
Ketika sampai di gerbang kota, mereka di hentikan oleh beberapa penjaga kota.
"Kenapa mereka seperti ini?" tanya seorang penjaga.
"Mereka menjadi tawanan oleh sekelompok Orc." ucap Sin.
"Bawa ke balai kota, kami yang akan menanganinya." ucap sang penjaga.
Mereka mengangguk, membawa belasan gadis itu menuju ke balai kota Tranduil.
Mereka menyerahkan pengawasan sepenuhnya kepada balai kota, terlihat beberapa perawat dan priest datang menyambut mereka.
"Terimakasih sudah membawa mereka kembali, kami akan merawatnya dengan baik." ucap seorang priest.
Noran mengangguk, dirinya kemudian pergi menuju ke Keir's shop, tempat Heden berada.
Suasana pasar yang ramai, membuat Noran cukup kesusahan menerobos.
Sin menunggunya di luar, menjaga kuda mereka. Sementara yang lain kembali ke penginapan sesuai perintah Noran.
"Kenapa di kunci?" gumam Noran.
Pintu toko tidak bisa di buka, dirinya merasa ada yang aneh dengan tempat ini.
Step step step...
Seorang pria berjalan dari lorong sempit dan kotor, itu adalah Heden.
"Nak, kamu datang?" tanya Heden.
"Ya, aku telah kembali." ucap Noran.
"Masuklah, kita bicarakan di dalam." ucap Heden.
Keduanya kemudian berjalan masuk dan duduk, Heden bertanya kepada Noran tentang misi yang ia berikan.
"Misi telah selesai, namun informasi yang kalian berikan kurang tepat." ucap Noran.
Noran menceritakan jumlah Orc yang ada, mereka mencapai 100+ Orc tipe petarung atau yang bisa di sebut Orc Warrior.
Kebanyakan memang berlevel 180 an, namun ada beberapa yang mencapai level 190.
Selain itu, ada Black Wolf yang menjadi peliharaan mereka, dan yang membuat mereka terkejut adalah kemunculan Orc cheif.
"Orc cheif? Berapa levelnya?" tanya Heden.
Ia mengerutkan dahinya, tak menyangka akan muncul Orc cheif sedekat itu dari kerajaan Rosvelt.
"Levelnya 200, namun kekuatannya mencapai level 250." ucap Noran.
"250?!" Heden terkejut.
Ini adalah masalah serius baginya, Noran kemudian melanjutkan ceritanya yang menemukan belasan gadis manusia yang di jadikan sebagai budak ****.
"Kamu sudah sangat membantuku, sepertinya aku harus pergi sekarang." ucap Heden.
Dirinya memberikan sebuah buku dan sekantung penuh koin emas, itu adalah buku blacksmithing.
Heden dan Noran kemudian keluar dari toko, menguncinya dan pergi.
Gerakan Heden sangat cepat, dalam sekejap ia telah menghilang di kerumunan orang yang berjalan.
"Apa ia benar benar berlevel 90?" Noran merasa level Heden lebih tinggi dari levelnya yang muncul.
__ADS_1
Selain itu ia juga merasa penasaran dengan level Tron, yang tidak muncul.
"Apa yang keduanya sembunyikan?" pikir Noran.
Noran dan Sin kemudian kembali ke penginapan, mereka merasa begitu lelah.
...
Keesokan harinya, Lord kota memanggil mereka. Noran penasaran mengapa Lord kota memanggil dirinya.
"Mengapa lord kota memanggil kami?" tanya Noran.
Seorang prajurit kota menggelengkan kepalanya.
"Saya tidak tahu, lord kota hanya menyuruh saya untuk menyampaikan pesan dan mengantar anda ke balai kota." ucap sang prajurit.
"Baiklah, aku akan segera kesana." ucap Noran.
Noran kemudian memakai baju serba hitam miliknya, tidak ada jubah, hanya pakaian biasa dengan black steel sword miliknya tergantung di pinggang.
Noran dan partynya kemudian pergi menuju ke kediaman Lord kota.
