7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
159.berburu, serangan kedua


__ADS_3

dalam sekejap, keduanya tiba di dalam hutan yang lebat. hutan nampak begitu menakutkan dengan lagit tanpa bulannya.


hanya jutaan bintang yang memberikan cahaya samar di malam ini. Noran yang pernah melewati hutan besar Nours tidak merasakan takut, begitu juga dengn Trevis yang termasuk monster peringkat raja.


keduanya bergegas dan mencari monster untuk mereka buru. setelah berkeliling cukup lama dan tidak menemukan satupun monster, keduanya akhirnya menemukan sekelompok monster.


[nama : tidak bernama


ras : forest heyna


level : 50


hp : 5.000 / 5.000 ]


sekelompok heyna menatap Noran dan Trevis dengan mata mereka, senyuman buas tertampil di wajah mereka ketika air liur menetes ke tanah.


seekor heyna melolong, berjalan maju ke arah Trevis dan Noran. awalnya, hanya ada satu yang muncul, namun mereka terua bermunculan hingga akhirnya ad 50 secara keseluruhan.


salah satu heyna memiliki postur yang lebih besar, dua kali lebih besar dari heyna lainnya.


"apa dia pemimpin kelompok mereka?" pikir Noran.


"grrr..."


Trevis menggeram marah, melihat banyak heyna berani mengelilinginya. ia merasakan penghinaan yang kuat, melihat monster lemah berani mengelilinginya.


grao!


Trevis mengaum dan berlari segera ke arah gerombolan heyna. puluhan heyna melolong dan menyerang Trevis secara berkelompok.


beberapa saat kemudian, bayangan putih samar terus bergerak. satu persatu heyna yang menyerang terbunuh dengan luka cakaran yang dalam atau gigitan di di leher mereka.


pemimpin heyna merasakan bahaya dari Trevis. ia bisa merasakan jikaTrevis kuat, setidaknya ia setara dengannya.


bang bang!


dua heyna terlempar jauh dan menabrak pohon dengan kuat, mereka seperti batu yang di lemparkan.


dalam beberapa saat, 30 heyna terbunuh di tangan Trevis. Trevis tersenyum memandang mayat heyna yang berserakan karena dirinya.


ia memandang pemimpin Heyna yang memiliki level 120. itu mangsa yang bagus untuk latihannya dan meningkatkan levelnya.


bang bang!

__ADS_1


dua heyna lain di kirim terbang, Trevis segera melesat meninggalkan bayangan putih kabur sebelum melesat ke arah pemimpin heyna berada.


jantung pemimpin heyna menjadi berdetak cepat, menyaksikan kecepatan Trevis yang luar biasa.


ia segera mundur beberapa langkah dan melompat ke arah Trevis. dua makhluk berukuran besar bertumbukan di udara dengan kekuatan besar.


bumm!


keduanya terdorong mundur, masing masing merasakan pusing dang beberapa saat termenung sebelum kembali tersadar.


"graoo!!"


Trevis meraung menandakan suka citanya, ia kembali bergegas ke arah pemimpin heyna. pemimpin heyna merasa ngeri dan menyuruh seluruh heyna yang tersisa untuk menghentikan Trevis.


swing bang crack..


ayunan cakar, gigitan maupun serangan lain di lepaskan satu persatu. 20 heyna yang tersisa terbunuh begitu mudah.


meski membunuh 50 heyna, level mereka terlalu rendah. ia ridak mendapatkan Exp untuk menaikkan levelnya.


pemimpin heyna melolong sebelum bersiap pergi, Noran hanya bisa tertawa mengingat bagaimana Ardon berlari hari itu.


'heyna sama seperti bandit.' pikie Noran.


melihat mangsanya hendak berlari, Trevis segera mengaum dan mengejarnya. bagaimana bisa ia melepaskan setumpukan pengalaman di hadapannya?


Noean mengumpulkan mayat para heyna, mereka akan berguna untuk makanan para wind wolf maupun Faltra dan Trevis.


beberapa menit kemudian, peringatan terdengar di kepala Noran.


[Level up!]


Noran tersenyum, sepertinya Trevis berhasil membunuh pemimpin heyna. tak lama, harimau putih besar kembali menemui Noran.


Noran memandang Trevis yang di penuhi luka goresan dan darah merah yang mengotori bulu putihnya.


"sepertinya kamu bertarung dsngan sengit." ucap Noran.


"grr.." Trevis mengangguk san menggeram pelan.


keduanya melanjutkan perburuan mereka selama beberapa jam, mereka berhasil membunuh banyak monster berlevel di atas 100. bahkan mereka menemui singa api yang kuat, Trevis harus berkelahi dengan sengit melawan singa api sebelum berhasil mengalahkannya.


kini, Trevis telah menembus level 200 setelah membunuh banyak monster kuat. hari hampir pagi, Noran memutuskan untuk kembali ke kamp.

__ADS_1


Noran kembali sebelum pagi tiba,Noran menyaksikan balai kamp yang hampir selesai, begitu juga dengan banyak bangunan lainnya.


para bandit juga membutuhkan makanan, Noran menyuruh para prajurit memberi mereka makanan yang sama. hal ini membuat para bandit terkejut dan merasa senang, Noran melihat kesetiaan mereka berada di angka 0, tidak negatif seperti sebelumnya.


setelah sarapan, suara gemuruh terdengar dari kejauhan. dua prajurit yang berpatroli bergegas ke arah Noran dan melaporkan situasinya.


"tuan, bandit datang dan menyerang kembali." ucap seorang prajurit.


Noran mengangguk, meminum air miliknya sebelum bangkit. seluruh pasukan miliknya telah bersiaga.


Noran melihat ke kejauhan, kali ini jumlah bandit yang menyerang kali ini berkali kali lipat lebih banyak dari sebelumnya.


kuda hitam besar berlari di barisan terdepan, membuatnya nampak mencolok di bandingkan kuda kuda lain yang berwarna coklat gelap ataupun coklat terang.


pria kekar dengan penampilan kasar menjadi fokus Noran, ia bisa merasakan seberapa berbahaya orang ini.


ding!


[misi terdeteksi!


tingkat : B


kalahkan bandit darah serigala yang menyerang!


hadiah : 8.000 koin emas / +100 Fame / item rahasia ]


Noran membaca papan misi dan tersenyum melihat hadiah terakhirm item rahasia, ia penasaran apa yang akan ia dapatkan nanti.


"siapkan busur!" teriak Noran.


para pemanah bersiap dan mulai membidik par bandit yang mendekat dsngan cepat.


Kali ini, Noran akan bergabung bersama pasukannya secara langsung. menghadapi 4000 pasukan dengan 400 pasukan akan sulit bagi mereka.


Burly memandang benteng kayu yang nampak kokoh, ia tertawa memandang benteng kayu di hadapannya. pertahanan mereka cukup bagus, namun di bandingkan dengan markasnya, itu terlihat seperti pemukiman yang tertinggal.


"persiapkan diri kalian! harta yang besar menunggu kalian!" teriak Burly.


"oh!!"


para prajurit berteriak dengan semangat, sudah lama mereka tidak melakukan perampokan, penjarahan dan pertarungan.


Burly kembali mengingat ketika Ardon mengatakan gadis yang sangat cantik bersama mereka. ia tidak sabar melihat dan menikmati mereka.

__ADS_1


segera, seringai jahat menghiasi wajahnya yang kasar dan ganas. pedang besar ia angkat dengan satu tangan, mengacungkannya ke arah kamp milik Noran.


"maju!" teriak Burly.


__ADS_2