
pertarungan terus berlanjut beberapa jam, kini Seth telah mencapai level 300, ia memanggil 5 ghost warrior lainnya untuk membantunya.
setiap ghost warrior membunuh satu musuh, Seth akan menerima 10% exp dari mereka tanpa mengurangi exp yang di dapatkan.
di sisi lain, Sylfia memandang pertarungan Noran dengan cemas. musuh yang ia lawan setidaknya memiliki level 450, itu sosok yang cukup kuat.
ia merasa ingin membantunya, namun dirinya hanya berada di level 70. ia tidak dapat membantu apapun dalam pertempuran ini.
stiing!!
kedua pedang berbenturan dengan kuat, kaisar memiliki wajah yang pucat saat ini. puluhan atau bahkan ratusan kali ia mencoba menebas leher Noran, namun semuanya telah gagal.
bahkan, ia mulai kelelahan saat ini. terlebih, kekuatan Noran sepertinya terus bertambah dan membuatnya tertekan.
buumm
Noran menghempaskannya dengan kuat, membuat kaisar terlempar jauh dan menabrak bangunan yang ada.
"kamu selalu sombong! meski kita berasal di dunia yang sama, namun kita terlalu berbeda.
aku berjuang untuk apa yang aku percayai, dan begitu juga dengan dirimu. kali ini, aku tidak akan menahan diri lagi!" ucap Noran.
ucapannya membuat Andrew termenung, ia mencoba sekeras mungkin untuk mengingat pria di hadapannya.
Noean terus melesat menuju ke arah Andrew dengan demon claw sword yang di selimuti aura merah darah.
"swordmanship!"
"battle aura!"
"one handed sword!"
"acceleration!"
"silent step!"
"armor break!"
satu demi satu skill ia lepaskan, membuatnya lebih kuat dari sebelumnya.
swush..
angin berhembus dengan kuat saat Noran melaju, membuat debu berterbangan. tiga jenderal yang ada menatap tak percaya dengan kecepatan Noran.
"cepat! hentikan dia!" teriak jenderal utama.
dirinya melesat dan memimpin dua jenderal lainnya untuk menghadang Noran. dengan kekuatan mereka yang bisa di bilang besar, mereka menghadang Noran.
"Diamond shield!" teriak mereka.
3 pelindung seperti kristal muncul dan menyelimuti mereka, membuat pelindung kokoh dan kuat.
Noean terus melaju, memandang tiga penghalang yang mencoba menghentikannya.
__ADS_1
"wave crusher!"
demon claw sword di ayunkan dengan kekuatan besar. bilah merah terang muncul dan melesat menuju ke arah mereka.
buumm!
bilah besar melesat dan menabrak ketiganya. kerusakan besar segera menghantam mereka, diamond shield hancur tak bersisa saat menghadapi wave crusher.
"apa?!" ketiganya terkejut.
mereka tidak sempat bereaksi untuk mengaktifkan pelindung lainnya. bilah merah dengan kejam menembus tubuh mereka.
dalam sekejap, 3 jenderal terkuat terbunuh oleh serangan tunggal Noran. pangeran pertama, pangeran kedua, ketiga hingga kelima menatap dengan mata lebar.
kaisar yang baru bangkit juga merasa tidak percaya. mereka adalah pendukung kuat kekaisaran zugen, namun terbunuh dengan mudah oleh pria di hadapan mereka.
Andrew merasa apa yang terjadi begitu tidak mungkin. ia tersadar jika bilah raksasa terus mengarah pada mereka.
ia dengan panik melompat ke atas tanah dan menancapkan tombaknya dengan kuat.
drrrrgggrrrr
tanah begetar dengan kuat, sebuah tembok tanah setebal 7 meter dan tinggi 30 meter muncul mengelilingi mereka.
bilah tajam terus melesat, menerobos dinding tanah yang tebal dan keras. bilah berhasil menembusnya dan terus melesat menuju ke arah naga raksasa yang ada di dalam.
seresshh.
'bagaimana ia bisa menembus dinding tanahku yang kuat?!' Andrew merasa tidak percaya.
ia melihat Royteren yang meraung kesakitan. sebuah luka dalam tercipta di atas kedua cakar depan dan dadanya.
