
setelah berjalan cukup lama, akhirnya merek hampir tiba di ibukota. iring-iringan Noran sangat menarik perhatian semua orang.
sebagian besar akan berhenti dan melihat iring-iringan ini. mereka tidak tahu siapa bangsawan yang datang, namun iring-iringan ini bisa di katakan setara dengan seorang Duke.
bahkan, mungkin ini lebih mewah dan lebih elegan. kereta segera melewati gerbang kota yang lebar, tidak ada seorangpun prajurit yang menghentikan mereka.
"siapa yang datang hari ini?" tanya seorang pejalan kaki.
"aku juga tidak tahu, mungkin Duke Cloris yang datang." ucap pria lainnya.
"Duke cloris tidak memiliki pasukan berzirah hitam. mungkin ini Duke Emirr ataupun Duke Aaron." ucap pejalan kaki lainnya.
diskusi sangat ramai, Noran hanya duduk diam dan memandang sisi jalanan yang ramai.
"pak, ke mansion Duke Aaron dahulu." ucap Noran.
"baik tuan." jawab sang kusir.
kereta terus berjalan, melewati gerbang kedua dan di pacu menuju mansion duke Aaron. tak butuh waktu lama, kereta akhirnya tiba di kediaman Duke Aaron.
para penjaga segera membuka gerbang dan membiarkan mereka masuk. di pintu mansion, terlihat sepasang pria dan wanita paruh baya dengan pakaian mahal khas bangsawan.
setelah kereta berhenti, Noran turun bersama para gadis, menemui Duke Aaron dan Duchess Emma.
Duke Aaron tersenyum cerah saat melihat Noran, ia merasa ada yang berbeda dari pemuda di hadapannya.
"haha! nak, sepertinya kamu lebih kuat lagi." ucap Duke Aaron.
Noran hanya tersenyum, jika ia tahu Noran saat ini berlevel 400+ mungkin ia akan pingsan dan memuntahkan darah.
"paman, bagaimana kondisi bibi?" tanya Noran.
"dia masih baik baik saja." ucap Duke Aaron sembari tersenyum.
Noran bisa merasakan jika Duke Aaron masih cemas tentang Duchess Emma. Duke Aaron tidak akan menunjukkannya saat ada dirinya maupun Esline di hadapannya.
"paman, aku memiliki beberapa ramuan yang bagus, mungkin ini bisa mengurangi kutukan bibi." ucap Noran.
"oh?! apa itu?" Tanya Duke Aaron.
Noran mengeluarkan sebuah potion tingkat tinggi, ia menggores luka di tangannya dengan sebuah belati.
luka selebar 2 inci terlihat, Noran meminumnya dan efeknya mengejutkan dirinya maupun Duke Aaron.
dalam sekejap, luka itu langsung menghilang tanpa bekas apapun. ramuan ini terlalu luar biasa bagi Duke Aaron.
"ramuan apa ini?" tanya Duke Aaron.
__ADS_1
"ini ramuan pemulihan, sama seperti sebelumnya. hanya saja, tingkatnya lebih tinggi." ucap Noran.
"tingkat apa ramuan ini?" tanya Duke Aaron.
"tingkat tinggi." ucap Noran.
"tingkat tinggi?!" Duke Aaron tersedak.
ini ramuan tingkat tinggi yang selalu di teliti oleh penyihir kerajaan. di antara 7 kerajaan besar, hanya Kekaisaran Suci Erinel dan kerajaan Nordr yang mampu menghasilkan ramuan tingkat tinggi.
"ini mampu mengurangi kutukan hingga batas tertentu. mungkin, ini bisa menghilangkan kutukannya jika di minum secara rutin." ucap Noran.
Duke Aaron tersenyum tipis. ramuan seperti ini sangat mahal, untuk mengkonsumsi secara rutin.. dari mana ia bisa membelinya?
Noran dan Duke Aaron kemudian melangkah ke dalam mansion dan duduk di sofa.
