
setelah menempuh perjalan yang panjang, akhirnya mereka tiba di wilayah Kekaisaran Zugen. mereka tidak segera masuk menuju ke kota, karena mereka memiliki pemeriksaan ketat ke dalam kota.
"kita akan masuk ke hutan untuk beberapa hari. gunakan waktu ini untuk mengasah kemampuan kalian." ucap Noran.
semua ksatria yang ada mengangguk dan berpencar. terlihat beberapa tengah mendirikan tenda, beberapa lainnya mengumpulkan kayu dan air, sementara yang tersisa pergi untuk berburu.
bagaimanapun, mereka membutuhkan makanan untuk bertahan hidup. perbedaan antara prajurit Normal dan para ksatria terlihat jelas di sini.
mereka memiliki kemampuan bertahan hidup lebih baik dari para prajurit normal. mungkin itu karena mereka di ajarkan saat berada di akademi.
sementara para prajurit normal, mereka hanya di ajarkan bagaimana membunuh dan mengalahkan musuh. tidak ada pembelajaran bertahan hidup di hutan, karena itu adalah tanggung jawab para bangsawan ataupun pimpinan mereka.
setelah puas melihat mereka cakap dalam memilih keputusan, Noran memutuskan untuk pergi. dirinya melesat menembus hutan yang rimbun dengan kecepatannya.
ia membutuhkan bahan untuk membuat topeng penyamaran, bahan yang ia butuhkan adalah darah kera setan dan tulang dari serigala abu-abu.
setelah cukup lama mencari, akhirnya ia menemukan sekawanan serigala abu-abu. ada 20 dari mereka, dengan masing-masing serigala berada di level 80.
seekor serigala mencium aroma manusia, membuatnya menjadi waspada dan mengeram.
"grrr..."
19 serigala lainnya menjadi waspada, mereka kemudian melirik ke arah sebuah semak-semak dimana Noran berada.
"sepertinya mereka tahu keberadaanku." gumam Noran.
Noran kemudian menggunakan skill Silent Step miliknya. dalam beberapa saat kemudian, Noran muncul di hadapan satu serigala dan menusuknya.
[ding! membunuh satu serigala abu-abu! exp +6!]
karena perbedaan level yang besar, Noran tidak mendapatkan banyak Exp. dirinya kemudian melesat dan membunuh satu-persatu serigala abu-abu lainnya.
[ding! membunuh satu serigala abu-abu! exp +6!]
ding! membunuh satu serigala abu-abu! exp +6!]
ding! membunuh satu serigala abu-abu! exp +6!]
...
...
...
__ADS_1
ding! membunuh satu serigala abu-abu! exp +6!]
20 mayat serigala berserakan di tanah, Noran menyimpan seluruh mayat yang ada. ia kemudian memeriksa map miliknya.
tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini, terdapat banyak titik merah bergerombol. ada beberapa kelompok dalam titik merah ini, terlebih mereka terpisah dalam jarak yang relatif sama jauhnya.
"apa ini?" pikir Noran.
Noran kemudian melesat menuju ke salah satu kelompok yang ada, ia menemukan 20 grey wolf lainnya.
setelah beberapa saat, ia berhasil membunuh mereka tanpa satu kesulitanpun. Noran kembali melesat menuju kelompok lainnya.
...
setelah beberapa kali, ia selalu menemukan sekelompok grey wolf dalam jumlah yang sama. karena penasaran, Noran memutuskan untuk mengikuti salah satu kelompok grey wolf.
terlihat sekelompok grey wolf tengah memburu seekor banteng bertanduk tiga yang memiliki level 100. mereka mengelilinginya dan menyerang secara bergantian.
yang membuat Noran takjub adalah meeka mampu bekerjasama dengan baik dan membunuh banteng bertanduk tiga. dalam beberapa lama kemudian, bantwng itu terbuuh dan terkapar di tanah.
dari 20 grey wolf yang ada, hanya satu atau dua yang terluka. terlebih, mereka hanya mengalami luka ringan.
"woof!"
