
Situasi kerajaan semakin rumit untuk saat ini, Noran hanya berada di dalam mansion saat ini, bagaimanapun ia berencana untuk menyatukan tiga desa menjadi sebuah kota.
Akan membutuhkan banyak uang untuk memulai pembangunan kota lainnya, Noran juga membutuhkan banyak senjata untuk pasukannya.
Membuat terlalu banyak senjata tingkat Rare akan menurunkan harganya dan memperkuat musuh, itu akan buruk.
Noran memilih membuat dua senjata tingkat Epic, bagaimanapun itu hanya dua, jika mereka menjadi musuh akan lebih mudah mengurusnya.
Lima ingot baja ia lemparkan untuk membuat senjata, ia mulai membayangkan bentuk pedang panjang dan ramping, hanya memiliki satu bilah dengan ukiran naga di kedua sisinya.
Gagangnya memiliki bentuk seperti tulang dengan sebuah lubang di ujungnya, Noran menggunakan sebuah inti monster di sana.
[Dragon sword : Epic
Durabality : 1.500 / 1.500
Damage : 1.300
Sebuah pedang dengan ukiran naga, memiliki keganasan dan ketajaman seperti naga. Bunuh musuhmu dengan pedang agung ini.
Efek : 10% damage ]
Noran mulai membuat kembali pedang lainnya, ia membayangkan sebuah pedang ramping dan panjang dengan dua bilah di sisinya.
Dengan gagang memiliki ukiran tengkorak di ujungnya, serta sisi tajam di gagangnya. Sebuah cekungan terlihat di bilah, sebagai tempat mengalirnya darah.
[Dark Skull Sword : Epic
Durability : 1.500 / 1.500
Damage : 1.300
Sebuah pedang dengan hawa kematian di dalamnya, buat terror untuk musuhmu kemanapun kamu pergi.
Efek : 10% dark elemen ]
Mungkin ini pedang yang bagus, Namun bagi Noran ini masih kurang. Noran kemudian memperkuat kedua pedang ini dengan Enchanting miliknya.
...
Kedua pedang di perkuat dengan Damage boosting, membuat kerusakan yang dihasilkan meningkat hampir dua kali lipat.
Untuk Dragon Sword, Noran menambahkan kemampuan recovery dan untuk Dark skull Sword ia menambahkan Speed Bosting, mampu meningkatkan 10% kecepatan.
Dalam pertempuran, satu perbedaan kecil bisa berakibat besar, bahkan mungkin membunuh mereka.
"Apakah ada tempat yang bagus untuk menjual dua senjata ini?" pikir Noran.
Meski mereka mampu terjual 10.000 koin emas di kerajaan ini, di pasar gelap tentu saja akan meningkat beberapa kali lipat.
"Akan aku tanyakan pada Sin, mungkin ia tahu." gumam Noran.
Noran kemudian keluar dari kamarnya, sepertinya dua gadis itu merasa bosan di mansion.
"Kalian bosan?" tanya Noran.
__ADS_1
Kedua gadis itu segera bangkit dan menghampirinya, Noran merasa waspada dan mundur beberapa langkah.
"Apa yang kalian inginkan?" tanya Noran.
"Bersenang-senang." ucap keduanya.
"Bersenang-senang? Tidak bisakah kalian bermain ice skating saat ini?" tanya Noran.
"Itu membosankan." ucap Esline.
"Permainan hoki?" tanya Noran.
"Terlalu kasar." ucap Alice.
Entah mengapa Noran merasa ada sesuatu yang mereka rencanakan, ia mampu tahu dengan tatapan mata keduanya.
"Aku masih ada urusan lain, akan kubawakan hadiah nanti." ucap Noran sembari pergi menjauh.
"Heh?!" keduanya terkejut.
Noran kemudian menemui Grim, menanyakan keberadaan Sin saat ini.
"Mungkin tuan Sin saat ini tengah di kota, mengurus beberapa hal." ucap Grim.
