7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
221.kembali ke whitehorn city


__ADS_3

Noran masih mengawasi pembangunan kota, menyaksikan banyak manusia, goblin dan troll yang bekerja sama.


ia masih memiliki perasaan tidak nyaman sebelumnya, pikirannya pun menjadi gelisah.


saat itu, seekor burung terbang dan mendarat di bahunya. di kakinya, terlihat sebuah surat yang terikat.


"surat?" gumam Noran.


mengambil surat dan melepaskan burung itu. dirinya kemudian membuka surat dan membacanya.


semakin membaca, ekspresinya semakin gelap. Noran meremas surat itu dan membakarnya.


melihat ekspresi dan tingkah tak biasa tuannya, Sin dan yang lainnya datang. mereka berkumpul dan melihat sikap Noran yang tidak biasa.


"tuan, ada apa?" tanya Sin.


"Whitehorn telah di serang." ucap Vali.


ia memberikan surat kepada Sin, membiarkan Sin untuk membacanya. setelah memberikannya, Vali berjalan keluar.


ia bergegas ke arah dua hewan raksasa yang tengah bersantai. satu adalah harimau putih besar dan yang lain burung yang tertutup api.


"Faltra!" teriak Vali.


burung besar itu segera pergi ke arah Noran, merasa bingung dengan sikap tuannya. Vali telah mengenakan zirahnya, dengan pedang merah di tangannya.


sin, dan yang lainnya telah menyadari apa isi surat itu. mereka bergegas mengejar Noran.


"tuan!" ucap Sin.


Noran hanya menoleh, saat ini ia masih mencemaskan keadaan kota whitehorn.


"siapa yang menyerang kota kita, tuan?" tanya Sin.


"itu pasti black assssin. aku akan pergi, awasi tempat ini." ucap Vali.


Vali menepuk tubuh Faltra, keduanya segera terbang ke langit dan melesat dengan cepat.


cahaya merah terlihat jelas di langit malam. Sin dan yang lainnya juga memiliki ekspresi rumit.


"apa yang harus kita lakukan?" tanya Ruli.


mike tetap diam, wajahnya tak kalah suram dengan yang lainnya. ia telah menggenggam dua belatinya dan berjalan pergi.


"kita harus membantu tuan, akan berbahaya jika tuan pergi sendiri." ucap Sin.


semua orang menggangguk. yang menjadi pertanyaan adalah, siapa yang akan pergi mengejar tuan mereka?


"ada yang harus mengejar tuan, tapi kota ini tidak boleh di tinggalkan kosong. atau kota ini juga akan di serang." ucap Herton.

__ADS_1


semua orang setuju, mereka berdiskusi sebelum akhirnya membuat keputusan. Vali dan Mike akan pergi mengejar Noran. sementara itu, Herton, Ruli dan Toun akan menjaga kota baru ini.


Sin bergegas menyiapkan 100 goblin rider dan 100 falcon rider, jika pasukan terlalu banyak, mereka tidak akan bisa mengejar Noran.


"kami akan berangkat dulu." ucap Sin.


mereka mengangguk, 200 pasukan pergi meninggalkan kota. Trevis juga bergabung dan memimpin kelompok, karena hanya ia yang bisa merasakan posisi Noran berada.


"ini terlalu buruk." ucap Herton.


Ruli dan Toun mengangguk, mereka tidak menyangka kota akan di serang ketika mereka berada jauh di selatan.


"sepertinya mereka telah mengirim mata-mata." bisik Ruli.


"kita harus mencari mereka secepat mungkin." bisik Herton.


ketigany setuju dan mulai mencari dimana mata-mata itu berada.


...


di sisi lain..


Noran dan Faltra terus melesat dengan kecepatan penuh, ia bahkan tidak memperdulikan keadaan di bawahnya.


melihat Noran gelisah, Faltra juga merasa gelisah. ia mencoba terbang secepat mungkin menuju kota Whitehorn.


setelah beberapa jam terbang dengan kecepatan penuh, mereka hampir tiba di kota. ratusan prajurit berjaga, menjaga kota dengan ketat.


"bagaimana situasinya?" tanya Noran.


