
Hari ini, Noran memutuskan untuk pergi menuju ke lembah kristal bersama Duke Aaron dan ratusan pekerja yang didatangkan langsung dari Kota Artus.
"Di sini kamu ingin membuat mansion?" tanya Duke Aaron.
Pemandangan yang begitu indah bagi Duke Aaron dan para pekerja itu, hanya satu kekurangan yang dimiliki wilayah ini yaitu tidak memiliki akses ke kota lainnya.
"Ya, aku akan membuat mansion dan sebuah kota kecil di sini." ucap Noran.
"Sebuah kota kecil katamu? Jangan bercanda nak! Itu akan menghabiskan 10.000 koin emas untuk membangunnya." ucap Duke Aaron.
Bagi Noran, 10.000 koin emas bukanlah hal yang sulit, ia hanya perlu menjual beberapa senjata yang ada di penyimpanannya.
"Ya, aku rasa pekerjanya masih kurang." ucap Noran.
Ada 300 pekerja yang di bawa oleh Duke Aaron, ia ingin membuat kota kecil ini secepat mungkin.
"Aku akan mencari pekerja lain di kota Turin." ucap Noran.
Noran memberikan 5.000 koin emas miliknya kepada Duke Aaron, kantong kulit yang cukup besar terlihat sangat penuh oleh koin-koin emas ini.
"Buatkan mansion yang mewah untukku. Apakah ini cukup?" tanya Noran.
"Berapa ini?" tanya Duke Aaron.
Itu terasa begitu berat, ia memperkirakan jumlahnya sekitar ribuan koin emas.
"Ada 5.000 di dalam sana." ucap Noran.
"5.000 katamu?! Dan kau ingin membuat mansion dengan uang sejumlah ini?! Kau bahkan bisa membuat kastil kecil beserta bentengnya dengan ini!" ucap Duke Aaron.
Ini sama penghasilan di wilayahnya selama sebulan. Ia heran, dari mana Noran memiliki uang sebanyak itu.
"Jangan kastil, bangun mansion saja, untuk benteng, itu terlihat bagus, jangan lupa dengan menara pengawasnya." ucap Noran.
Duke Aaron hampir pingsan mendengarnya, mungkin hanya Noran yang bisa membuang ribuan koin emas tanpa berkedip.
"Anak ini terlalu kaya..." gumam Duke Aaron.
Sebagai seorang pemimpin wilayah yang berpengalaman, pembangunan sebuah mansion bukanlah hal besar untuknya.
"Letakkan pondasinya disini, ukur dengan benar, jangan lambat." Duke Aaron terlihat terus memantau pembangunan mansion Noran.
Sementara itu, di kota Turin Noran saat ini tengah merekrut 500 pekerja lainnya dan menyuruh mereka datang dan menemui Duke Aaron.
__ADS_1
Untuk gaji mereka, ia sepenuhnya menyerahkannya pada Duke Aaron untuk mengaturnya.
Noran bisa membayangkan seberapa kesal dan sakit kepalanya Duke Aaron saat ini.
Noran berjalan masuk ke mansion, di sana sebagian besar prajurit yang ia rekrut telah datang. Noran juga menginstruksikan agar mereka datang dan membantu pembangunan yang ada.
Dengan pekerja sebanyak itu kota kecil yang sederhana seharusnya dapat selesai dalam satu pekan.
Noran berjalan masuk ke mansion, disana Baroness Rianna dan putrinya, Alice tengah menyambut Noran, kini keduanya cukup hangat.
"Maaf aku membuat desa Corton hancur." ucap Noran.
"Tidak, tidak apa. Aku tidak bisa menyalahkanmu, para kobold yang menyerang terlalu kuat." ucap Baroness Rianna.
"Apakah mereka menyerang tiap tahun?" tanya Noran.
"Ya, setiap tahun para kobold akan menyerang wilayah selatan, dengan hilangnya desa Corton, tahun depan pergerakan mereka akan lebih leluasa." ucap Baroness Rianna.
"Aku jamin mereka tidak akan dapat bergerak bebas." ucap Noran.
