
"maju!" teriak Burly.
ribuan bandit bergegas dengan semangat tinggi. mereka mengharapkan pasukan sang bangsawan ketakutan ketika melihat jumlah mereka yang banyak.
namun, tak semua yang di bayangkan terwujud. tidak hanya pasukan musuh tidak takut, mereka bahkan tidak repot repot melihat para bandit yang bergegas.
mereka semua merasakan merinding melihat 100 pemanah yang dingin di atas benteng kayu. apa mereka masih manusia?
para bandit segera memasuki jangkauan para pemanah. Noran memberikan perintah untuk menyerang, ratusan anak panah melesat dan menyerang para bandit seperti hujan.
shua shua...
kebanyakan para bandit hanya mengenakan jubah kulit maupun armor kulit, menghadapi serangan panah sihir seperti mentega menahan pisau.
puluhan bandit jatuh dari kuda mereka dan terbunuh, sementara yang tersisa mengalami cedera yang berat.
para pemanah kembali menarik busur mereka dan bersiap untuk menyerang kembali. Burly melihat pasukannya yang terus berjatuhan.
"senjata sihir?!" ucap Burly terkejut.
ia tidak menyangka akan ada banyak busur sihir di pihak musuh mereka. ia memikirkan, jika bandit miliknya memiliki busur sihir, mereka akan menjadi kelompok terkuat di wilayah Artenia!
keserakahan terlihat jelas di matanya saat memandang busur sihir di tangan para pemanah. Ardon juga tak menyangka mereka memiliki senjata yang begitu bagus.
"dengan seratus busur ini, aku bisa membentuk pasukan pemanah yang mengerikan! Artenia akan menjadi milikku!" pikir Ardon.
Ardon melihat Burly yang memandang busur sihir dengan tamak. ia segera berhati-hati pada Burly.
'bagaimanapun, aku harus menyingkirkannya dan menjadi ketua bandit darah serigala.' pikir Ardon.
"semuanya! serang mereka! serang dengan seluruh kekuatanmu! kemenangan ada di pihak kita!" teriak Burly.
kuda hitam meringkik dan berjingkat saat menampilkan sosok kekar mengangkat pedang besarnya.
mendengar teriakan bos mereka, para bandit merasakan motivasi yang kuat dan segera melaju tanpa memedulikan apapun.
"bersiap melompat dari benteng!" ucap Noran.
100 goblin rider telah berbaris di belakang para pemanah sejak awal, menunggu kesempatan untuk beraksi.
setelah mendengar perintah Noran, seluruh goblin rider berdiri di ujung benteng, bersiap untuk melompat.
"sekarang!" teriak Noran.
Noran menunggangi Trevis dan melompat dari benteng kayu. para goblin rider segera mengikutinya.
kerumunan bandit yang berada di bawah benteng, segra terinjak oleh para wind wolf maupun Trevis.
graoo!!
Trevis mengaum dengan keras dan membanting beberapa bandit. Noran mengangkat demon claw swordnya dan terus menebas para bandit semabari melaju.
bum bum bum!!
__ADS_1
6 sosok pria melompat dari tembok kayu, menciptakan kepulan debu yang cukup tebal. segera, 6 sosok yang beringas mulai membabat para bandit.
"arrgghh!!"
teriakan terdengar dari mana-mana, satu persatu para bandit di tebas dan terbunuh.
500 bandit terbunuh kurang dari 1 menit, membuat Burly terkejut. ia tidak menyangka pasukan sang bangsawan begitu kuat.
goblin rider mulai membunuh para bandti si hadapan mereka. para wind wolf juga menyerang dengan cakar dan taring mereka.
Burly memandang pasukan Noran dengan terkejut. jumlah mereka memang sedikit, namun setiap pasukan yang mereka miliki terlihat seperti pasukan elit.
bum bum!
ledakan bola api terdengar, meledakkan cukup banyak bandit musuh. belasan tombak es bermunculan dan membunuh banyak bandit.
"mereka memiliki three eyed white tiger?!" ucap Burly.
ia marah, karena ia tidak mendengar ini saat Ardon melapor. Ardon tersenyum kaku saat melihat tatapan Burly.
