
ding! berhasil! senjata tingkat epic tercipta! penguasaan +100!
Noran memandang pedang di hadapannya, ia puas dengan pedang ini. tampilan ganas dan mematikan terlihat jelas dari bilahnya yang ramping dan tipis.
"baiklah, sepertinya ini cukup." gumam Noran.
karena hari yang semakin larut, Noran memutuskan untuk beristirahat.
...
di kegelepan malam, dua orang berjubah hitam tengah berdiri di atap sebuah bangunan. salah satu di antaranya memegang busur.
tatapan amarah dapat terlihat di wajahnya. ia menggenggam busur dengan begitu erat.
"Rayle, tenangkan dirimu." ucap sosok lainnya.
dengan sebuah pedang tipis di pinggangnya, ia berdiri di samping sosok itu. keduanya memandang bangunan berbata merah milik penjual budak.
"jika kamu tidak bisa mengendalikan dirimu, misi kita akan gagal." ucap sang pria lagi.
dengan menggertakkan giginya, Rayle berusaha untuk menekan emosinya. ia tahu ini akan membahayakan keduanya.
"bagus, kita akan menyelinap sekarang." ucap sang pria.
Rayle mengangguk, keduanya menghilang di gelapnya malam. bulan bersinar redup malam itu, dengan gagak menghiasi malam yang sunyi.
ini tengah malam, hanya sedikit penduduk ibukota yang berkeliaran di jalan. yang terlihat hanya beberapa regu patroli kecil, mengawasi keamanan ibukota di malam hari.
keduanya melesat dan menghilang. beberapa saat kemudian, mereka muncul di samping lorong gedung yang gelap.
"tunggu sebentar, biarkan mereka lewat dahulu." ucap Falur.
mereka menunggu regu patroli untuk lewat. setelah regu patroli lewat, mereka bergegas memasuki bangunan bata penjual budak.
dengan mudah mereka melesat masuk. sesaat setelah masuk, keduanya tidak berani menarik nafas. tak kurang dari 30 orang tertidur di tempat ini.
tak mereka sangka, pria gendut itu memiliki banyak penjaga di bawahnya. selain itu, mereka juga memiliki level cukup tinggi.
yang terendah memiliki level 90 dan tertinggi berlevel 100. satu dari mereka akan mudah untuk di urus, namun 30 orang secara bersamaan, bisa di pastikan mereka akan kalah.
perlahan, keduanya berjalan mengendap. mereka mencoba melewati penjaga-penjaga yang tertidur itu.
setelah berhasil melewati para penjaga di lantai atas, mereka berjalan menuju tangga. ada dua tangga di sana, satu mengarah ke lantai dua dan satu lagi mengarah ke lantai bawah tanah.
"ayo, kita harus menyelamatkan tuan putri." ucap Falur.
__ADS_1
Rayle mengangguk, keselamatan sang putri adalah yang terpenting bagi mereka. keduanya bergegas menuruni tangga.
setelah menuruni tangga, mereka melihat sebuah kurungan besi di ujung lorong. belasan jeruji lainnya terlihat di sisi kanan dan kiri lorong.
ada banyak ras lain di sini, ras manusia, beastman, elf, dwarf, bahkan terlihat ras naga yang langka terlihat di kurung di dalam sel.
"begitu banyak budak di sini." ucap Falur.
ia merasa begitu marah dengan hal ini. selain tempat yang kotor, tak sedikit dari mereka yang terlihat mengalami penyiksaan.
bahkan, terlihat beberapa mayat di dalam jeruji yang ada. sekarang mereka mengerti mengapa sang ratu membenci ras manusia.
ras manusia terlalu kejam dan mengerikan, ini alasan mengapa ras Elf memilih menghindar dari ras manusia.
melihat gadis berambut perak di ujung, mereka berlari segera. itu adalah sang putri yang mereka cari.
setelah menemukannya, mereka ingin melepaskannya dan membawanya kembali ke benua Busvil, tempat di mana ras snow elf seharusnya berada.