"aku akan memberikan ini pada paman, setiap ramuan hanya bisa di gunakan satu kali sehari untuk efek terbaiknya." ucap Noran.
500 botol potion serupa keluar dan memenuhi meja kaca, Duke Aaron menatapnya dengan tidak percaya. dari mana pria ini mendapatkannya?
"aku akan berusaha untuk menyembuhkan bibi segera." ucap Noran.
Duke Aaron sangat bahagia sekarang, ia dapat melihat harapan untuk kesembuhan istrinya. ia berdiri dan memeluk Noran dengan erat.
"terimakasih nak! terimakasih!" ucap Duke Aaron.
"tidak masalah, bisakah paman melepasku? ini terlalu erat." ucap Noran.
"paman, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan." ucap Noran.
"apa itu?" tanya Duke Aaron.
"bagaimana keadaan wilayah Tartanes saat ini?" tanya Noran.
"Tartanes ya? dulu, tempat itu memang makmur. namun saat ini, itu bisa di katakan setingkat dengan seorang marquess.
keadaannya hampir sama dengan wilayah Rosvelt saat ini. namun, rubah kecil itu menjalin hubungan dengan tuan pahlawan." ucap Duke Aaron.
"tuan pahlawan?" tanya Noran.
"ya, mereka menjadi teman akrab, sebagian besar waktu rubah kecil itu akan berada di sisi tuan pahlawan.
berhati-hatilah pada mereka, mereka bisa menjadi sangat licik." ucap Duke Aaron dengan suram.
Noran tersenyum, memang yang di katakan Duke Aaron benar. manusia terlalu licik, dan rubah kecil itu bahkan mungkin lebih licik lagi.
"paman, saya memiliki hadiah untuk paman." ucap Noran.
__ADS_1
"oh?! apa itu?" tanya Duke Aaron.
Noran mengeluarkan sebuah pedang putih bersih, itu hanya memiliki satu bilah, dengan bagian tengah mengeluarkan sinar merah samar.
[grey bone sword : super Epic
damage : 6.500
durability : 4.000 / 4.000
enchanting : damage boosting III
tulang grey wolf tyran sekeras beton dan setajam sihir, memiliki ketahanan dan ketajaman luar biasa. grey bone sword adalah senjata tingkat super epic puncak!
skill : bone armor
menciptakan zirah tulang di kedua lengan, meningkatkan perlindungan hingga 25%!]
benda lainnya adalah pakaian abu abu yang nampak indah, terdapat sulaman emas dan perak di kedua sisinya.
[grey clothes : super Epic
defense : 5.000
durability : 3.500 / 3.500
enchanting : defense boosting III
bulu grey wolf tyran yang halus dan lembut, memiliki ketahanan terhadap panas dan dingin serta penambahan resistensi sihir 10%
skill : grey soul
1% kesempatan memanggil grey wolf tyran soul untuk melindungi pemakai.]
"ini.."
duke Aaron tidak bisa mengatakan apapun, menatap setiap benda yang ada di meja dengan tidak percaya.
darimana ia mendapatkan semua ini? namun, itu tidak penting lagi. ia hanya harus berterimakasih untuk saat ini.
"ini akan meningkatkan kemampuan tempur paman." ucap Noran.
"terimakasih." ucap Duke Aaron.
Noran hanya mengangguk, ia juga memberi para gadis senjata yang sesuai, sebuah anting yang membantu pemulihan mana mereka.
untuk duchess Emma, ia memberi anting pemulihan Hp. ini untuk berjaga-jaga jika keadaan terlalu buruk.
__ADS_1
saat memberi para gadis, ekspresi Sylfia terlihat sedikit berbeda. Noran merasa mungkin gadis ini ingin memiliki hadiah juga.
akhirnya, Noran membuat satu anting lagi untuk Sylfia. wajahnya nampak bahagia saat menerima anting itu.