"Apakah kamu tahu pasar gelap di dekat sini?" bisik Noran.
Grim merasa terkejut, ini pertama kalinya Noran berbicara dengan begitu pelan, dan isi pembicaraannya bahkan lebih mengejutkan lagi baginya.
"Mengapa tuan mencari pasar gelap? Apa tuan mencari budak?" tanya Grim.
"Ya, ada berbagai jenis budak yang di jual di sana. Jika bukan budak, mengapa tuan mencari pasar gelap?" tanya Grim.
"Aku memiliki bisnis penting, apa kamu tahu?" tanya Noran.
"Ada 3 pasar gelap di dekat kita, namun yang terbesar adalah Dark city, itu ada di dalam hutan besar Nours." ucap Grim.
Ia hanya mendengar dari rumor yang beredar, Grim tidak tahu apakah itu benar atau salah.
"Dark city? nama yang cukup bagus." pikir Noran.
"Jangan beritahukan pada siapapun." ucap Noran.
Grim mengangguk, untuk datang ke pasar gelap seperti itu, akan berbahaya jika ia hanya datang sendiri.
Noran kemudian menemui Sin, dia terlihat sedang mengawasi perkembangan kota.
"Tuan, anda sedang berkeliling?" tanya Sin.
"Ya, begitulah. Aku ingin mengajakmu ke sebuah tempat." ucap Noran.
"Kemana tuan?" tanya Sin.
"Dark city." bisik Noran.
"Aku akan mengajakmu dan Mike kesana, akan berbahaya jika sendirian." ucap Noran.
__ADS_1
Noran tidak pernah takut jika harus melawan orang yang lebih kuat, namun berjaga-jaga lebih baik daripada gegabah.
Sin kemudian memanggil Mike, dalam waktu singkat ia menemui Noran kembali.
Noran kemudian pergi menuju ke hutan pinus, pemukiman goblin kini lebih besar, dan sistem keamanan mereka sepertinya di tingkatkan.
Ada dua menara pengawas di dekat terowongan, dengan gerbang kayu yang di jaga puluhan wind wolf.
Noran memandang telur kemerahan di pusat pemukiman, puluhan wind wolf menatap telur itu dengan penasaran.
Crack...
Seekor burung mungil muncul, burung itu memiliki paruh bengkok keemasan, bulu merah dan jambul kekuningan.
"Seperti elang." gumam Noran.
Noran memutuskan untuk mendekat ke arah burung dan menjinakkannya.
[Ding! Selamat berhasil menjinakkan Garuda! Rank : Divine beast!]
"Garuda?! Divine beast?!" Noran terkejut melihatnya.
Kini skill tamingnya telah menembus ke tingkat intermediate, 50 slot menghilang dalam sekejap.
Namun Noran merasa sepadan, ini setara dengan tingkat divine monster miliknya.
"Sungguh! Ini divine Monster!" Noran merasa begitu senang.
[Nama : (belum diberi nama)
Rank : Divine
Level : 1
Monster tingkat divine, monster yang dipilih oleh para dewa untuk menjadi penjaga Acadia.
Divine monster Garuda, raja dari segala monster burung, musuh dari ras Naga dan Pheonix.]
Meski itu divine beast, itu masih baru lahir, sepertinya ia harus membuatnya tumbuh lebih kuat.
Burung kecil itu nampak mirip dengan burung pipit api, hanya ada perbedaan kecil antara keduanya.
Noran kemudian menemui Sin dan Mike, mereka memandang burung merah kecil yang ada pada Noran.
"Burung pipit api? Apa tuan menyukai monster itu?" gumam keduanya.
" Ayo berangkat." ucap Noran.
Mereka berlari menuju ke hutan besar Nours, melesat menuju ke Dark City yang berada di dalam hutan berbahaya ini.
.............................................................
Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.
.............................................................
__ADS_1