7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
76.bergabungnya Duke Emirr


__ADS_3

"Baik, kamu menang." ucap Duke Emirr.


Noran membantu Duke Emir bangun dan memberikan beberapa potion untuk membantunya pulih.


Noran kemudian membagikan potion pada para prajurit yang kini terbaring dengan wajah linglung, Hp milik mereka hanya tersisa 1, sangat rentan mereka mati.


Ketiganya kemudian berjalan menuju ke dalam mansion dan duduk.


"Ada yang ingin kubicarakan padamu." ucap Noran.


Wajah Duke Emirr menjadi serius. Ia memandang Noran dengan seksama.


"Berbicaralah." ucap Duke Emirr.


"Apa kamu bersedia bergabung dengan aliansi kami?" tanya Noran.


"Aliansi?" ucap Duke Emirr dengan heran.


Noran kemudian menjelaskan mengenai perang ini, meski mereka menang, kekuatan militer para bangsawan akan menjadi turun drastis.


Ada kemungkinan kerajaan kecil di sekitar Rosvelt akan menyerang mereka. Bisa saja para bangsawan lain yang menyerang.


Dan jika kerajaan Rosvelt kalah, maka besar kemungkinannya Kekaisaran Zugen akan memperbudak mereka.


"Dengan aliansi, kita memiliki cukup kekuatan untuk bertahan." ucap Noran.


Duke Emirr merenung, apa yang di katakan Noran sangat mungkin, ia kemudian menghela nafasnya.


"Hah...Baik, aku akan bergabung." ucap Duke Emirr.


"Bagus, dengan ini sudah ada 4 bangsawan yang bergabung. Kita hanya membutuhkan satu bangsawan lain." ucap Noran.


"Bukankah lebih banyak yang bergabung lebih bagus?" tanya Duke Emirr.


Ia merasa aneh ketika Noran mengatakan hanya akan ada 5 bangsawan di aliansi mereka.


"Terlalu banyak bisa berakibat buruk, juga aku tidak bisa menjamin mereka akan sepenuhnya mengikuti aturan aliansi." ucap Noran.


Duke Aaron dan Duke Emirr mengangguk, bisa saja mereka merusuh atau bahkan menusuk dari belakang.


"Berapa pasukan yang kalian punya?" tanya Noran.


"Aku memiliki 20.000 pasukan, hanya ada 1.000 pasukan di tempat ini." ucap Duke Emirr.


Mansion ini dijaga oleh 1.000 pasukan, Noran hanya tersenyum kecut, penjagaan mansion ini bukan lebih ketat, tapi sangat ketat.


"Apakah kamu memiliki pasukan khusus?" tanya Noran.

__ADS_1


"Ya, aku memilikinya, Raven knight yang terdiri dari 500 prajurit berlevel 150." ucap Duke Emirr.


Raven knight, pasukan khusus dari wilayah Kalustar, mereka mengenakan zirah putih biru dengan perisai bergambar gagak biru yang mencengkram panah di kakinya.


Mereka bisa dikatakan lebih kuat dari Heavy Armored Infantery milik Duke Aaron.


"Apa pasukan khusus milik Duke Cloris?" tanya Noran.


"Nak, jangan tanyakan itu." ucap Duke Emirr sembari tersenyum kecut.


Duke Aaron juga tersenyum kecut mendengar perkataan Noran, mereka kembali teringat pasukan terbang milik Duke Cloris.


"Duke Cloris memiliki 3 pasukan khusus, dua pasukan memiliki jumlah 1.000 pasukan dan pasukan terakhir hanya berjumlah dua ratus."


"Hanya 200?" tanya Noran.


Noran tidak menyangka jika mereka akan berjumlah sedikit, yah, meski Dark Order miliknya lebih sedikit.


"Jangan melihat dari jumlahnya, meski hanya 200, setiap pegassus knight memiliki level 170, pasukan khusus terkuat dari semua pasukan khusus yang ada.


Dan juga, mereka menunggangi pegassus, membuat mereka semakin mematikan." ucap Duke Emirr.