"tuan, semua penjaga dan pelayan di bunuh." ucap seorang prajurit.


mendengr laporan ini, Vali mengernyitkan dahinya. ia bergegas menuju mansion.


apa yang mengejutkannya adalah para prajurit dan pelayan mansion, di paku di dinding maupun atap mansion dengan tombak.


tak sedikit pula di bunuh dengan kejam. Noran yang melihatnya, mengepalkan tangannya dengan erat.


'sialan!' gumam Noran.


Noran bergegas masuk, menemukan lebih banyak penjaga dan pelayan dalam kondisi mengerikan.


ia mulai membuka pintu satu persatu, mencari di mana orang-orang yang paling penting baginya.


ia tidak ragu mengunakan semua kekuatannya dan bergerak dengan sangat cepat. pintu-pintu segera terbuka dan hanya bayangan cepat yang terlihat.


'dimana mereka?' gumam Noran.


ia segera naik ke lantai atas dan pergi ke kamar utama. ada beberapa prajurit yang terpenggal di luar, dengan pintu yang berlumuran darah.

__ADS_1


Noran membuka pintu, melihat banyak darah berlumuran di lantai. ada juga sesosok mayat di lantai, terkapar dengan banyak luka.


Noran segera masuk, menemukan jika orang yang terbaring adalah pelayan yang ia percayai, Grim.


"apa yang terjadi di sini?" ucap Vali.


matanya bergetar, merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. bawahannya yang paling penting telah terbunuh.


Noran melihat sekelilingnya, menemukan sebuah tongkat dan beberapa benda lainnya. jepit rambut berwarna perak, lalu ada pula staff.


Noran berlari ke laru dari mansion. msmbuka laysr statusnya dan mengaktifkan menu map.


"cari markas Black Assassin!" ucap Noran.


aura hitam dan merah yang samar mulai menyelimuti tubuhnya. mata coklatnya telah menjadi hitam, dan ia mengeluarkan perasaan intimidasi yang menakutkan.


[ding! markas balck assassin telah di temukan!]


peta virtual tertampil, menampilkan daratan Artenia yang luas. ada banyak titik merah yang tersebar, yang menandakan semua markas milik black assassin.


"tuan, kami telah lalai." ucap seorang kapten utama.


ia berlutut dan menjatuhkan senjatanya, bersimpuh dengan kepala tertunduk. semua prajurit yang ada mengikutinya.


Noran masih diam dan terus berjalan ke arah Faltra sebelum naik. tangan kanannya telah menggenggam demon claw sword dengan erat.


"perkuat penjagaan, aku tidak ingin ini terulang lagi." ucap Noran.


bahkan sebelum para prajurit menjawab, Noran telah pergi bersama Faltra. mereka melesat dengan cepat dan pergi ke barat.


semua prajurit kini memiliki ekspresi suram. mereka telah bergegas secepat mungkin ketika mendengar kota di serang, namun mereka tetap saja terlambat.


"apakah kalian mendengarnya?! perketat keamanan kota! tingkatkan patroli dan periksa semua orang!" teriak salah seorang kapten utama.


"ya pak!" jaqab para prajurit.


suasana kota menjadi begitu tegang, tidak ada yang berani lengah sedikitpun. satu persatu penduduk di periksa, mereka yang mencurigakan di tangkap dan di kurung.


beberapa setelah Noran pergi, sekelompok pasukan datang. semua prajurit menjadi siaga.


setelah melihat kelompok itu dengan jelas, mereka kembali tenang. Sin berjalan maju dan melihat 3 kapten utama di atas gerbang.


"dimana tuan sekarang?" tanya Sin.


"tuan telah pergi." jawab seorang kapten utama.


'pergi?' Sin merasa lebih dingin kali ini. ia bisa merasakan tuan yang ia kenal menjadi seseorang yang asing baginya.


"pergi ke arah mana?" tanya Sin.

__ADS_1


"ke arah barat, jenderal Sin." ucapnya.


'barat?' Sin segera memimpin semua pasukannya dan pergi ke arah barat. Trevis masih memimpin untuk mendeteksi jejak aura milik Noran.


__ADS_2