7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
extra episode


__ADS_3

Noran saat ini duduk di kursinya, 10 goblin captain, 5 jenderal dan beberapa sosok penting lainnya hadir di ruangan tahta.


"tuan, mengapa anda memanggil kami semua? apakah ada sesuatu yang penting?" tanya Shin.


"ya, ini sangat penting. bagaimana dengan hasil kebun dan ternak kita." ucap Noran.


"yah, panen kali ini sangat memuaskan tuan. Kita mendapatkan jumlah yang besar." ucap Grim.


dirinya memberikan data laporan kepada Noran. Noran tersenyum dan meletakkan laporan itu.


"baiklah, persiapkan pesta. ini adalah hari yang penting!" ucap Noran.


semua orang bingung dan mengikuti Noan keluar. mereka terus berjalan hingga berhenti di lapangan luas.


"tuan, apa yang sebnarnya tuan ingin lakukan?" ucap Herton.


"lihatlah ini!" ucap Noran.


sebuah benda raksasa muncul tepat di tengah lapangan, berbentuk persegi dengan bentuk yang aneh.


"apa ini?" tanya semua orang.


"ini ketupat!" ucap Noran.


"ketupat?!" wajah semua orang menjadi bingung.


"ya, ketupat. makanan lezat yang menakjubkan. kalian hanya bisa memakannya hari ini." ucap Noran.


"heh?!" ucap semua orang.


Noran mengeluarkan beberapa pilar yang telah di hiasi dengan ribuan ketupat.


terikat juga berbagai buah dan sayur i gunungan itu. Noran memandangnya dengan senang.


sebuah sosok berambut pink muncul dari belakang barisan dan menarik Noran begitu saja.


wanita muda yang cantik, kira kira terlihat umur 20 tahunan. dirinya mengenakan gaun bermotif bunga yang indah.


"heh?! siapa kamu?!" ucap Noran terkejut.


"kamu lupa padaku? jahat." ucap sang gadis.


ia berkedip ke arah Noran dan terus menariknya ke depan. beberapa sosok tak di kenal juga muncul. penampilan merek terlihat aneh.


pria tua berambut putih, mengenakan gamis putih. pria kekar berpakaian kemeja dan gadis lain yang mengenakan gaun polos.


"hish, kenapa aku harus memakai pakaian anak anak." ucap seorang pria kerdil.


dewa kurcaci menggerutu dan menarik naik pakaian setelan miliknya, Noran tertawa melihatnya.


"bocah berjnggot!" ucap Noran.


"bocah! siapa yang kau panggil bocah berjenggot?!" teriak dewa kurcaci.


ia melemparkan cawan kayu miliknya dan mengeluarkan cawan lain.


thuk..


"aduh!"


"nak, kamu sudah tumbuh lagi, bagaimana? menyenangkan bukan?" tanya dewa dunia.

__ADS_1


"oh? kamu..." ucap Noran.


ia mengingat-ingat kembali dan akhirnya teringat siapa mereka. semua dewa dan dewi yang ia temui berada di tempat ini.


"kalian?! kenapa kalian datang ke tempatku?!" ucap Noran.


"hanya berkunjung, bukankah ini hari yang spesial?" ucap sang dewa dunia.


"hari spesial?" ucap Noran.


"Noran, siapakah mereka?" tanya Esline.


Esline, Alice, Lisa dan Sylfia menatap pria tua berpakaian aneh di hadapan mereka. masing masing merasa curiga dengan kemunculan mereka.


"dia..."


"aku kakeknya. siapakah kalian?" tanya dewa dunia.


'kakek?! dari mana kamu kakekku?!' gumam Noran.


'secara teknik, kamu keturunanku.' ucap dewa dunia.


"salam kakek, saya Esline von Rosvelt siapakah nama kakek?" tanya dewa dunia.


dewa dunia tersenyum, "namaku Karius Anderson. sungguh gadis yang cantik."


"te-terimakasih." ucap Esline.


ia memalingkan wajahnya yang memerah, Satu persatu dari dari merrka memperkenalkan diri dan memerah ketika di puji.


"jadi, dimanakah dari kalian yang merupakan calon istri cucuku?" ucap dewa dunia.


"tentu saja, kakek ingin melihat cicit kakek." ucap dewa dunia sembari tersenyum.


"i-itu ka-kami.." ucap ketiganya malu-malu.


