
"Pertandingan Hoki di mulai!" teriak Noran.
Noran melesat pergi ke samping, menyaksikan kedua tim beradu dan membenturkan tubuh mereka, itu terlihat bagus dan menegangkan.
"Terima bola ini!"
"Jangan biarkan dia lepas!"
"Kalian, jaga dia!"
Suasana pertandingan begitu meriah, semua bangsawan pria seperti Duke Aaron dan yang lainnya menonton dengan serius.
Pangeran Reyn dan para tuan muda juga ikut menonton, sepertinya para gadis tidak menyukainya karena ini begitu kasar.
Para penduduk kota maupun turis yang berkunjung juga bersorak, ini pertandingan yang seru, tidak ada tempat lain yang memiliki acara seperti ini.
"Ayo! Hantam!"
"Rebut bolanya!"
Pertanding pertama di menangkan oleh tim biru, setelah istirahat selama 5 menit, pertandingan kembali di lakukan.
"Ini menyenangkan." ucap Duke Aaron.
"Ya, ini bagus." ucap Duke Cloris.
"Hantam! Hantam mereka! Bagus!" teriak Duke Emirr.
Kini kedua Duke lainnya memandangnya, membuat Duke Emirr merasa sedikit risih.
"Apa?" tanya Duke Emirr.
"Tidak ada." jawab keduanya.
Di tembok kota, para prajurit berkumpul dan menyaksikan pertandingan dengan semangat.
"Apa itu?"
"Entahlah, tapi itu terlihat menyenangkan."
...
Pertandingan berakhir, tim biru memenangkan dua babak dengan selisih tipis, ini pertama kalinya mereka bermain namun mereka terlihat seperti profesional.
"Pemenangnya tim biru! Apa nama tim kalian?" tanya Noran.
Bocah yang terlibat berkelahi sepertinya sang pemimpin tim, ia maju dan meneriakkan nama tim mereka.
"Golden Rage!" ucapnya dengan bangga.
"Golden Rage memenangkan kompetisi! Tim Golden rage menjadi tim terkuat saat ini." ucap Noran.
Noran membuat papan leaderboard di pusat kota, memajang nama "Golden Rage" di sana, sementara tim lainnya memiliki nama "Sword justice" berada di peringkat kedua.
Noran merasa pemilihan nama mereka begitu berlebihan, yah... Itu terserah mereka.
"Mulai tahun ini, wilayah Barliester akan selalu mengadakan kompetisi Hoki!" teriak Noran.
Dengan ini, wilayah Barliester dapat menarik banyak turis, dan perlahan wilayah Barliester akan menjadi terkenal dan makmur.
Para bangsawan menjadi tertarik, mereka berpikir untuk membawa permainan ini ke wilayah mereka.
Mereka menemui Noran dan bertanya apakah boleh membawa permainan Hoki ke wilayah mereka.
"Tentu saja kalian bisa membawanya ke wilayah kalian, itu hanya permainan.
Dan setiap tahun akan di adakan kompetisi, aku harap tahun depan akan lebih meriah." ucap Noran.
__ADS_1
Untuk peralatan, mereka mungkin akan membuat sendiri atau memesan dari paman blacksmith.
Para bangsawan mengukur lapangan yang digunakan dan yah, mengukur gawang dengan serius, mereka bahkan mencatatnya dengan kertas.
Pesta yang meriah terus berlanjut, kini waktunya bagi para penduduk untuk berpesta dan berdansa di pusat kota.
Acara di tutup dengan menyantap hidangan yang di sediakan, suasana yang meriah dan begitu semarak.
"Mungkin aku harus membuatnya lebih lama tahun depan." gumam Noran.
Para bangsawan kembali ke penginapan mereka sendiri, Noran kemudian masuk ke kamarnya.
Di tempat lain...
Tiga orang gadis cantik saat ini tengah berbaring di atas kasur, mereka saat ini berada di kamar Alice.
"Siapa pria berambut hitam itu?" tanya Lisa.
"Maksudmu Noran? Dia adalah penyelamatku." ucap Esline.
"Dan juga seorang Baron." sambung Alice.
"Mengapa kamu bertanya? Apa kamu tertarik dengannya?" tanya Esline.
Ia sedikit menggoda Lisa dan membuat wajahnya memerah, Lisa kemudian menyangkalnya.
"Bukan, ia telah menyelamatkan aku." ucap Lisa.
Ketiganya berbicara semalam penuh mengenai Noran, Esline menceritakan bagaimana ia bertemu dengan Noran, begitu juga dengan Lisa.
Di kamarnya Noran...
Hachu... Hachuu...
"Apakah aku terkena flu?" gumam Noran.