"kami tidak mengetahuinya." ucap Ardon.
"sialan! aku akan mengurusnya!" teriak Burly.
kuda hitam mendengus dengan kencang sebelum berlari ke arah Noran. Noran memandang kuda hitam dengan seorang pria kekar duduk di atasya.
"akhirnya datang juga." gumam Noran sembari tersenyum.
dalam waktu singkat, keduanya berhadapan. Trevis memandang kuda hitam dengan tajam.
ia memandang Noran seperti melihat keturunan bangsawan yang sombong. ia hanya bermaksud untuk mendapatkan semuanya dengan mudah.
Noran tersenyum, "menyerahlah dan aku akan membiarkan kalian menjadi tawananku." ucap Noran.
"bocah tengik! aku sudah bersikap lembut padamu! karena kamu ingin mati, aku akan mengabulkannya!" teriak Burly.
kuda hitam segera berlari dengan cdpat ke arah Trevis. kuda hitam merasa lebih kuat dari Trevis.
Trevis hanya tersenyum dan melihat kuda hitam melaju dengan cepat.
bang!
dengan satu ayunan cakar, kuda hitam terlempar beberapa meter bersama Burly.
Ardon memandangnya dengan mulut terbuka lebar, ia tidak menyangka Burly akan di terbangkan hanya dengan serangan tunggal.
Noran turun dari Trevis dan membiarkannya melakukan apa yang di inginkannya. segera, Trevis bergegas ke arah Burly terbang.
harimau putih berkali-kali memukul para bandit dengan ganas, menerbangkan mereka hingga terluka parah. tak sedikit dari mereka yang tewas seketika.
dalam sekejap, Trevis telah menyerang lebih dari 30 bandit dan membunuh setengahnya. kini, ia hanya berjarak beberapa meter dari Burly.
bam!
__ADS_1
Trevis melompat dan menyerang kuda hitan, membuat tengkorak kuda hitam segera hancur.
graooo!
auman keras mengandung gelombang kuat, yang mendorong seluruh orang di sekitarnya menjauh.
Burly memandang Trevis dengan sangat waspada, harimau putih ini terlalu berbahaya baginya.
'aku harus membunuhnya terlebih dahulu.' pikor Burly.
ia segera bergegas dan mengayunkan pedang besarnya ke arah Trevis. suara angin berhembus terdengar jelas saat pedang terayun.
graoo!!
Trevis meraung marah melihat Burly mencoba membununya. aura kekuningan keluar dan membuat buku putihnya berkibar.
bumm!
Trevis menabrak tubuh Burly dengan keras, menyebabkan keduanya terdorong mundur dengan kuat.
"guahhkk.."
darah menetes di sudut mulut Burly, ia merasa seperti menabrak dinding besi yang tebal.
"heavy slash!" teriak Burly.
pedang besar diayunkan dengan kuat, mencoba untuk membelah Trevis menjadi dua.
Noran segera melesat ke arah Trevis, kecrpannya luar biasa. hanya dalam sekejap ia berada di hadapan Trevis.
bang!.
demon claw sword menangkis heavy sword milik Burly dengan mudah. Noran merasakan tekanan kuat dari serangan Burly.
"kekuatan fisiknya luar biasa." gumam Noran.
kedua pedang berhenti di udara, angin berhembus dengan kuat ke segala arah, menampilkan sosok pemuda yang berdiri di hadapan mereka.
"apa?!" Burly terkejut.
bagaimana bisa ia berada di tempat ini dengan sangat cepat? bukankah ia berada di sisi lain?
ia memandang mata hitam Noran, mata hitam yang terlihat mampu menembus segala hal.
Noran menatapnya dengan tajam sebelum mendorong pedangnya mundur.
bang!
Burly memandang Noran dengan terkejut, ia tidak menyangka jika pemuda yang terlihat seperti bangsawan pemalas akan memiliki kekuatan yang besar.
Noran berbalik dan melihat ke arah Trevis yang masih berbaring di tanah.
"jangan melawan musuh yang terlalu kuat sendiri." ucap Noran.
__ADS_1
Trevis mengangguk tanda mengerti.
"kalau begitu, kita akan melanjutkan pertarungan kita." ucap Noran.