"graooo!!"
Royteren meraung kesakitan, hampir saja naga raksasa itu mengamuk. namun, Andrew berhasil menenangkannya dan membuat naga itu terkendali kembali.
"Kamu!!!" Andrew berteriak dengan marah.
buumm!
tembok tanah hancur seketika, memperlihatkan sosok yang diam dan memandangnya dengan tenang..
"kamu akan membayarnya!" ucap Andrew.
ia melesat san membawa tombaknya yang tajam. dengan cepat, dirinya sampai di hadapan Noran dan mengayunkan tombaknya dengan ganas.
tombak dan pedang terus di adu, kali ini duanya dapat di kaatkan setara. Andrew meraung marah dan melepaskan skill miliknya.
"thousand spear!" teriak Andrew.
ratusan tombak yang sama persis muncul di udara dan melesat menuju kr arah Noran.
Noran terus mundur dan menghindari tombak tombak yang melesat. ia terus menangkis tombak yang tidak berhasil ia hindari.
__ADS_1
"tujuh tebasan pembantai!" ucap Noran.
tebasan pertana ia lepaskan dan menerbangkan beberapa tombak yang mengarah padanya.
dalam beberapa saat, tebasan kedua di eksekusi dan menerbangkan belasan tombak.
setiap tebasan lebih kuat dari tebasan sebelumnya, hingga akhirnya tujuh tebasan yang kuat telah di lepaskan sepenuhnya.
4 tebasan terakhir terus melesat menuju ke arah Andrew, Andrew merasa 4 tebasan ini berbahaya bagi dirinya.
tebasan terus melesat menuju ke arah Andrew, beberapa meter sebelum 4 tebasan mencapai Andrew, Toyteren melangkah maju dan melindunginya.
sting! sting!
4 tebasan mengenai cakarnya yang kuat, namun itu tidak menyebabkan sedikitpun kerusakan. sepertinya hanya wave crusher yang mampu melukainya.
Royteren memandang Noran dengan begitu tajam, naga raksasa itu melesat ke arahnya. mulut yang di penuhi gigi tajam terbuka lebar.
dalam sekejap, Royteren mencengkaramnya di mulutnya dan membawanya terbang tinggi.
gigi gigi tajam mencengkeram zirah miliknya dengan kuat. jika ia tidak memiliki zirah ini, mungkin saja dirinya sudah mati sekarang.
Royteren terbang di langit dan mrmbawa Noran semakin tinggi dan lebih tinggi. taringnya yang tajam di tekan, mencoba untuk mematahkan zirah yang melindungi tubuhnya.
namun, seberapa keraspun naga raksasa itu mencoba, ia tidak berhasil menghancurkan zirah itu.
kini, langit sudah berwarna jingga. ribuan mayat dan darah berserakan di bawah, menampilkan pemandangan yang menakutkan.
dari arah matahari terbenam, terlihat banyak siluet hitam terbang. juga, banyak siluet hitam yang bergerak di tanah, menghasilkan debu yang mengepul di belakang mereka.
kiaakkk!!
Noran terkejut mendengarnya, ia kenal dengan suara teriakan ini. namun, ia mencoba menghentikan pikirannya yang kacau.
"tidak mungkin burung itu datang saat ini bukan?" gumamnya pelan.
grrrrr
tekanan semakin kuat, namun ia masih belum bisa menghancurkan zirah itu. dengan marah Royteren mengayunkan kepala raksasanya dengan kuat dan membanting Noran ke tanah.
di ketinggian sekitar 10.000 meter, Dia di banting dengan kuat menuju ke tanah. Noran hanya menutup matanya.
"akankah aku mati disini? sayang sekali.." desah Noran.
ia sudah tidak memiliki kekuatan lagi, mana miliknya sudah sepenuhnya habis. tubuhnya yang lemas melesat dengan cepat menuju ke tanah.
ia mengingat ketiga gadis yang menunggunya, sepertinya ia tidak bisa bertemu dengan mereka lagi.
air mata perlahan menetes di sudut mata Noran, bercampur dengan darah yang mengalir di dahinya.
"maafkan aku.."
kiakkkk!!
__ADS_1