
[buka 2 random gift?
ya / tidak ]
"ya!"
layar mengeluarkan cahaya ketika dua dua kotak hadiah dengan tanda tanya menghilang.
saat berikutnya, sebuah tongkat indah dengan kayu coklat yang nampak berkilau. terpasang juga permata biru yang halus.
[rod of intelegence : legendary
meningkatkan kapasitas mana +100% dan serangan sihir +100%. resitastansi sihir +10%
skill : short casting
mempersingkat casting sihir! ]
[broken sword : normal
pedang normal yang telah berkarat, damage +2. pedang ini bisa hancur kapanpun. ]
"peralatan tingkat legendaris!" Noran terkejut.
ia tidak menyangka akan mendapatkan peralatan tingkat legendaris lainnya. meski benda yang satunya sampah, rod of intelegence adalah harta terbaik.
saat itulah, Noran merasa bingung kembali.
"siapa yang akan menerima tongkat ini?" gumam Noran.
Esline dan Alice sama-sama penyihir, dan tongkat ini akan berguna untuk mereka. namun hanya ada satu tongkat, ia bingung bagaimana untuk memberikannya.
"akan kusimpan, jika di masa depan ada satu lagi, aku akan memberikannya." pikir Noran.
pedang berkarat Noran buang, itu benar benar benda sampah yang tidak berguna.
Noran kemudian memutuskan untuk istirahat.
...
pagi harinya, Noran mengirim Herton dan Sin untuk melakukan penaklukan kelompok bandit lainnya.
masing masing membawa 1.000 pasukan bersama mereka, Noran menyuruh untuk fokus membersihkan kelompok bandit kecil sebelum membersihkan kelompok bandit menengah dan kelompok bandit kuat.
sesuai janjinya, Noran menemani Esline dan yang lainnya bermain san bersenng senang.
di tempat lain...
...
sebuah tempat yang tidak di ketahui...
seorang pria bersayap kelelawar berdiri di altar dengan senyum lebar. itu adalah vampir yang telah menyamar menjadi perdana menteri di kerajaan Rosvelt.
__ADS_1
"kamu sudah kembali?" tanya seorang pria tua.
rambutnya hitam panjang, ia juga memiliki sepasang sayap kelelawar dengan tanduk hitam kecil. terlihat dua taring kecil dan tajam di mulutnya.
"ayah, saya kembali." ucap sang vampir.
"bagaimana dengan pekerjaanmu?" tanya sang pria tua.
"aku berhasil, ayah. dua kerajaan besar berperang, dan yang lebih baik dua pahlawan bertempur satu sama lain." ucap sang vampir.
"bagus, kerja bagus! aku yakin, tuan akan menghargai kita, keluarga daywalker! Ethan, istirahatlah. pertemuan keluarga akan di lakukan dalam waktu dekat." ucap si pria tua.
"ayah, bagaimana dengan saudara yang lain?" tanya Ethan.
"saudara yang lain? mereka masih melakukan tugasnya. kakakmu, Ether masih berada di kekaisaran suci sekarang.
adikmu, aku tidak tahu. ia menghilang begitu saja. sekarang, yang lebih penting keluarga kita telah menjadi lebih kuat. tuan pasti akan mengangkat kita menjadi pasukan utama." ucap si pria tua.
"ya, aku yakin itu. keluarga evernight, keluarga sunterder dan keluarga crestellar tidak akan cocok untuk kita." ucap Ethan.
ayah Ethan, Mark daywalker adalah pemimpin keluarga daywalker, salah satu dari 4 keluarga utama ras vampir.
daywalker, evernight, sunterder dan crestellar adalah keluarga utama ras vampir. vampir yang lahir dari keluarga utama lebih unggul dari vampir lainnya.
dan setiap keluarga utama memiliki kelebihan mereka masing masing. keluarga daywalker memiliki kemampuan untuk berjalan di bawah sinar matahari.
meski kekuatan mereka berkurang 30%, itu masih kelebihan yang berguna. vampir Normal hanya mampu menggunakan 30-50% kekuatan mereka saat di bawah sinar matahari. belum lagi, ada resiko mereka mengalami luka bakar akibat sinar matahari.
karena inilah, keluarga daywalker percaya mereka akan menjadi pelayan utama untuk raja iblis yang akan lahir.
salah satu utusan kita mengatakan sikap aneh dari kepala keluarga evernight. mereka di curigai memberontak terhadap raja iblis." ucap Mark.