"ho~ tiga istri sekaligus~ kamu memang keturunan keluarg anderson." ucap dewa dunia sembari tertawa riang.


"keluarga anderson? kami belum pernah mendengarnya, bisakah kakek menceritakannya?" tanya ketiganya.


keempatnya berbincang sendiri dan mendengarkan cerita dewa dunia. Noran merasa malas bergabung dan melihat ke arah lain.


"aiyoh! apa yang kau lakukan?! ucap Noran.


ia terkejut melihat dua pria kekar yang mirip terus menebaskan pedang mereka pada gunungan.


" hentikan! kalian akan merusaknya!" teriak Noran.


"hm begitukah? benda apa ini? kenapa aneh sekali?" ucap salah seorangnya yang merupakan dewa pedang.


"itu adalah gunungan." ucap Noran.


Noean berpikir akan sulit menangani mereka bersamaan. terlebih, penampilan mereka sangat aneh. mengapa mengenakan baju koko, gamis dan gaun yang tertutup di sini?!


"benarkah?! keluarga Andreson memang hebat." ucap keempatnya.


masing masing memiliki wajah antusias dan wajah yang memerah, ekspresi bersemangat jelas terlihat di wajah mereka.


"tentu saja, dulu ketika masih muda aku memiliki 9 istri." ucap dewa dunia.


'kenapa aku merasa memiliki kakek yang seorang ahli poligami?' gumam Noan dengan datar.

__ADS_1


"luar biasa, kakek memang hebat." ucap Alice.


'aku mohon, jangan katakan itu.' gumam Noran.


dewa dunia menoleh dan memandang Noran dengan senyum hangat, namun bagi Noran senyumannya berbeda.


'jangan lupa, lakukan apa yang ku katakan.'


itulah yang tersirat di senyuman dewa dunia. Noran menatapnya dengan kesal.


'9 istri?! kau gila?! kakek macam apa yag menyuruh cucunya memiliki 9 istri!' gumam Noran di dalam hati.


"gunungan? apa itu gunungan?" tanya dewa perang.


"gunungan adalah sebuah ungkapan syukur atas segala yang dimiliki, juga tanda kemakmuran dan kesuburan." ucap Noran.


"menarik, kenapa tidak menggunakan gunung asli?" tanya dewa perang.


'memakai gunung asli?! siapa yang bia mengangkatnya!' Noran merasa semakin kesal dengan semua orang di hadapannya.


"semua orang bisa mengambil apapun yang terikat di gunungan, dan berharap keberkahan kalian dapatkan." ucap Noran.


semua orang mulai berebut. mengambil apa yang ada di 9 gunungan itu. para dewa dan dewi itu menggunakan kekuatan mereka untuk mengambil apa yang terikat di unjung gunungan.


"semua teman kakek adalah penyihir!" ucap Alice dengan riang.


"kalian berlebihan!" teriak Noran.


setelah perebutan gunungan, Noran kembali ke mansion dan bersiap untuk makan. ia terkejut yang terhidang di meja bukan hidangsn seperti biasa.


Opor, sate, gulai, rendang dan brbagai makanan dari dunia asalnys yaitu bumi. dan semua yang terhidang adalah makanan spesial.


"selamat hari raya Noran." ucap dewa dunia.


"hari raya?" ucap Noran bingung.


"hari ini adalah hsri raya, apakah kamu lupa?" ucap dewi aphrodite.


"dan siapa kamu?" tanya Lisa.


"Dia adalah Asphire, cucu sahabatku. sepertinya dia tertarik padamu." ucap dewa dunia.


'itu tidak mungkin.' gumam Noran dan menatap merek dengan datar.


"kapan kalian akan mengucapkannya?!"


sebuah suara terdengar di kepala Noran dan para dewa, membuat mereka gemetaran.


"maafkan kami!" balas mereka.


"untuk semua yang berada di rumah, tetaplah semangat! selamayt hari raya idul fitri!" ucap Noran.


"""selamat hari raya idul fitri!""" ucap semua orang.


"kamu tidak boleh minum sake hari ini. tidak boleh ada minuman keras sepanjang hari ini." ucap Noran.


"heh?!" ucap dewa kurcaci dengan terkejut.


dewa dunia menjentikkan jarinya dan membuat semua cawan sang dewa menghilang.


"embalikan cawanku!" teriak dewa kurcaci.

__ADS_1


__ADS_2