
Noran dan Garuda terbang meninggalkan wilayah Urelus. Pembangunan kastil dan pengurusan kota ia serahkan pada Herton dan Herriot.
Bagaimanapun, ia juga pernah melakukan hal itu. Sehingga, ia pasti dapat menanganinya. 20.000 koin emas juga di atur oleh Herton untuk pembangungan.
Setelah beberapa jam terbang, Noran akhirnya sampai di kota kristal. Suasana kota yang ramai, betapa ia merindukan tempat ini.
Keduanya turun di belakang mansion, membuat semua orang menjadi terkejut.
Bahkan, 100 pasukan Dark Order menjadi siaga dan mengepungnya. Mereka baru menyadari jika ada Noran di atas burung besar itu.
"Tuan!" ucap mereka serempak.
100 prajurit Dark Order bersimpuh, dengan perisai di tangan kiri dan menyentuh tanah. Sementara itu di tangan kanan tergenggam erat tombak kehitaman yang tegak dan mengkilat.
Brukk...
"kamu bersenang senang?" tanya Noran.
Sepertinya garuda merasa senang dengan sambutan mereka dan meninggikan kepalanya. Noran lalu turun dan berjalan menuju ke bagian dalam mansion.
Sin, Lisa, Grim dan Mike terlihat berkumpul di depan pintu mansion.
Puluhan pelayan juga berbaris rapi di sepanjang mansion setelah pintu.
"Kamu kembali." ucap Lisa.
Ia nampak tersenyum dan menyambut Noran dengan hangat. Sementara ketiga pria itu tersenyum dan memberikan hormat.
Mereka membungkuk beberapa derajat dengan satu tangan di dada, sementara tangan lain di belakang punggungnya.
"Selamat datang kembali tuan." ucap ketiganya.
Noran mengangguk, ia kemudian berjalan masuk ke dalam mansion. Selama berjalan masuk ia bertanya bagaimana situasi kota Kristal dan kota lainnya.
Dari laporan Sin maupun Mike, sepertinya situasi 3 kota saat ini sangat baik. Dan juga, konstruksi di kota Corton telah sepenuhnya selesai.
Tidak ada laporan penduduk yang kekurangan di musim dingin ini. bahkan, ekonomi wilayah Barliester dan wilayah lainnya mengalami kenaikan.
"Masih ada satu bulan lagi, pastikan semua penduduk dalam kondisi baik." ucap Noran.
"Baik tuan." jawab Sin dan Mike.
"Mike, bisakah kamu menyiapkan 3000 pakaian tebal?" tanya Noran.
"Akan saya lakukan tuan." ucap Mike.
"Dan untukmu Sin, aku ingin kamu menyiapkan pasukan aliansi sesegera mungkin." ucap Noran.
"Baik, akan segera saya siapkan tuan." ucap Sin.
__ADS_1
Keduanya segera pergi dan melaksanakan perintah Noran. Ia merasa penasaran seperti apa kota Turin saat ini.
"Burung apa itu?" tanya Lisa.
Noran memandang Garuda di luar mansion, sepertinya Lisa belum mengetahui burung itu.
"Itu Garuda, salah satu dari divine beast sekaligus satu dari 3 penguasa para monster." ucap Noran.
"Divine beast?!" Lisa merasa terkejut.
Ia memang merasa semacam aura tekanan atau dominasi dari burung raksasa itu. Tak ia sangka, burung itu adalah satu dari divine beast.
Noran dan Lisa kemudian berjalan mendekat ke arah Garuda. Divine beast umumnya di berikan nama saat baru bersama pemiliknya.
Karena penasaran, Lisa lalu bertanya nama dari divine beast ini.
"Siapa namanya?" tanya Lisa.
"Nama ya.." gumam Noran.
Hampir saja ia melupakan pemberian nama pada Garuda. Sebuah nama kemudian melintas di benaknya.
"Namanya adalah.. Faltra." ucap Noran.
