7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
134.bertarung dengan Hero of Lancer 2


__ADS_3

buuoommm!!


debu mengepul tinggi, kedua sosok yang bertumbukan terdorong beberapa meter dengan luka parah. keduanya kehilangan lebih dari 40% hp mereka.


para ksatria dan pasukan kekaisaran tidak bisa melihat apa yang terjadi, debu begitu tebal hingga tidak terlihat apapun di dalamnya.


"tuan!" seorang ksatria berteriak dengan cemas.


sementara itu, para pasukan kekaisaran juga tercengang dengan besarnya ledakan itu.


beberepa bangunan hancur tak bersisa oleh ledakan itu, hancur dan rata menjadi tanah.


3 pria melesat di kejauhan ke arah suara ledakan. masing masing memiliki kekuatan yang cukup tinggi. tidak ada yang kurang dari level 300, mereka adalah sosok pendukung utama kekaisaran Zugen.


setelah beberapa saat, debu perlahan menghilang. memperlihatkan dua orang pria yang tertunduk dan terluka parah.


guahk!


Andrew memuntahkan darah merah, melihat Noran yang tidak jauh berbeda dengan dirinya.


dengan seluruh kekuatannya yang tersisa, Noran mencoba bangkit. dengan bantuan demon claw sword, ia perlahan berdiri.


step...


kedua lengannya tertutup oleh darah, rambutnya berantakan. darah juga terlihat menetes melewati matanya.


tiga pria yang melesat segera datang ke arah Andrew. itu adalah jenderal utama kekaisaran, penyihir kekaisaran dan seorang lainnya yang tidak di ketahui.


"sembuhkan tuan pahlawan, biarkan kamu menghadapinya." ucap sang jenderal.


penyihir kerajaan mengangguk, situasi Andrew memang buruk. bahkan, saat berhadapan dengan Andrea dirinya tidak terluka separah ini.


namun, siapa pria itu? bagaimana bisa ia melukai tuan pahlawan yang perkasa ini?


sang jenderal melesat menuju ke arah Noran, mencoba untuk menyerangnya dengan sekuat tenaga.


"Tyon! bantu aku!" teriak sang jenderal.


sseseorang yang di panggil Tyon segera melesat dan menyerang Noran dari sisi lain. keduanya menyerang dari dua sisi.


sting sting sing


pedang terus beradu, membentuk suara metalik yang memekakkan telinga. Sylfia dan 50 ksatria yang ada menjadi sedikit cemas.


15.000 prajurit kekaisaran mengepung mereka dari segala sisi. terlebih, ada hero of lancer dan penyihir kekaisaran di hadapan mereka.


"apa yang harus kita lakukan?!" ucap seorang ksatria.


"kalian jaga mereka untuk tidak mendekat, aku akan membantu tuan kalian." ucap Sylfia.

__ADS_1


meski ia masih merasa takut, ia membrranikan dirinya. hanya ini cara agar ia bisa kembali ke benua Busvil dan menemui orang tuanya.


"kami serahkan padamu! kami akan sebisa mungkin menahan mereka!" ucap seorang ksatria.


Sylfia mengangguk, 50 ksatria yang ada segera berbaris membentuk dinding perisai menghadap 15.000 prajurit yang ada.


untuk memenangkan pertempuran, setidaknya satu ksatria harus membunuh 300 prajurit. namun, siapa di antara mereka yang mampu?


Sylfia menarik busurnya dan melepaskan panah sihir ke arah sang jenderal san Tyon.


panah melesat dengan cepat dan menancap di bahu sang jenderal. sementara Tyon berhasil menghindari setiap panah yang mengarah padanya.


merasa terganggu, sang jenderal memerintahkan Tyon untuk mengurus Sylfia.


"Tyon! urus pemanah itu! aku akan menghadapi pemuda ini!" ucap sang jenderal.


Tyon mengangguk dan bergegas menuju ke arah Sylfia. Noran terus menghadapi sang jenderal dengan kekuatannya yang tersisa.


ia bahkan tidak mendapatkan kesempatan untuk memulihkan diri. pedang besar terus di ayunkan padanya, mengincar perut, dada, dan lehernya.


