7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
129.Ambrosia Mansion


__ADS_3

"bagaimana bisa kamu tertangkap mereka?" tanya Noran


ia ingi tahu bagaimana bisa seorang putri dari benua lain di tangkap dan menjadi seorang budak di kekaisaran. mungkin akan ada cerita menarik untuk di dengar.


"saat itu, aku tengah berkeliling ibukota bersama beberapa penjaga..." ucap Sylfia.


ia melanjutkan cerita, ia berkeliling ibukota untuk memeriksa keadaan rakyatnya.


karena penasaran, ia memutuskan untuk pergi ke desa terdekat dan memeriksa keadaan desa elf itu. tidak ia sangka ada beberapa manusia menghadang saat mereka akan kembali.


total 10 manusia dengan kekuatan yang cukup besar menyerang mereka, 4 prajurit elf melawan mereka.


namun, 10 manusia itu memiliki kekuatan yang besar dan dengan mudah membunuh prajurit elf yang ada.


10 manusia itu menangkapnya dan memasukkannya ke sebuah kerangkeng besi. setelah itu, ia tidak sadarkan diri.


ketika terbangun, ia berada di benua lain, menjadi seorang tahanan dan si jual pada seorang pedagang budak. itu pedagang budak gemuk sebelumnya.


setelah mendengar ceritanya, Noran merenung sejenak. sepertinya gadis di depannya mengalami nasib buruk.


"seperti itu, aku akan mengantarmu kembali ke benua Busvil segera." ucap Noran.


bagaimanapun, jika ia tidak menyelesaikan misi itu kekuatannya akan berkurang drastis. bagaimana ia berhadapan dengan orang orang kuat, para pahlawan atau bahkan raja iblis di masa depan?


"apa kamu serius?" tanya Sylfia.


ia merasa ragu dengan pemuda si hadapannya. bagaimanapun, ia merasa jika pemuda itu lebih muda dua tahun darinya.


"aku selalu menepati janjiku." ucap Noran sembari tersenyum kecut.


gadis ini sepertinya meremehkannya. Noran berencana untuk pergi ke benua Busvil dalam waktu 1 bulan lagi, namun Sylfia menolaknya.


"kenapa kamu menolak? bukankah kamu ingin kembali?" tanya Noran.


"ya, aku ingin kembali. namun masih ada beberapa hal yang harus aku selesaikqn dahulu." ucap Sylfia.


ia mengatakan bahwa ia perlu menyelamatkan dua elf itu. kini, mereka berada di pedagang budak gemuk itu.


"aku tidak tahu apakah mereka sudah di jual olehnya atau belum." ucap Sylfia.


"tertangkap?" ucap Noran.


Sylfia menceritakan bagaimana keduanya tertangkap oleh pedagang budak itu. itu ketika mereka mencoba menyelamatkannya, namun mereka terpergok oleh bawahan penjual budak dan tertangkap.


[ding! misi terdeteksi! bantu putri Sylfia membebaskan kedua bawahannya.

__ADS_1


kesulitan : B


dua elf tertangkap saat mencoba menyelamatkan putri Sylfia. mereka tertangkap oleh pedagang budak gemuk yang tamak.


hadiah : +10.000 exp / +10 relasi dengan putri sylfia / 1 mistery box


terima / tolak ]


"baik, aku akan membantumu." ucap Noran.


[ding! misi di terima!]


Noran henak keluar untuk menyiapkan beberapa makanan untuk Sylfia. namun, sebuah keributan terdengar dari lantai bawah.


"aku ingin mendapatkan gadis itu! tangkap dia untukku!" sebuah teriakan terdengar.


Noran keluar dan melihat seorang pria muda di pintu masuk restoran. pemua itu mengenakan pakaian mahal dan terdapat sebuah gambar di atasnya.


itu lambang dari Ambrosia mansion, itu kediaman yang di pimpin oleh Duke Ambrosia. mungkin pemuda ini putranya ataupun keluarga dekatnya.


20 prajurit berlevel 90 masuk ke dalam restoran, membuat seluruh pengunjung yang ada gemetaran ketakutan.


