
"jenderal iblis telah muncul, mungkin hanya tersisa sedikit waktu sebelum raja iblis mengacau di dunia ini." ucap seorang kardinal.
semua orang yang hadir mengangguk, para paladin kini berada dalam suasana yang tegang.
melawan musuh yang memiliki keunggulan fisik, kekuatan. seakan, mereka di ciptakan untuk bertempur.
paus masih diam dan menggenggam staf miliknya erat serat. staf yang terbuat dari cabang pohon suci, serta berbagai bahan berelemen cahaya, sangat cocok untuk melawan para monster dan iblis.
"bagaimana dengan pasukan ekspedisi?" ucap sang paus.
"tuan paus, 3 tim ekspedisi telah menghilang secara misterius. hanya tersisa 2 tim dari 5 tim yang kita kirim." ucap seorang kardinal.
"menghilang?!" semua kardinal terkejut.
Angel juga terkejut, tim ekspedisi yang ia tahu adalah sekelompok pasukan terelit dari Kekaisaran Suci Erinel dan pasukan gereja.
satu tim terdiri dari 50 paladin dengan kisaran level 180-230. lalu ada 20 priest dan sekitar 200 prajurit berlevel di atas 150.
5 tim ekspedisi di kirim untuk menjelajahi hutan besar Nours yang berbahaya. satu tim ekspedisi bisa di pastikan menghadapi sebuah kerajaan kecil dan menaklukannya, meski jumlah korban akan cukup besar.
"2 tim yang tersisa kehilangan banyak pasukan, satu tim telah kami perintahkan mundur tuan paus." ucap sang kardinal.
"hanya tersisa satu tim ya?" ucap paus.
semua orang diam kembali. pasukan kebanggaan mereka, yang mereka percayai sebagai pasukan terkuat di benua ini bisa hancur seperti debu.
"apa yang harus kita lakukan tuan paus?" tanya salah seorang kardinal.
"tarik pasukan ekspedisi yang terakhir. kita membutuhkan semua kekuatan untuk melawan para iblis." ucap sang paus.
semua kardinal mengangguk, mereka setuju dengan rencana paus. mereka juga berpikir itulah langkah terbaik.
"bagaimana dengan pelatihanmu, Angel?" tanya paus.
"berjalan dengan baik, tapi tidak ada perkembangan dalam kekuatanku." jawab Angel.
suaranya yang lembut dan hangat terdengar. banyak prajurit maupun paladin muda yang termenung ketika mendengar suaranya.
"kamu butuh pelatihan lain untuk meningkatkan kecakapan tempurmu dan kekuatanmu.
salah satu cabang kami menemukan sebuah dungeon. tidak ada yang tahu ada berapa lantai di dalam dungeon itu.
monster di lantai awal juga terlihat kuat dan spesial, sekelompok skeleton, salah satu ras undead.
tempat itu akan sangat cocok untuk melatih kekuatanmu dan elemen cahaya milikmu." ucap sang paus.
Angel mengangguk, salah satu arch bishop datang dan memberikan sebuah perkamen ke paus.
__ADS_1
"pergilah ke sana dan mintalah tuan Truques memandumu. bawalah serta pasukan pendampingmu untuk berlatih juga." ucap paus.
perkamen meluncur lurus dan berhenti tepat di depan tangan Angel. Angel melihat perkamen tua di hadapannya dan menyimpannya.
"kami berharap banyak padamu, bertahan atau hancurnya kekaisaran dan gereja ini akan bergantung pada kekuatanmu." ucap paus.
Angel mengangguk dan rapat petinggi gereja akhirnya selesai. para kardinal dan paladin seluruhnya keluar, meninggalkan ruangan rapat.
hanya tersisa paus dan Angel di dalam ruangan ini. sang paus berdiri dan berjalan mengitari meja, dirinya berhenti tepat di belakang Angel.
"ada sesuatu yang sangat penting yang harus aku sampaikan padamu." ucap sang paus.
"apa itu tuan paus?" tanya Angel.
"selalu waspada dengan sekelilingmu. gereja ini sudah tidak semurni dulu.
laporan dari pelindung gereja mengatakan, dari 12 kardinal ada beberapa yang membelot dan melawan ajaran gereja." ucap sang paus.
dirinya kembali berjalan dan mengetukkan staf miliknya beberapa kali ke lantai.