Untuk kota kecil seperti kota Tranduil, bangsawan yang memimpin hanya setingkat Earl, yaitu Earl Luise Serevan.
Kediaman kota yang megah dan luas, di depan ada taman yang indah dan air mancur yang megah.
Halaman belakang berisi hamparan rumput hijau yang luas, yang menyamai ukuran lapangan sepak bola.
Terlihat puluhan prajurit menjaga mansion milik Earl Luise.
"Disini tuan." ucap sang penjaga.
Mereka berjalan dan menunggu di hall mansion. Duduk di sofa yang ada, sang prajurit kembali keluar meninggalkan mereka.
Tak lama, seorang pria berpakaian mewah turun dari lantai dua.
"Earl luise." Noran berdiri dan memberi hormat padanya dan diikuti oleh anggota partynya.
"Tolong jangan menunduk, aku mengundang kalian untuk mengucapkan terimakasih." ucap Earl Luise.
Dirinya duduk di hadapan Noran dan yang lainnya ia menyampaikan maksud undangannya yang bertujuan untuk menyampaikan terimakasih.
Beberapa minggu yang lalu, sebuah desa yang tak jauh dari Tranduil telah di serang oleh Orc, mereka menangkapi gadis-gadis yang ada.
Karena Noran telah menyelamatkan mereka, dirinya ingin memberikan hadiah sebagai penghormatan.
"Ini hanya hadiah kecil dari saya, saya harap tuan Noran dapat menerimanya." ucap Earl Luise.
Dirinya mengajukan sebuah kantung yang berisi sekitar 1000 koin perak, ini sama dengan 10 koin emas.
"Tidak, saya tidak bisa menerimanya, gunakan ini untuk membantu kehidupan para gadis itu, saya harap ini dapat berguna." ucap Noran.
Earl luise terpesona, dalam pengetahuannya seorang petualang akan menerima hadiah tanpa berpikir lagi, namun petualang di hadapannya berbeda.
[Fame +100! Charisma +1! ]
"Jika tidak ada yang dibicarakan lagi, aku akan pergi sekarang." ucap Noran.
"Tunggu, masih ada yang ingin aku bicarakan." ucap Earl Luise.
Keduanya berbincang selama beberapa waktu, hingga akhirnya keduanya sampai dalam perbincangan mengenai festival.
Sebuah festival akan di adakan di ibukota 3 hari lagi, menurut Earl Luise ibukota akan lebih ramai dari biasanya.
__ADS_1
Selain itu, akan ada pesta yang di adakan oleh istana kerajaan.
"Festival? Festival apa?" tanya Noran.
"Itu adalah festival cahaya, ibukota kerajaan akan dihiasi oleh cahaya yang berwarna-warni dan akan banyak kegiatan lain yang di adakan." ucap Earl Luise.
Noran mengangguk, sepertinya Earl Luise akan pergi ke sana dalam waktu tiga hari.
Noran teringat dirinya mendapatkan surat dari Esline, mungkin ini waktu yang tepat untuk pergi ke ibukota dan menemuinya.
Setelah berbincang cukup lama, Noran kemudian pergi meninggalkan Earl Luise dan mengucapkan terimakasih.
Dirinya membuka statusnya saat ini.
[Nama : Noran
Ras : human
Umur : 16 tahun
Job : adventurer (A)
Level : 170 (5000/17000)
Hp : 17000 / 17000
Mp : 8500 / 8500
Fame : 2100
Charisma : 11
Skill:
[Alchemy][lv1]
[Battle Aura][lv2]
[Fireball][lv2]
[Riding][lv1]
[Swordmanship][lv4]
Item:
[Pakaian normal][3]
[Mp potion][5]
[Koin tembaga][30.000]
[Koin perak][9.998]
[Koin emas][899]
[Blacksmith book][1] ]
"Ibukota ya?" gumam Noran sembari menggenggam surat dari Esline di tangan kanannya.
"Sepertinya besok kita akan ke ibukota." ucap Noran.
.............................................................
__ADS_1
Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.
.............................................................