"Faltra? Nama yang bagus." ucap Lisa.
Kiakkk!!
Hembusannya cukup kuat, membuat Lisa yang hanya memiliki level 60 terdorong mundur.
Swush...
Noran melesat dan menangkapnya dengan segera, untuk para pasukan Dark Order, mereka bisa bertahan dengan mudah.
"Berhati-hati ketika mengepakkan sayapmu." ucap Noran.
Kiakk.
Garuda sepertinya mengerti dan melipat kembali sayapnya. Noran lalu mengeluarkan cukup banyak daging monster yang ia kumpulkan.
Melihat kumpulan daging itu, Faltra merasa bersemangat. Ia mematuk satu daging monster, melemparnya ke udara dan memanggang sebelum memakannya.
Noran dan Lisa lalu masuk ke dalam mansion, sementara di belakang mereka terlihat Grim mengikuti.
Noran dan Lisa kemudian duduk di sofa, dengan GrimĀ tetap berdiri di belakang mereka.
"Bagaimana situasi saat ini?" tanya Noran.
"Ayah saat ini berada di perbatasan, situasi perbatasan semakin memburuk." ucap Lisa.
__ADS_1
"Begitu ya?" ucap Noran.
Beberapa kali, terlihat dua pahlawan itu terus berhadapan. dua divine dragon juga terlihat saling bertarung di atas langit.
Membuat situasi peperangan menjadi semakin kacau. Dari 10 kota perbatasan, hanya 4 yang berada di tangan kerajaan Rosvelt.
6 kota lainnya telah berada di tangan kekaisaran Zugen, dengan korban mencapai 300.000 pasukan kerajaan Rosvelt dan 250.000 pasukan kekaisaran Zugen.
Noran ingin melihat seberapa bergunanya pria yang di sebut pahlawan itu? Namun di sisi lain masih ada jutaan jiwa yang harus ia selamatkan.
"Apa kamu ingin ikut ke perbatasan lagi?" tanya Noran.
Tubuh Lisa nampak sedikit gemetaran, mengingat peristiwa tempo lalu. Itu membekas sangat dalam di hatinya.
Noran menggenggam tangan kiri Lisa, bagaimanapun ia juga masih merasa kemarahan dengan situasi itu.
"Jangan khawatir, itu tidak akan terjadi lagi, aku janji." ucap Noran.
Lisa mengangguk, dirinya merasa lebih tenang dan menampilkan senyum di wajahnya.
"Grim, bagaimana dengan penginapan dan restoran yang di buka?" tanya Noran.
"Sangat bagus tuan, restoran maupun penginapan milik tuan semakin terkenal. Seluruh kamar dan meja yang ada selalu penuh oleh para bangsawan maupun para saudagar kaya." ucap Grim.
"Begitu, bagaimana dengan keamanannya?" tanya Noran.
"Sudah ada sekitar 10 petugas keamanan di masing-masing tempat tuan." ucap Grim.
Noran mengangguk, sepertinya kondisi perbatasan terus memburuk. mungkin sudah tak lama lagi ia harus bergabung ke medan perang.
"Tuan, saya akan menyiapkan makan malam dahulu." ucap Grim.
karena baru sampai di kota ini, Grim kemudian pergi dan menyiapkan makanan terbaik untuk di hidangkan pada Noran.
Noran dan Lisa kemudian naik ke atas lantai dua, duduk di balkon dan memandang danau kristal yang indah.
Lisa menyandarkan kepalanya ke bahu Noran, keduanya menikmati suasana lamgit sore yang indah.
"Apakah mereka berada di perbatasan?" pikir Noran.
Ia teringat tentang Esline dan Alice, mungkin keduanya tengah bertempur dengan pasukan kekaisaran.
Dalam hatinya, ia ingin segera kembali ke perbatasan dan menemui mereka. Namun masih ada banyak hal yang harus ia urus.
"Aku akan kesana secepatnya." pikir Noran.
.......................................................................
Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.
__ADS_1
.......................................................................