"aku tidak tahu siapa yang membelot, jadi tetaplah berhati-hati. mereka mungkin akan mencoba membunuhmu di dalam dungeon." ucap sang paus.
Angel mengangguk, ia mengerti seberapa penting masalah yang di bicarakan paus.
"aku akan berhati-hati." ucap Angel.
"semoga mereka melindungimu." gumam sang paus.
dirinya merapal mantera perlindungan terkuat yang ia miliki, cahaya suci keemasan menerangi punggung Angel.
setelah selesai menggunakan sihir terkuat miliknya, wajah paus menjadi pucat pasi.
darah menetes dari sudut mulutnya, menunjukkan sihir yang ia gunakan bukanlah sihir biasa.
"sihir perlindungan gereja, umurku telah berkurang banyak.." gumam sang paus.
dirinya berjalan dengan perlahan, menuju ruangan di mana ia sering beristirahat.
...
"tuan, apa yang akan anda lakukan?" tanya Aero.
"kita tetap akan pergi ke sana, meski harus melawan para pemberontak itu." ucap Angel.
'dungeon yang berisi undead ya? apakah aku bisa bertemu denganmu lagi?' gumam Angel.
dirinya kembali ke kamarnya, berbaring dan memandang langit-langit kamarnya. langit-langit yang di dominasi warna putih, dengan lampu gantung keramik yang indah.
__ADS_1
lampu gantung juga di hias menggunakan emas murni dan berbagai permata lainnya.
selimut dari bulu beruang salju, lembut dan hangat. Aero meringkuk tepat di sebelah Angel, memandang tuannya dengan satu mata tertutup.
"apa ada yang mengganggu pikiranmu tuan?" tanya Aero.
"bukan apa-apa." ucap Angel.
di tempat lain...
seorang pria dengan jubah putih dan topeng emas duduk di kursinya, dirinya melepas topengnya, menunjukkan wajah pria paruh baya yang cukup tampan.
"kardinal Yurein, anda sudah kembali." ucap seorang pria.
pria muda dengan rambut pirang, wajahnya tampan. jika di perhatikan, ia memiliki taring kecil di giginya.
"Licius, itu hanya rapat membosankan lainnya." ucap kardinal Yurein.
"tuan Yurein, bukankah sudah waktunya bagi anda untuk mengambil alih posisi sebagai paus?" tanya Licius.
"apa maksudmu Licius?" tanya Kardinal Yurein.
dirinya memandang Licius dengan tajam, meski ia merasakan hal yang sama dengan perkataan Licius. sebagai seorang kardinal, ia harus terlihat terhormat dan berwibawa.
"tuan kardinal Yurein, anda adalah sosok yang hebat, sosok yang bijaksana.
wilayah ini menjadi makmur di bawah pimpinan anda. dan gereja cabang milik kardinal Yurein berkembang pesat." ucap Licius.
kardinal Yurein mengangguk, ia setuju dengan yang di ucapkan oleh Licius.
"lalu?" tanya kardinal Yurein.
"tuan kardinal, gereja di bawah pimpinan anda menjadi berkembang pesat, kontribusi anda begitu besar.
dan lihatlah, apakah di bawah pimpinan paus gereja dapat berkembang dengan baik?
kekaisaran suci ini juga telah goyah, saya yakin banyak yang membenci kepemimpinan paus. bukankah tuan berpikir, paus telah terlalu lama duduk di kursi kekuasaan?" ucap Licius.
kardinal Yurein kembali mengangguk, ia setuju dengan apa yang di katakan Licius. terlebih, kalimat terakhir, ia berpikir paus sudah terlalu lama dusuk di posisinya.
"sudah seharusnya gereja di pimpin okeh tuan Yurein, sosok yang paling tepat. saya yakin tuan Yurein akan membawa kejayaan pada gereja." ucap Licius.
"gereja terlalu kuat, aku tidak bisa menggulingkan paus begitu saja." ucap kardinal Yurein.
"jika aku memiliki caranya?" ucap Licius.
note : mohon maaf semuanya atas kendala dalam chapter sebelumnya. ada sedikit bug sehingga up 3 kali untuk ch yang sama.
__ADS_1
akan saya usahakan up setiap hari~ tapi saya tidak bisa janji~ paling lama up 2/3 hari sekali.