'siapa pemuda itu?' Noran merasa tidak senang dengan ini.


20 prajurit melangkah menuju ke lantai dua. Noran menyaksikan bocah arogan itu dan melangkah turun, di belakangnya gadis elf itu mengikutinya.


"siapa kamu?" tanya Noran.


"siapa aku? aku tuan muda dari Ambrosia mansion! Dicsus von Ambrosia!" ucap Dicsus dengan bangga.


ia yakin pemuda di hadapannya yang seumuran dengannya akan gemetar ketakutan ketika mendengar ini.


"oh? putra duke Ambrosia ya?" ucap Noran dengan datar.


ia mendengar suara datar itu, menjadi begitu marah. bahkan, ia merasa tidak dianggap oleh pria muda itu.


"sialan! tangkap dia!" ucap Dicsus.


"ingin menangkapku?" Noran hanya tertawa sinis.


5 prajurit dari Ambrosia mansion bergerak menuju ke arah Noran, pedang pedang segera tercabut dari sarungnya.


Noran hanya tersenyum tak bergerak, 50 ksatria yang tengah menyamar segera melumpuhkan 20 yang ada. level 90, terlalu mudah bagi mereka yang kini berlevel 150.


3 anggota White Ghost yang terus mengamati membuka mata dan rahang mereka lebar lebar.

__ADS_1


'bagaimana mungkin para pelayan ini sekuat itu?' itulah yang di pikirkan semua orang.


Dicsus juga merasa tidak percaya, pasukan milik ayahnya di lumpuhkan dalam waktu singkat. bagaimana mungkin pasukan yang terlatih ini kalah oleh sekumpulan pelayan?


"cepat! tangkap mereka!" teriak Dicsus.


30 prajurit yang berada di luar restoran segera melangkah masuk dengan senjata mereka yang telah siap.


50 ksatria yang ada segera berbaris rapi menghalangi Noran dan para prajurit Ambrosia. Dicsus merasa marah dengan manuver para pelayan ini.


'hanya para pelayan berani mencoba melawan? hump!' dengus Dicsus.


ia merasa begitu ingin membunuh mereka semua dan menangkap elf cantik itu menjadi selirnya.


'tidak baik! ini bukan pelayan! mereka prajurit yang terlatih!' bisik seorang anggota White Ghost.


'kita harus melaporkannya pada yang mulia dan tuan Andrew!' bisik anggota lainnya.


'kamu, pergi dan laporkan ini pada yang mulia dan tuan Andrew, kami akan menahan mereka.' ucap pria sebelumnya.


pria itu mengangguk, melesat meninggalkan kedua rekannya menuju ke istana kekaisaran.


prajurit terlatih yang menyamar menjadi pelayan, hanya satu kemungkinan untuk hal ini, mereka adalah musuh!


"sepertinya perminan sudah selesai, gunakan perlengkapan kalian!" ucap Noran.


50 ksatria yang ada segera berubah menjadi prajurit berzirah hitam yang indah. dengan pedang dan perisaidi tangan mereka, membuat penampilan mereka beitu dingin dan menyeramkan.


"serang mereka!" teriak Dicsus.


ia merasa gemetaran ketika melihat pasukan itu. hanya satu yang menggambarkan mereka, yaitu mesin pembunuh!


para ksatria hanya berdiri diam dan menjejerkan perisai mereka, membentuk dindinh mereka. dari samping, dua agen white ghost hanya menatap dengan tak percaya.


'ini formasi phalanx!' pikir keduanya.


mereke memperhatikan, namun ada yang berbeda dari formasi mereka. mereka menggunakan pedang, bukannya tombak dalam formasi phalanx.


"kita harus membantu!" ucap salah seorangnya.


keduanya mengangguk dan melesat menuju pasukan berzirah hitam yang mengelilingi Noran dan gadis Elf.


Sylfia terlihat ketakutan, ia merasa gemetaran di krlilingi oleh pasukan yang gagah dan berwibawa ini.


"tenanglah, kita pasti akan bisa keluar hidup-hidup!" ucap Noran.

__ADS_1


__ADS_2