga.


Membeli herbal ini dengan 100 koin emas, Noran dapat mendapatkan 5.000 tangkai daun tiga jari.


10 koin emas bukanlah jumlah yang sedikit, untuk rakyat biasa mereka bisa hidup berapa bulan penuh tanpa harus bekerja.


"Baik, akan saya siapkan segera." ucap sang pelayan.


Ia segera bergegas untuk menyiapkan pesanan Noran. Dalam beberapa saat, seikat besar herbal tiga jari terlihat.


Pelayan itu mengangguk, sama seperti daun tiga jari, rumput hati juga adalah herbal tingkat rendah.


Noran kemudian memesan 10 koin emas lagi, sekarang ia mendapatkan 5000 ikat daun hati di hadapannya.


Ia juga membeli banyak botol kaca yang berjumlah 10.000 botol kaca. Total ia menghabiskan 50 koin emas.


"Apa yang ingin kamu lakukan?" Esline merasa penasaran.


Menghabiskan 50 koin emas dengan mudahnya, tidak ada keturunan bangsawan yang bisa melakukan itu dengan mudah.


Seberapa kaya pemuda di hadapannya ini? Itulah pikiran Esline saat ini.


"Tolong antarkan ke kediaman Duke Aaron dan aku akan memberimu 10 koin emas." ucap Noran.


"Tentu, saya akan melakukannya dengan baik tuan." ucap sang pelayan.


Sang pelayan segera menyanggupinya, menghasilkan 10 koin emas hanya melayani satu orang, itu sangat menggiurkan baginya.


Dirinya lalu mencari kereta barang dan mengirimkannya ke kediaman Duke Aaron.


Sementara Noran dan Esline kembali melanjutkan perjalan mereka, keduanya berhenti di sebuah toko lainnya.


Kali ini Noran membeli cukup banyak besi batangan dan beberapa baja, ia menghabiskan 50 koin emas lainnya.

__ADS_1


Noran dan Esline kemudian pergi ke toko lainnya, sebuah toko perhiasan.


Toko yang besar dan indah, beberapa pelayan menyambut mereka dengan senyuman yang cerah.


"Selamat datang tuan muda, ada yang bisa kami bantu?" ucap seorang pelayan.


Wajahnya cukup cantik dan manis, Noran kemudian melihat perhiasan yang ada.


"Apakah ada jepit rambut?" tanya Noran.


Pelayan itu mengangguk dan mengambil beberapa kotak yang berisi jepit rambut yang indah.


Semua jepit rambut terbuat dari bahan bahan yang bagus dan mahal.


Noran kemudian mengambil sebuah jepit rambut berbentuk bunga yang memiliki permata di tengahnya.


"Berapa harganya yang ini?" tanya Noran.


Sang pelayan melihat jepit rambut itu, itu adalah jepit rambut berbentuk bunga sepatu berwarna putih.


"Tuan itu seharga 100 koin emas." ucap sang pelayan.


"100 koin emas? Aku ambil yang ini." ucap Noran.


Esline terkejut, pria di hadapannya menghabiskan 200 koin emas hanya dalam sehari dan tanpa peduli.


Noran kemudian memberikan koin-koin emas kepada pelayan dan memakaikan jepit rambut itu di kepala Esline.


Jepit rambut terpasang dengan bagus di atas telinga kanannya, wajah Esline menjadi memerah.


"Apa yang kamu lakukan?" ucap Esline dengan nada sedikit kesal.


"Hm? Hanya memberi hadiah kepadamu, ini ucapan terimakasihku." ucap Noran.


Wajah Esline menjadi lebih memerah dan menunduk malu, ia merasa senang ketika Noran memakaikan jepit rambut itu padanya.


"Sudah hampir petang, sepertinya kita harus kembali segera." ucap Noran.


Langit telah berwarna jingga, sudah waktunya untuk mereka kembali ke mansion.


Keduanya kemudian berjalan kembali menuju ke mansion, tanpa di sadari tangan Esline telah menggenggam tangan Noran.


Ini hari yang menyenangkan bagi keduanya.


.............................................................


Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.


.............................................................

__ADS_1


__ADS_2