"memberontak?! lancang! mereka terlalu berani untuk melawan kekuasaan mutlak tuan!" teriak Ethan.
bagaimanapun, raja iblis sudah seperti dewa di pikiran Ethan. Mark hanya diam memandang reaksi putranya.
"itu hanya dugaan. sekarang, berlatihlah bersama pejuang lainnya. kita perlu lebih kuat untuk menstabilkan posisi kita." ucap Mark.
"ya ayah." ucap Ethan.
Ethan pergi meninggalkan altar dan berlatih bersama pejuang lainnya. ada 300 pejuang vampir di keluarga daywalker. selain itu, ada 3.000 dhampir, dan 5.000 lesser vampir.
"para pahlawan mulai bermunculan. hari kebangkitan semakin dekat..." gumam Mark.
saat itu, muncul 4 vampir mengenakan jubah hitam. mata merah darah terlihat dari celah maskernya.
"tuan, nona muda tidak di temukan." ucap seorang vampir.
"hah, anak ini... selalu saja merepotkan. kalian, awasi keluarga lainnya. aku akan mengurus ini nanti." ucap Mark.
"baik tuan." jawab keempat vampir.
keempatnya berubah menjadi kelelawar kecil dan pergi meninggalkan altar. Mark merasa semakin pusing menangani situasi saat ini.
__ADS_1
...
di tempat lain...
"Aphrodite, bagaimana?" tanya pria tua berambut putih.
"aku kesulitan mengendalikannya. kekuatannya terlalu besar, apa kamu memberinya kekuatanmu?" tanya Aphrodite.
pria tua tertawa dan berbicara, " hahahaha, hanya sedikit."
"apa?!" semua dewa yang lain terkejut ketika mendengarnya.
"berapa banyak yang kamu berikan?" tanya Aphrodite.
"1%?" ucap pria tua dengan ragu.
"1% katamu?!" Aphrodite terkejut.
"etto... berapa ya? mungkin 10%?" ucap pria tua.
"10%?! berapa yang kamu berikan?!" Aphrodite menjadi kesal dengan pria tua.
"Aphrodite? apa yang terjadi padamu? kenapa wajah kamu merah? kamu sakit?" ucap pria tua.
"berapa banyak kamu memberinya?" tanya Aphrodite.
"aku tidak ingat tentang itu." ucap pria tua.
"haish.. aku tak percaya dunia ini masih bertahan di bawah pengawasan orang ceroboh sepertimu." ucap Aphrodite.
"aku ceroboh?" tanya pria tua.
"sangat!" ucap Aphrodite.
semua dewa dan dewi lain mengangguk, pria tua hanya bisa bertanya bingung apakah dirinya begitu.
tiba-tiba, sebuah suara bersemangat terdengar.
"ya! aku berhasil mengendalikannya! ini terlalu sulit!" ucap Aphrodite.
semua dewa dan dewi lainnya mendekati kuali air untuk melihat apa yang terjadi.
itu seorang pemuda dengan 4 gadis cantik di sekelilingnya.
"cepat lakukan! aku tidak sabar!" ucap dewa pedang.
"pastikan membuat pertunjukan yang bagus!" ucap dewi air.
"akan lebih baik jika mabuk, aku belum pernah melihatnya mabuk." ucap dewa kurcaci.
"lakukan sesukamu, Aphrodite." ucap pria tua sembari tersenyum.
"tentu!" jawab Aphrodite.
__ADS_1
Aphrodite lalu tersenyum dan menyeringai saat melihat pemuda berjubah putih yang di tampilkan di kuali air.
"ini akan menarik!" gumam Aphrodite.