Nodan perlahan mengikuti mereka dari kejauhan. mereka kemudian tiba di sebuah tanah lapang yang cukup luas, tanah yang memiliki padang rumput luas dengan pepohonan besar yang mengelilinginya.
di sana, ada puluhan ribu grey wolf berbaring, ratusan di antaranya memiliki tubuh 2 kali lipat lebih besar. puluhan di antaranya memiliki tubuh yang lebih besar dan memiliki dua ekor.
[grey wolf cheif
level : 170
23.000 / 23.000]
[grey wolf tiran
level : 250
50.000 / 50.000]
grey wolf cheif memiliki tubuh sepanjang 5 meter dengan tinggi mencapa 3 meter. sementara itu, grey wolf tiran memiliki ukuran 4 kali lebih besar.
panjangnya mencapai 20 meter dan tinggi hingga 12 meter. selain itu, ia memiliki dua ekor dengan duri di sepanjang punggung hingga ke ekor.
__ADS_1
lalu, ada grey wolf lainnya duduk di pusat padang rumput. tubuhnya begitu besar, dengan mata tambahan di tengah kening serta tiga ekor yang menjuntai.
[grey wolf king
level : 500
1.000.000 / 1.000.000
monster kelas bencana]
Noran memperhatikan papan yang melayang di atasnya, itu berwarna abu-abu gelap. tertulis di bawahnya monster kelas bencana.
monster tingkat ini mampu menghancurkan sebuah kerajan kecil dengan mudah. belum lagi dengan puluhan grey wolf tiran dan ratusan grey wolf cheif yang bersamanya.
"kerajaan Rosvelt akan hancur jika monster ini muncul." pikir Noran sembari tersenyum.
bulu monster ini memiliki warna abu-abu keperakan, membuatnya nampak begitu agung dan berbeda dari grey wolf normal.
yang membuat Noran merasa begitu sesak adalah darah grey wolf king yang tebal. itu mencapai 20 kali lipat dari yang bisa di miliki manusia di level yang sama.
dengan satu level darahnya naik 2.000 poin, kenaikan yang sangat besar. ia hanya bisa tersenyum pahit melihat ini.
Noran meninggalkan tempat ini dan menandainya di map. akan berbahaya berhadapan dengan monster itu untuk saat ini.
belum lagi ada puluhan grey wolf tiran dan ratusan grey wolf cheif, tingkat kesulitan meningkat berkali-kali lipat. Ia melesat menuju ke arah para ksatria yang ada.
saat ia kembali, ia menemukan jika 50 ksatria ini tengah bersiap memanggang daging monster yang mereka buru.
"sudah waktunya makan malam ya?" gumam Noran.
Noran lalu mengeluarkan beberapa mayat grey wolf yang ada. dirinya kemudian duduk dan mendengarkan apa yang di bicarakan para ksatria ini.
itu adalah kisah heroik oleh seorang ksatria bernama Xion. itu kisah 2.000 tahun yang lalu di sebuah kerajaan bernama Great emperor Shanion.
sebuah kerajaan besar yang menguasai 50% benua Agord, dengan puluhan ribu pasukan berlevel tinggi. mereka bertahan ribuan tahun.
namun, pada suatu hari kerajaan besar nan agung ini hilang tak bersisa. tidak ada yang tahu apa yang terjadi dengan kerajaan besar ini.
Noran mendengarkan dengan seksama. cerita ini sangat bagus untuk di dengar, kisah yang penuh dengan lika-liku dan aksi heroik.
Noran kemudian menceritakan sebush cerita perwayangan, tak disangka 50 ksatria itu begitu menyukainya dan meminta Noran untuk bercerita kembali.
akhirnya, Noran bercerita sepanjang malam dengan di akhiri makan besar oleh mereka. beberapa yang masih penasaran dengan kelanjutan cerita kemudian bertanya pada Noran.
__ADS_1
mau tak mau, ia menjawab setiap pertanyaan yang mereka ajukan dan bergurau hingga akhirnya mereka tertidur dengan lelap.