Noran memilih untuk tidur dan menutupi tubuhnya dengan selimut tebal agar hangat.
Di tempat lain...
Terlihat 3 orang pria berjubah dan mengenakan topeng terbang di atas sebuah kota, mereka biasa menanggilnya Dark city.
awalnya mereka mengira si pendiam berada di kekaisara suci, namun sepertinya ia berada di tempat lain, yakni Dark city.
Sebuah kota yang terletak di pedalaman hutan besar Nours. Hanya orang-orang kuat yang mampu berada di sana, dengan level terendah mereka adalah 180.
Kota tanpa tuan, itulah sebutan untuk kota ini. Dark city di pimpin oleh seorang pria bernama Argon yang memiliki level 550.
Argon diyakini banyak organisasi rahasia sebagai eksistensi terkuat dari kalangan manusia saat ini.
"Dimana si pendiam?" ucap sang archer.
Ia menggunakan sihir deteksinya, meski si pendiam berada di dalam tanah, ia masih dapat menemukannya.
Beberapa saat kemudian, sang mage tertawa dan menampilkan mata berkilauan.
"Ada apa?" tanya sang swordman.
"Aku menemukannya, ini akan sedikit merepotkan." ucap sang Mage.
Dirinya memandang ke sebuah mansion, bendera merah berkibar di atas mansion.
"Dia disana, berada di dalam tanah di tempat itu." ucap sang mage.
"Dragon Claws?!" keduanya terkejut.
Mereka adalah kekuatan besar yang menyamai kekuatan kota Dark city, Dragon Claws. Dikatakan dalam rumor jika ketua prajurit bayaran ini memiliki level diatas 500.
__ADS_1
"Ini akan merepotkan." ucap sang swordman.
"Apanya yang merepotkan? Ini akan mudah." ucap sang mage.
Ia melemparkan sebuah kristal tingkat tinggi, beberapa saat kemudian sebuah naga merah besar terbang.
"Red dragon?! Sejak kapan kamu memilikinya?" tanya keduanya.
"Hehe... Itu sudah lama." ucap Sang mage.
"Tenanglah, bukan hanya kamu yang memiliki kejutan." ucap swordman.
Sebuah pedang besar muncul di tangannya, menampilkan aura emas yang mendominasi dan kuat.
"Trusalva sword! Pedang legendaris! Menakjubkan!" ucap sang mage.
"He, bukan kalian saja yang memiliki kejutan." ucap sang archer.
Tubuhnya menjadi kabur, perlahan memunculkan tiga sosok yang sama persis berdiri berdampingan.
"Triple body?!" sang mage dan sang swordman terkejut.
Kini ketiganya tersenyum, dan memandang mansion besar itu.
"Yang paling akhir menemuinya, akan mentraktir makan selama sebulan." ucap sang swordman.
Sang swordman segera melesat ke arah mansion, di ikuti oleh sang mage yang menunggang naga dan sang archer melesat.
"Hahaha! Ini akan mengasikkan!" Ucap sang swordman.
"Holybuster!" teriak sang swordman.
Pilar kuning terang muncul dari ujung holysword dan melesat menuju ke mansion.
"Reig! Jangan kalah! Keluarkan kemampuanmu!" ucap sang mage.
"Grroaarrr!"
Api menyembur dari mulut naga merah itu dengan ganas, sementara si archer yang menggunakan skill triple body melesatkan anak panah sihir.
Belasan.. Puluhan.. Dan dalam waktu singkat anak panah sihir menjadi ratusan.
Shua shua shua...
Tiga serangan tingkat tinggi menyerang barrier yang melindungi mansion, membuat mansion bergetar dengan keras.
Baduumm...
Duarrrr...
Barrier menghilang tak bersisa, tiga serangan mematikan terus melesat ke mansion, membunuh para penghuni mansion dan menciptakan kawah yang besar.
"Uhuk... Uhuk..."
Asap mengepul dari mansion, seorang pria terlihat berjalan keluar dari reruntuhan mansion.
"Sialan! Akan kubunuh kalian!" ucapnya.
Aura membunuh yang kuat keluar dari tubuhnya, dengan mata merah dan bekas luka di mata kanannya membuatnya nampak lebih mengerikan.
"Kita tidak ada waktu lagi, cepat ikuti kami." ucap sang swordman.
Pria itu memiliki job assassin, dalam waktu singkat ia menghilang dan berada di samping ketiganya, mereka melesat terbang dan menjauhi Dark city.
(Note : aku tidak tahu bagaimana menyebut pin besi, yah.. Sebut saja sebagai bola. Hehe!)
.............................................................
__ADS_1
Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.
.............................................................