"enyahlah!" teriak Noran.


pangg...


demon sword menampar sang jenderal dengan keras hingga terlempar jauh. dang jenderal terlempar dan menbarak beberapa bangunan.


Noran memandang Andrew yang tengah di sembuhkan oleh penyihir kekaisaran, mungkin itu sihir penyembuhan yang terkenal.


gadis itu terlihat kesulitan menghadapi Tyon yang berada di level 360. perbedaan level mereka terlalu jauh, sehingga Tyon dapat dengan mudah menekannya.


sling!


pedang mengiris lengan Sylfia, membuat darah menetes. Sylfia keilangan kekuatan dan menjatuhkan busurnya.


"tak kusangka, akan ada gadis cantik di sini. aku akan brmain denganmu nanti!" ucapnya sembari tersenyum jahat.


"enyahlah!" teriak Sylfia.


"hahaha! enyah? bisakah kamu melakukan itu?" ucapnya sembari terkekeh.


dalam beberapa saat, Noran berada di belakang mereka. tatapannya tajam dan tak kenal ampun.


"mungkin dia tidak akan bisa, namun itu berbeda jika aku yang melakukannya." ucap Noran.


"siapa.." Ryon menoleh.


ia melihat pedang merah yang mebgerikan melesat sebelum menembus lehernya.


ding! membunuh Tyon! pelindung kekaisaran Zugen! Exp +100.000! kontribusi +10.000!

__ADS_1


"kamu baik-baik saja?" tanya Noran.


ia memeriksa luka Sylfia, itu cukup dalam dan terlihat menyakitkan. Sylfia tersenyum pahit dan mencoba menahannya.


"aku baik-baik saja." ucap Sylfia.


Noran mengeluarkan beberapa potion dan memberikan padanya. ia menyuruh Sylfia untuk segera meminumnya.


sang jenderal masih belum terlihat keluar dari reruntuhan bangunan, sementara sang pahlawan masih berada di perawatan penyihir kekaisaran.


50 ksatria yang bersamanya telah brrtarung melawan ribuan prajurit kekaisaran.


bahkan dari kerjauhan terlihat puluhan ribu prajurit lain datang ke arah mereka. Noran juga merasakan beberapa aura kuat yang menuju mereka.


"Seth! keluarlah dan bantu mereka!" ucap Noran.


"baik tuan!" ucap Seth.


sosok hijau transparan muncul, dirinya mengenankan zirah dan senjata yang sama. tak lama, 25 prajurit roh muncul dari dalam tanah.


"bantu mereka! bunuh sebanyak yang kamu bisa!" ucap Noran.


Seth mengangguk dan melesat, memimpin ghost warrior menghadapi ribuan prajurit kekaisaran yang ada.


sang penyihir memandang prajurit hantu itu dengan mata terbelalak. merasa tidak percaya jika soul guardian bisa mengikuti perintah seorang manusia.


Noran memandang Andrew yang perlahan pulih. sementara Royteren, divine earth dragon memandangnya dengan tajam.


graooo!!


naga raksasa meraung keras ke arah Noran, membuat semua orang merasakan getaran kuat di tubuh mereka.


"Ro.. kamu bersemangat ya?" ucap Andrew lirih.


ia perlahan berdiri, memandang pria muda yang berhadapan dengannya semeblumnya.


"tuan Arel, kembalilah ke istana. yang mulia membutuhkan perlindungan anda." ucap Andrew.


"tapi, bagaiman dengan tuan Andrew." ucap Arelise, penyihir kerajaan.


"saya akan segera kembali, kembali ke istana dan aktifkan penghalangnya." ucap Andrew.


Arelise mengangguk dan melesat menuju ke istana. sementara Andrew telah mencengkeram tombaknya dengan erat kembali.


"apapun yang terjadi, aku akan menangkapmu!" ucap Andrew.


Noran hanya tersenyum dan melesat ke arahnya, sekali lagi keduanya berbenturan dengan keras dan bertarung dengan intens.


naga raksasa itu terus mengaum dan terbang di langit, menyemburkan api panas dari mulutnya.

__ADS_1


grao!!


__ADS_2