"Lalu yang dua lainnya?" tanya Noran.


"Dua pasukan khusus lainnya adalah Sniper Legion dan Strombreaker Legion." ucap Duke Aaron.


Sementara untuk sniper legion, mereka menggunakan busur yang mirip seperti crossbow, namun ini lebih panjang dan hanya mampu menapung satu panah dalam satu waktu.


Busur ini memiliki akurasi yang lebih tinggi dari pada busur yang biasa di gunakan para pemanah. Di katakan tembakan satu panah dari Sniper Legion mampu menembus Zirah.


"Tiga pasukan khusus yang kuat?" Noran mengerutkan keningnya.


Pantas saja Duke Cloris menempati tingkat pertama dari empat Duke, ia memiliki kekayaan, pasukan, penduduk lebih besar dari Duke lainnya.


"Untuk bangsawan terakhir aku memiliki seorang rekan, mungkin dia akan bergabung." ucap Duke Emirr.


Noran memandang papan misi miliknya, kini sudah ada 3 dari lima bangsawan, ia membutuhkan 2 bangsawan lagi dan 50 knight.


Untuk para knight, Noran bisa memimpin 50 dari mereka dengan mudah jika ia mengambil medalion of general.


Satu-satunya kesempatan yang ada yaitu menarik mereka di medan perang, itu langkah termudah baginya.


Mereka berbincang hingga malam hari, dan dua pria itu menggoda Noran tentang siapa yang akan di nikahinya pertama kali.


Noran hanya bisa menyipitkan matanya, menyaksikan dua pria itu tertawa.


Setelah makan malam, Duke Aaron dan yang lainnya kembali menuju mansion mereka, Lisa terlihat tersenyum dengan wajah memerah ke arah Noran.

__ADS_1


"Sampai bertemu 7 hari lagi." ucap Lisa.


Noran hanya tersenyum dan memandangnya sebelum masuk menuju ke kereta kuda.


...


Sebuah pedang biru yang indah terlihat tergantung di pinggang Lisa, itu sangat serasi dengan warna perak dari armor dan biru dari gaunnya.


"Pedang yang bagus, apa dia yang memberimu?" tanya Duke Emirr.


"Ya, Noran yang memberinya." ucap Lisa.


Ia sangat menyukai Blue Rose Sword yang di berikan oleh Noran, ia selalu membawanya kemanapun ia pergi.


"Hah... Sepertinya ia sudah melupakan ayahnya." ucap Duke Emirr.


"Biarkan putrimu bersenang-senang, dulu kamupun sama, melupakan ayahmu." ucap Duchess Irene.


Ia melingkarkan tangannya di lengan Duke Emirr dan menggandengnya masuk ke mansion.


"Ahaha, itu sudah lama sekali." ucap Duke Emirr.


Ia teringat ketika masih seumuran dengan Noran, ia pergi kabur dari mansion dan menemui Irene.


Setiap kali ia akan di kirimkan kembali oleh prajurit dari keluarga Irene dengan sebuah surat yang bertuliskan,


"Suruh putramu untuk diam di rumah dan jangan mengganggu putriku."


Keduanya hanya tersenyum dan berjalan masuk. Di tempat lain, terlihat seekor elang merah melayang tinggi.


Kini tampilannya sungguh berbeda dengan pipit api yang kecil, ia memiliki aura mengintimidasi dan kekuasaan seorang raja.


"Kiaakk!!"


Burung itu terus memburu monster yang ada dan meningkatkan levelnya menjadi lebih dan lebih tinggi lagi.


"Divine dragon?! Divine pheonix?! Divine Beast?! Tidak akan kubiarkan mereka melukai tuanku!" itulah pikiran Garuda saat ini.


Noran terus mendapatkan notifikasi level up di kepalanya, ia bergumam sembari memandang langit malam.


"Sepertinya Garuda masih meningkatkan levelnya." pikir Noran.


.............................................................


Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.


.............................................................

__ADS_1


__ADS_2