
"Battle Aura!" teriak Noran.
Aura pekat muncul dari dirinya, membuat kedua prajurit yang menahannya merasa tertekan.
Buk buk..
Noran membuat mereka terjatuh dengan pukulannya, ia lalu menarik pedangnya dan memandang halaman Mansion yang di penuhi oleh dua pasukan Duke tersebut.
Lebih banyak penjaga mansion ini datang dan mulai menekan pasukan Duke Aaron.
"Ini tidak bagus..." gumam Noran.
Noran kemudian melesat ke arah pasukan Duke Russel dan mulai melawan mereka, perbedaan level yang banyak, hampir 70 level sendiri membuat Noran dengan mudah membunuh mereka.
Noran bergegas menuju ke arah Duke Aaron, meski Duke Russel lebih lemah darinya, itu hanya berbeda sedikit level.
Dalam beberapa saat, Noran akhirnya sampai di samping keduanya.
Melihat Noran yang telah berada di sampingnya, membuat ia semakin marah.
Ia menyerang ke arah Noran, menebasnya berkali-kali. Membuat keduanya bertarung menjauh dari Duke Aaron.
"Duke Aaron! Tarik pasukanmu! Mereka terlalu banyak!" teriak Noran.
Seperti yang di katakan Noran, kini ada lebih dari 100 prajurit Duke Russel memenuhi kediamannya.
Mengikuti ucapannya, Duke Russel memerintahkan pasukannya untuk mundur perlahan.
Keempat bawahan Noran telah datang, mereka segera bergegas untuk ikut dalam pertempuran.
"Mengapa thunder Eagle menyerang pasukanku?" Duke Russel mengerutkan keningnya melihat 4 orang yang menyerang mereka.
Thunder Eagle, sebuah party tingkat A yang baru di bentuk, masing-masing anggota memiliki level diatas seratus dengan ketuanya yang memiliki level diatas 150.
Dari kabar yang ia dengar, party itu memiliki 4 anggota dan seorang ketua yang misterius.
Tanpa diketahui oleh Duke Russel, ketua party Thunder Eagle adalah Noran.
"Selamatkan tuan kita." ucap Sin.
Ketiganya mengangguk, Sin kemudian menyerang pasukan Duke Russel dan menebas mereka, disampingnya ada Mike Dan Toun yang membantu.
Sementara Ruli terus melesatkan anak panah untuk membantu mereka. Kombinasi keempatnya menakutkan, dalam beberapa saat puluhan prajurit Duke Russel terluka berat dan belasan lainnya terbunuh.
Noran masih menghadapi Duke Russel dengan pedangnya, berkali-kali keduanya menebas dan menangkis serangan.
Tubuh mereka di penuhi oleh luka sayatan dan darah, Noran terus menyerang Duke Russel dengan pedangnya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, keempatnya kini telah berada di samping Noran.
Toun maju dan menghadapinya, sementara Mike dan Sin membuka jalan untuknya.
Mereka kemudian mundur dari kediaman Duke Russel dan bergerak menuju ke kediaman Duke Aaron.
...
Kediaman duke Aaron...
Dari 20 prajurit yang ia bawah, 6 telah terbunuh dan 10 terluka karena menghadapi pasukan Duke Russel yang kuat juga banyak.
"Bagaimana keadaan Noran saat ini?" pikir Duke Aaron.
Ia merasa bersalah, Noran terlibat ini mungkin karena pertemuan itu.
"Tuan, kami masih bisa bertempur!" ucap seorang prajurit.
Meski ia telah terluka, ia masih memancarkan semangat bertempur. Namun Duke Aaron menggeleng.
Kembali ke sana sama saja menyerahkan nyawa mereka. Kini ia menunggu Noran dengan cemas di depan mansionnya, berharap ia baik-baik saja.
"Jika saja 2 tahun yang lalu hal itu tidak terjadi.." gumam Duke Aaron.
Ia kembali mengingat kejadian dua tahun yang lalu yang telah membuatnya dalam posisinya saat ini.