"tuan putri!" teriak keduanya.
sang gadis menoleh, melihat dua wajah yang di kenalnya membuat ia merasa sedikit bersemangat.
"Falur! Rayle!" ucap sang gadis.
ia mencoba berjalan mendekat ke jeruji besi. namun, rantai yang ada terlalu pendek. ini membuatnya tidak bisa mendekat lebih jauh.
Falur mencoba mencari di mana kunci jeruji besi ini. namun, ia lupa jika kunci akan berada di salah satu penjaga.
"tunggulah sebentar tuan putri, kami akan segera kembali." ucap Falur.
keduanya hendak kembali ke lantai satu untuk mengambil kunci. saat itu wajah sang putri menjadi pucat, ia berteriak dengan kuat ke arah keduanya.
"awas!" teriak sang putri.
keduanya menoleh ke belakang, mereka melihat sesosok manusia berbadan kekar tersenyum jahat ke arah mereka.
"hehe, tak kusangka akan ada dua elf lainnya. tuan mungkin menyukai ini dan memberiku bonus lebih." gumamnya.
balok besar ia pukulkan ke arah keduanya. keduanya jatuh tersungkur tak sadarkan diri.
melihat ini, wajah sang putri menjadi sedih dan murung. para penjahat ini begitu keji dan biadab.
"hehehe, apa yang kamu lihat?" ucap sang pria.
ia melemparkan tubuh keduanya ke dalam jeruji besi, merampas senjata mereka dan pergi.
__ADS_1
"sungguh keberuntunganku malam ini, bos pasti akan memberiku bonus kali ini." gumam sang pria sembari menggosokkan kedua tangannya.
...
hari berganti, cuaca cerah menyapa seluruh ibukota kekaisaran. hari ini, distrik perdagangan menjadi lebih ramai.
ini karena berita tentang pelelangan yang di buat oleh pelelangan Ruen. semua orang menjadi tertarik mengenai elf rupawan yang akan di lelang hari ini.
berbagai bangsawan dan saudagar kaya raya berkumpul di sini, untuk bersaing mendapatkan sang elf.
Noran bangun dan memeriksa tokonya, ini masih sepi. yah, bagaimanapun ini hari pertama mereka membuka toko.
Noran melihat para ksatria yang tengah melakukan pekerjaan mereka. Noran puas mereka melakukannya dengan baik. namun, dengan situasi seperti ini bagaimana ia bisa kaya?
Noran menyuruh mereka untuk memberikan sample gratis pada beberapa pedagang yang lewat ataupun penduduk yang terlihat mampu.
setelah merasa cukup, ia berjalan menuju ke pelelalangan. hari ini, jalanan ini begitu penuh sesak oleh kereta kuda.
beruntung ia telah mempersiapkan benda itu semalam. Noran segera melesat dengan cepat menuju ke pelelangan Ruen.
...
pelelangan Ruen...
gedung ini begitu besar dan mewah, banyak kereta mewah terparkir di depan gedung ini.
Ambrosia...
Herlust...
Sanerdiv...
ini semua kereta dari keluarga Duke kekaisaran. Noran tidak tahu seberapa banyak Duke kekaisaran, namun setiap dari mereka bisa di pastikan lebih kuat dari Duke di kerajaan Rosvelt.
selain itu, ada banyak saudagar kaya di sini. bahkan, terlihat kereta kuda dari Chesster company yang terkenal di sini.
"begitu banyak orang di sini." gumam Noran.
saat dirinya hendak masuk, seorang pelayan menghentikannya. ia mengatakan siapapun yang ingin bergabung dalam pelelangan harus membayar tiket masuk.
Noran mengikutinya menuju salah seorang resepsionis yang ada. itu adalah seorang winata dari ras beastman, lebih tepatnya ras catkin.
"selamat datang di pelelangan Ruen, untuk masuk dan bergabung ke pelelangan anda harus membayar tiket masuk.
untuk lantai satu seharga 100 koin emas, untuk lantai dua seharga 1.000 koin emas.
__ADS_1
lantai berapa yang tuan inginkan?" ucap sang pelayan.
"lantai satu, tolong." ucap Noran.