7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
48.tidak sadarkan diri


__ADS_3

Para prajurit membawa Noran kembali ke kota Turin dan membawanya masuk ke dalam mansion.


"Apa yang terjadi?" tanya Baroness Rianna.


"Tuan Baron telah terluka, para kobold menyerang wilayah selatan lebih cepat dari yang telah diperkiraan." ucap Lux.


"Panggil priest secepatnya." ucap Baroness Rianna.


Baroness Rianna menyaksikan penampilan Noran saat ini yang menyedihkan, beberapa rambut hitamnya telah menjadi merah karena darah.


Satu matanya juga menjadi merah, darah terlihat menetes di sudut bibirnya.


"Apa yang terjadi?" pikir Baroness Rianna.


Level Noran telah mencapai level 177, membuat Baroness Rianna yakin ia akan bisa menghabisi para kobold dengan mudah.


Beberapa saat kemudian, seorang priest masuk ke kamar, dirinya mulai merapal mantera untuk menyembuhkan Noran.


"Dengan kekuatan bumi, sembuhkanlah orang yang berada di hadapanku, heal!" ucap sang priest.


Cahaya hijau lembut muncul dari tongkat sang priest, menyelimuti tubuh Noran dan menyembuhkannya secara perlahan.


Darah yang ada di tubuhnya menguap dan menghilang dengan sempurna, luka perlahan menutup rapat.


Setelah beberapa saat, akhirnya semua luka Noran telah tertutup rapat dan bersih, seakan tidak pernah ada luka sebelumnya.


"Sudah selesai Nyonya." ucap sang priest.


Baroness Rianna mengangguk, sang priest lalu pergi dari ruangan. Duke Aaron yang mendengar Noran terluka, segera datang menuju kota Turin, begitu juga dengan Esline dan Duchess Emma.


Sin, Mike, Ruli dan Toun adalah yang paling panik, mereka tidak menyangka Noran terluka. Dengan cepat mereka memacu kudanya menuju ke kota Turin.


...


"Bagaimana keadaannya?" tanya Duke Aaron.


"Dia masih tidak sadarkan diri." ucap Baroness Rianna.


Duke Aaron lalu masuk ke ruangan Noran berada, wajahnya begitu pucat dan lemah, ini membuatnya khawatir.


"Apa yang telah terjadi?" tanya Duke Aaron.


"Dia pergi ke wilayah selatan karena masalah serangan para kobold kemarin, dan para prajurit menemukannya telah terluka parah." ucap Baroness Rianna.


"Masalah kobold di selatan?" tanya Duke Aaron.


Baroness Rianna lalu menjelaskan tentang serangan tahunan para kobold di wilayah selatan Barliester dan Noran pergi untuk meyelidikinya.


Tidak ia duga jika Noran telah terluka melawan para kobold. Duke Aaron tahu dengan jelas, monster normal tidak akan bisa melukai Noran dengan parah.


"Nyonya! Kami membawanya!" teriak seorang prajurit.

__ADS_1


Baroness Rianna dan Duke Aaron segera keluar, melihat ke arah prajurit yang berteriak.


Sebuah mayat putih besar tergeletak di depan mansion. kepala anjing, tubuh berotot, mata merah darah, serta kuku cakar tajam.


"Ko-Kobold Lord?!" Duke Aaron dan Baroness Rianna memadang tak percaya.


Kobold tingkat Lord telah menyerang wilayah mereka, monster bertingkat bukanlah sesuatu yang remeh, mereka lebih kuat dua kali lipat dari monster normal pada level yang sama.


"Apakah ini yang membuat Noran terluka parah?" pikir Duke Aaron.


Jika benar monster ini, maka itu masuk akal, kekuatan serangan monster bertingkat sangat mematikan dan memiliki damage yang tinggi.


"Nyonya, Desa Corton telah musnah saat ini." ucap seorang prajurit.


Dirinya menyampaikan jika seluruh penduduk desa Corton telah mati, di sekitar desa juga di temukan ribuan mayat kobold, 200 diantaranya adalah kobold archer, puluhan lainnya Kobold assault dan beberapa kobold Cheif.


"Ini..." wajah Baroness Rianna menjadi memucat.


Tahun lalu, hanya 2.000 kobold yang menyerang, dengan 200 kobold pemanah, 20 kobold assault dan 1 kobold cheif.


