
"sepertinya begitu, siapa yang akan maju duluan?"ucap komandan Zen.
komandan Gras hanya diam sembari memeriksa busur hitam miliknya. dirinya tidak memperdulikan pasukan Noran di hadapannya.
"sepertinya kalian tidak tertarik, biarkan aku yang memulai dulu." ucap komandan Husar.
pedang panjang ia tarik dari punggungnya. komandan Husar turun dari kuda hitam miliknya, berjalan ke arah pasukan Noran yang siap menyerang mereka.
"seorang baron yang kuat telah muncul di kerajaan kita, namun kamu telah memilih untuk memberontak, satu satunya imbalanmu adalah kematian." ucap komandan Husar.
ding!
pedang panjang tertancap dengan kuat di tanah, ekspresi meremehkan terlihat jelas dari mata biru gelapnya.
"begitukah?" ucap Noran sembari tersenyum.
komandan Husar mengerutkan kening melihat ekspresi Noran. ia telah tertangkap oleh jaring naga hitam dan di kelilingi oleh musuh.
"kenapakamu tersenyum?" tanya komandan Husar.
"tak kusangka, kerajaan besar yang indah dan damai telah berubah menjadi busuk seperti ini. tidak ada alasan lagi untuk tidak menyerang kerajaan ini." ucap Noran sembari tersenyum.
semua orang merinding melihat senyuman Noran, mereka merasa melihat senyuman seorang dewa kematian.
"omong kosong!kaku tidak akan bisa hidup setelah ini." ucap komandan Husar.
komandan Zen dan komandan Gras berhenti untuk melihat pemuda di hadapan mereka. mereka merasa sedikit tertarik drngannya.
"sepertinya Husar sangat marah kali ini." ucap Zen sembari tersenyum.
"serang mereka!" teriak komandan Husar.
dirinya berlari dengan pedang besar di sisinya, gerakannya tidak terhambat sedikitpun meski mengenakan armor yang berat.
500 kavaleri kuda hitam bersorak dan melaju ke arah pasukan di hadapan mereka. suara ringikan kuda terdengardi mana-mana, debu debu mengepul menciptakan awan debu.
"night falcon! bunuh pasukan kavaleri!" ucap Noran.
100 night falcon melesat ke arah kavaleri kuda hitam. cakar tajam merrka menembus zirah tebal mereka.
setelah berada dalam cengkraman, para night falco terbang hingga puluhan meter tingginya sebelum menjatuhkan mereka.
100 kavaleri kuda hitam terbunuh dalam sekejap, komandan Zen dan komandan Gras terkejut melihat ini.
100 kavaleri kuda hitam yang perkasa terbunuh begitu saja? mereka unit kavaleri yang kuat, namun di bunuh dengan begitu mudah oleh para night falcon.
"Gras! perintahkan pemanahmu menembak burung burung sialan itu!" teriak Husar.
__ADS_1
"aku mengerti aku mengerti! tembak burung burung yang menyerang!" teriak komandan Gras.
para pemanah mulai membidik night falcon yang datang kembali. akan buruk jika seluruh night falcon itu terus menyerang kavaleri kuda hitam.
"night falcon! terbang menjauh! lemparkan batu pada musuh!" teriak Noran.
kiak!!
seratus night falcon berbalik untuk menjauh, para pemanah melepaskan anak panah mereka. belasan dari merka terjatuh dengan tubuh di penuhi anak panah.
Noran merasa sedih melihat belasan night falcon yang mati, ia sendiri yang melatih dan membuat mereka kuat seprrti saat ini.
"formasi benteng! tusuk setiap kavaleri yang datang!" teriak Noran.
kemarahan terdengar jelas dari suaranya yang serak dan besar. dark order dan falcon rider segrrs berbaris, membentuk dinding perisai yang kokoh.
tombak panjang dan tajam teracung lurus ke arah prajurit kavaleri yang datang. kavaleri kuda hitam terus melaju, mengarahkan senjata mereka dengan marah.
"kita harus membantunya." ucap komandan Zen.
1.000 infanteri berat bergerak, membuat tanah bergetar dengan langkah kaki mereka. para pemanah telah menarik busur mereka, siap untuk menembak kapanpun.
ngkikkk!!!
kuda melaju dan menabrak barisan pasukan Noran, beberapa kuda tertusuk tombak dan membuatnya tersungkur jatuh.
kiakkkk!!
api panas menyembur ke arah pasukan kavaleri kuda hitam. puluhan pasukan kavaleri terbunuh dan puluhan lainnya kini terluka, api terus menyala di tubuh mereka.
Noean melihat ke kejauhan, 500 pemanah telah membidik mereka. jumlah pasukannya terlalu sedikit, akan buruk jika kekuatan mereka berkurang saat ini.
"perisai!" teriak Noran.
para prajurit bergegas membentuk dinding perisai, melindungi seluruh prajurit dari segala arah.
shua..
ting ting ting...
seluruh anak panah berhasil di tahan. namun saat pasukan Noran membuka perisai mereka, 1.000 infanteri berat mengepung mereka dan menyerangnya.
"sialan! pertahankan formasi!" teriak Noran.
aura keemasan menyelimuti tubuh Noran. meskipun saat ini ia tertahan oleh segel naga hitam, Noran nampak seperti seorang raja yang memimpin pasukannya di medan perang.
great commander telah aktif!
__ADS_1
kekuatan pasukan Noran meningkat 20% dalam sekejap, perlahan 3 pasukan elit kerajaan Rosvelt terdorong dan terdesak.
bum bum bum!
200 pasukan kavaleri kuda hitam terbunuh oleh pasukan Noran, juga 400 infanteri berat dan 200 pemanah ikut terbunuh.
semua orang memandang pasukan Noran dengan tak percaya. saat itu, sebuah suara retakan terdengar.
crack...
Noran menoleh, hanya menemukan rantai pengikat telah hancur berkeping keping.
'dimana dia?'pikir Noran
Noran memandang sekelilingnya. dirinya menjadi cemas, dimana pahlawan itu pergi.
di saat berikutnya, sebuah tawa terdengar dari arah benteng istana. seorang pemuda berzirah tertawa dengan riang.
"hahaha! hari ini, kamu akan mati!" ucap Andrea.
keempat gadis terkejut dengan kemunculan Andrea yang tiba-tiba. mereka berniat untuk segera menjauh, namun tubuh mereka menjadi kaku dan tidak bisa bergerak.
"semua gadis yang bersamamu begitu cantik, mana yang akan menjadi yang pertama ya?" ucap Andrea sembari tersenyum licik.
"jangan pernah kamu berani menyentuhnya!" ucap Noran dengan keras.
suaranya menjadi berat dan tekanan pada semua orang menjadi begitu kuat. Andrea tertawa saat melihat ekspresi Noran.
"tentu saja aku berani." ucap Andrea.
dirinya berada di belakang Esline, mendekatkan wajahnya dan mencium rambut Esline yang harum.
"Noran...." Esline gemetar ketakutan.
Ekspresi kemarahan terlihat jelas di mata Noran, kedua tangannya terkepal erat.
"hentikan!" teriak Noran.
"oh? apa yang akan kamu lakukan?" tanya Andrea.
Andrea mendekat ke arah Alice dan mmegang dagunya, menatapnya dengan senyuman licik.
"Noran..." Alice gemetaran ketakutan.
keempat gadis memiliki ekspresi putus asa di wajah mereka, tidak ada yang dapat mereka lakukan saat ini.
"lepaskan atau... MATI!" teriak Noran.
__ADS_1
boommm!!