Beberapa kuda terlihat berlari ke arah mereka, dengan Noran yang berada paling depan. Di belakangnya 4 pria bersenjata juga mengikuti.
Noran memacu kudanya dan segera masuk ke dalam mansion Duke Aaron.
Kondisi mereka kini begitu buruk, hampir semua orang yang ia bawa terluka dan beberapa telah terbunuh.
Noran turun dari kudanya dan mengeluarkan 20 potion pemulihan, menyerahkannya kepada Sin untuk membagikannya.
Noran bergegas menuju ke arah Duke Aaron yang sedang duduk di teras mansion.
"Duke Aaron, mengapa anda menyatakan perang dengan Duke Russel?!" ucap Noran.
Ia tahu jika perang ini akan menguntungkan pria tua itu, Noran duduk di hadapan Duke Aaron dan memandangnya.
"Aku melakukan itu untuk menyelamatkanmu." ucp Duke Aaron.
Noran menerima niat Duke Aaron untuk menyelamatkannya, Namun ia merasa Duke Aaron terlalu gegabah.
"Ini akan menjadi pertempuran sepihak." ucap Noran.
Kemungkinan besar pasukannya hanya akan dibantai oleh pasukan Duke Russel, terlebih separuh pasukannya adalah prajurit muda yang belum berpengalaman.
__ADS_1
Duke Aaron terlihat lesu, tubuhnya juga di penuhi luka-luka sayatan karena pertempuran.
Noran mengeluarkan seluruh Iron Sword yang ia miliki, tentu saja Iron Sword peringkat Super Rare tidak ia keluarkan.
290 Iron Sword muncul di hadapan Duke Aaron, membuat sebuah gundukan kecil. Noran juga mengeluarkan 20 perisai miliknya juga.
"Apakah kamu memiliki ingot besi?" tanya Noran.
"Ya, aku memilikinya. Ada sekitar 500 ingot besi di gudang. Apa yang ingin kamu lakukan?" ucap Duke Aaron.
"Bawa semua ingot itu ke sebuah ruangan, aku tidak ingin ada satu orangpun di ruangan itu." ucap Noran.
Meski Duke Aaron merasa ragu, ia mengikuti ucapan Noran, ia segera meminta beberapa prajuritnya untuk membawa ingot-ingot besi ke sebuah ruangan.
"Ini semua adalah pedang tingkat Rare, bagikan kepada pasukanmu." ucap Noran.
"Pedang tingkat Rare?" Duke Aaron terkejut.
Ratusan pedang di hadapannya itu adalah pedang tingkat Rare? Darimana Noran mendapatkannya? Begitulah isi pikiran Duke Aaron saat ini.
"Baik, akan kubagikan pada pasukanku." ucap Duke Aaron.
Duke Aaron meminta beberapa pelayan untuk memindahkannya ke atas kereta kuda, ia akan membawanya ke wilayahnya untuk persiapan peperangan.
14 prajurit yang terluka kini telah pulih, Noran menyuruh mereka untuk mengambil sebuah pedang dan perisai.
Noran berencana untuk menjadikan mereka sebuah pasukan yang kuat.
"Sepertinya semuanya telah selesai." gumam Noran, ia memandang dua puluh prajurit yang berbaris rapi.
"Toun, latih mereka dengan baik." ucap Noran.
"Baik tuan." jawab Toun.
Noran kemudian memasuki mansion dan berjalan menuju ke ruangan yang telah di siapkan oleh Duke Aaron.
Ruangan yang cukup luas, didalamnya sudah ada setumpukan ingot besi sesuai permintaan Noran.
"Semuanya telah siap, seperti yang kamu minta." ucap Duke Aaron.
Duke Aaron meninggalkan Noran di dalam ruangan itu sendirian, dirinya kembali ke luar untuk segera menyiapkan pasukannya.
"Tempat yang bagus." gumam Noran.
.............................................................
Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.
__ADS_1
.............................................................