"Perketat penjagaan kota dan setiap desa." ucap Baroness Rianna.


"Baik!" jawab para prajurit.


...


Di tempat lain, terlihat dua orang berjubah dan bertopeng sedang menemui seorang pria lainnya yang mengenakan jubah dan topeng yang sama.


Topeng putih polos tanpa ukiran apapun, hanya lubang di mata untuk melihat.


"Bagaimana rencana kita?" tanya seorang pria.


Dirinya memegang pedang besar hitam, menjadikannya sandaran karena tertancap cukup dalam di tanah.


"Apa tujuan kalian kemari?" tanya si pria yang memegang tongkat sihir.


Tongkat sihir dari kayu besi, kayu langka dengan konduktifitas mana mencapai 99% dan mampu meningkatkan kekuatan serangan sihir hingga beberapa persen.


"sudah berapa lama kamu di gua ini? Kini waktunya kita bergerak. Para monster telah menjadi lebih kuat, kebangkitan raja iblis hanya menunggu waktu." ucap pria lainnya.


Sebuah busur besar tergantung di pungungnya, tidak ada anak panah, hanya sebuah kristal berwarna kebiruan di tengahnya. String dari golden spider, yang terkenal kuat dan mampu menghantarkan mana dengan baik.


Masing masing dari mereka mengenakan pakaian tingkat legendaris dan senjata tingkat legendaris.


"Dimana si pendiam?" tanya sang mage.


"Dia sedang berada di kekaisaran suci, apa kau ikut?" tanya si swordman.


"Jika kamu tidak mau, aku akan memaksamu." ucap sang archer.


"Berisik! Aku akan ikut kalian, ok?!" ucap sang mage.

__ADS_1


Ketiganya melesat keluar dari gua dan terbang menuju ke kekaisaran suci Erinel, kecepatan terbang mereka sangat cepat, mungkin mencapai 200 km/jam.


...


3 hari Noran tidak sadarkan diri, semua orang menunggunya dengan cemas, Esline terus menunggunya di dalam kamar dengan duduk di sampingnya dan menggenggam tangannya.


Perlahan, mata lemahnya terbuka, memandang langit-langit ruangan ia berada. Tangannya bergerak lemah, merasakan sebuah genggaman di tangannya.


"Dimana ini?" gumam Noran.


Kepalanya masih terasa sakit, memandang sekitar yang nampak asing, ini seperti sebuah kamar.


Esline terbangun merasakan tangannya yang menggenggam tangan Noran, kini telah di genggam cukup erat.


"Kamu bangun!" ucap Esline.


Esline merasa lega dan segera memeluk Noran, air mata bahagia mengalir di wajahnya. Noran masih merasakan sakit kepala, dan tubuhnya masih terasa begitu lemah.


"Arggh!"


"Ada apa?!" Esline menjadi panik.


Melihat Noran yang mengerang kesakitan, sepertinya Noran belum sepenuhnya sembuh. Beberapa saat kemudian Noran akhirnya menjadi lebih tenang.


"Maaf aku menakutimu." ucap Noran.


Ia memaksakan senyuman di wajahnya dan menahan sedikit rasa sakit yang tersisa.


"Kepalamu sakit?" tanya Esline.


Esline mengarahkan tangannya pada Noran, mulai merapal mantera penyembuhan. Perlahan, rasa sakit di kepalanya menghilang.


"Kamu bisa sihir penyembuhan?" tanya Noran.


Esline hanya mengangguk dan memeluknya kembali, ia merasa begitu khawatir saat Noran tidak sadarkan diri selama berhari-hari.


"Aku sangat mencemaskanmu..." gumam Esline.


Noran dapat mendengar gumaman Esline, ia hanya bisa tersenyum melihatnya.


"Maafkan aku, aku tidak akan mengulanginya lagi." ucap Noran.


Pintu kamar terbuka, terlihat Duke Aaron, Duchess Emma dan yang lainnya berjalan masuk karena mendengar teriakan Noran barusan.


"Nak apa kau tidak apa-apa?" tanya Duke Aaron dengan panik.


Saat ia menyadari Noran dan putrinya sedang berpelukan, ia merasa marah.


"Nak! Lepaskan putriku sekarang!" ucap Duke Aaron.


.............................................................

__ADS_1


Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.


.............................................................


__ADS_2