"Apa maksudmu?" tanya Baroness Rianna.
"Aku akan membangun kota kecil di sana, dan mengubah wilayah selatan menjadi wilayah yang makmur." ucap Noran.
"Musim dingin hampir tiba, masih ada beberapa masalah yang harus di urus, seperti pakaian musim dingin, persediaan makanan dan beberapa hal lainnya." ucap Baroness Rianna.
Setumpuk berkas ia berikan pada Noran, semua masalah yang ada berkaitan dengan musim dingin yang hampir tiba.
"Pakaian musim dingin? Apakah banyak penduduk yang kurang mampu di wilayah ini?" tanya Noran.
"Wilayah Barliester adalah salah satu dari beberapa wilayah termiskin di kerajaan Rosvelt." ucap Baroness Rianna.
Noran membaca setiap masalah yang tertulis dan memikirkan solusi terbaik untuk setiap masalah.
"Untuk pakaian musim dingin, aku akan menyediakannya. Apakah ada sejumlah besar jahe?" tanya Noran.
"Jahe? Itu hanya tanaman liar di sini, jumlah mereka terlalu banyak." ucap Baroness Rianna.
"Tanaman liar? Suruh para prajurit untuk mengumpulkan sebanyak mungkin jahe.
Dan aku akan mengadakan festival musim dingin nanti, agar semua penduduk dapat menikmati musim dingin dengan bahagia." ucap Noran.
Noran menyuruh Mike untuk memesan sebanyak mungkin pakaian tebal, sementara Sin dan Ruli akan berkeliling kota dan desa, mendata apa yang menjadi kebutuhan dalam musim dingin ini.
__ADS_1
Sementara itu Toun bergabung dengan pasukan kota dan mengumpulkan lebih banyak jahe yang ada.
"Mengapa tuan membutuhkan banyak tanaman jahe?" itulah yang di pikirkan oleh Toun.
Saat ini, Noran sedang menikmati waktu luangnya di belakang halaman mansion dan berbaring, menatap langit yang di penuhi awan berbagai bentuk.
"Apa yang sedang kau lakukan?" sapa Esline.
"Esline, aku sedang menikmati waktu luang dan merasakan angin yang berhembus." ucap Noran.
Esline duduk di sampingnya dan memandang langit dengan tenang, Noran kini memandang wajah Esline.
Angin berhembus membuat rambutnya terayun ringan, Esline kemudian menyilakan rambutnya ke belakang telinga, membuatnya terlihat begitu cantik.
"Apa yang kamu lihat?" tanya Esline.
"Tidak ada, hanya melihat malaikat di sampingku." ucap Noran.
"Ma... Maa.. Malaikat?" Wajah Esline menjadi tersipu malu, ia membenamkan wajahnya diantara dua kakinya.
"Kamu tahu tidak? Mungkin kerajaan ini hanya akan dapat bertahan beberapa tahun lagi." ucap Noran.
"Mengapa?" Esline merasa penasaran mengapa Noran bisa berpikir seperti itu.
"Ya, itu sudah pasti. Para bangsawan saling berperang dan berebut wilayah kekuasaan.
Sementara di kerajaan besar lainnya, mereka bersatu dan memperkuat kerajaan mereka.
Hanya menunggu waktu dan kesempatan sebelum mereka menyerang kerajaan Rosvelt." ucap Noran.
Seperti yang dikatakan oleh Noran, kebanyakan bangsawan sibuk meningkatkan kekuatan wilayah mereka dan mencoba merebut wilayah lainnya.
Membuat ribuan prajurit yang siap tempur mati sia-sia, dan para pemuda yang seharusnya berlatih untuk mempersiapkan diri malah di rekrut menjadi prajurit muda.
"Jika itu terjadi, aku akan berada di sisimu dan memastikanmu aman." ucap Noran.
"Hm...Terimakasih." ucap Esline.
Dirinya menoleh ke arah Noran dan menampilkan senyuman manis, itu sangat cantik dan manis.
.............................................................
Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.
__ADS_1
.............................................................