7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
215. 5 elemen


__ADS_3

4 goblin masing-masing mengenakan semacam mahkota emas yang tak berbentuk dan memiliki banyak kerucut runcing.


Jubah dari bulu hewan mereka terlepas sepenuhnya, di gantikan dengan tampilan zirah berwarna emas yang senada.


Yang membuat Noran terkejut bukanlah zirah emas mereka, maupun senjata yang mereka kenakan.


Ya, senjata dan armor mereka tingkat Super Epic, namun itu tidak terlalu mengejurkan bagi dirinya. yang membuatnya terkejut adalah tampilan para goblin king saat ini.


Tombak api...


Tombak tanah...


Tombak angin...


Tombak air...


4 tombak berelemen berbeda berada di genggaman tangan mereka yang juga di selimuti oleh elemen masing-masing.


Dan goblin terakhir memiliki tampilan yang berbeda, tampilan keras berwarna coklat. Elemen kayu, dan saat ini ia menyeringai puas.


"Penguasa elemen?!" ucap Noran.


Hanya beberapa saat sejak ia di dorong mundur oleh 2 tombak api, dan kini 8 tombak berbeda melesat ke arahnya.


Noran mengayunkan demon claw sowrd miliknya, membuat 8 tombak berbelok dan menyebar tanpa arah, menancap di tubuh para goblin.


Sruuuuu!!


Suara kasar membuat Noran waspada, dua kayu melesat keluar dari tanah dan mengarah padanya. Masing-masing memiliki ujung runcing dan di penuhi duri di batangnya.


Noran melepaskan demons claw, msnghentikan pergerakan serangan goblin king. Sekarang lebih merepotkan untuk melawan mereka karena 5 elemen yang berbeda.


"Gggrrr!!!"


Trevis menggeram, memandang para goblin king dengan marah. Ia tetap berdiri di samping Noran dan menunggunya memberi perintah.


"Buat salah satunya menjadi sibuk, aku akan mengurus yang lain." ucap Noran.


Keduanya segera melesat dan menyerang kembali. Menghindari tanah tanah runcing yang muncul, angin tajam yang berdesis maupun tombak api yang terus di lemparkan.


Pilar air juga terus muncul dari waktu-ke waktu, memaksa Noran dan Trevis untuk terus menghindar.


Di saat itu, dua bola api berukuran raksasa melesat, menghancurkan pilar tanah tajam yang tak terhitung jumlahnya. Bola api melesat lurus mengarah ke para goblin king berada.


"Guga?!"

__ADS_1


Goblin king terkejut, ia melihat bola api raksasa yang terus mendekat ke arahnya. Hanya berjarak beberapa meter lagi, ia kini telah di lindungi oleh lapisan tanah, mebgurungnya dengan kubah tanah yang kokoh.


Pusaran angin yang kuat dan tajam juga di lepaskan, mencoba untuk menyebarkan bola api menjadi api yang lebih kecil, namun gagal.


Kubah tanah bergetar dan menjadi retak, di sisi lain Noran merasa senang. Serangan tiba-tiba Faltra kini membuat para goblin king teralih perhatiannya.


3 tebasan berurutan di eksekusi, melesat dan memotong seorang goblin king terpotong menjadi 3 bagian.


[ding! membunuh goblin king! exp+....]


Trevis juga berdiri di samping goblin king lainnya, mengayunkan cakarnya yang besar dan melemparkan goblin king dengan kuat.


Bang!


Goblin king terlempar dan menabrak dinding sengan keras. Bola api raksasa juga meledak kuat, membuat kubah tanah hancur tak bersisa.


Dampak kuat ledakan juga membuat Goblin king di dalamnya tak berdaya dan terkapar di tanah. 2 goblin king yang tersisa, merasa kehidupan mereka terancam, segera meningkatkan kekuatan mereka.


Kekuatan maksimal monster peringkat King, juga memiliki kecerdasan layaknya manusia ridak bisa di remehkan. zirah mereka tidak lagi terlihat terbuat dari emas, melainkan api dan air yang berbahaya.


Hanya bagian kepala yang di biarkan tanpa balutan elemen api dan air, sementara bagian lainnya terlapisi sepenuhnya.


shing!


keduanya menarik pedang mereka dan melesat ke arah Noran, mengerahkan elemen mereka pada pedang mereka.


demon claw sword berdentang keras ketika fire sword dan water sword membenturnya. 2 pedang dengan elemen berlawan, berada di depannya dalam jarak dekat, membuat kabut asap yang tebal.


Noran masih tenang, dengan God Eye ia masih bisa menyaksikan pergerakan musuh meski di dalam lapisan kabut tebal.


Noran kemudian mengerahkan sihirnya, membuat demon claw sword yang telah kuat di lapisi api merah gelap, membuatnya semakin kuat.


Wurstt!!


Air di pedang goblin king mendidih dengan cepat, menyisakan bilah emas tanpa perlindungan air. Di bawah panas demon claw sword, pedang goblin king meleleh dan lenyap.


Sementera itu, ksdua goblin king merasakan panas luar biasa dari pedang Noran dan melangkah mundur perlahan.


Air...


Detik berikutnya, api menghilang dan di gantikan air yang muncul seperti bendungan. Air menyembur tanpa henti, membasahi pedang emas goblin king dan memadamkan apinya dengan paksa.


Crack!


Pedang emas menjadi retak dan hancur menjadi debu. panas ekstrem lalu air yang mengucur seperti bendungan merusak bagian dalam pedang emas dengan mudah.

__ADS_1


2 goblin king tergeletak tak berdaya di tanah, sementara dua lainnya yang tersisa kini berada dalam ketakutan.


Keduanya melangkah mundur dan mengawasi siluet pria berzirah di sisi lain kabut, mengantisipasi serangan mendadak Noran.


Noran melangkah maju, menunjukkan sosoknya yang tersenyum. Senyuman Noran membuat dua goblin king bergetar.


Sosok yang tersenyum dingin dan mata yang terlihat menyala membuat mereka takut setengah mati.


"gi!"


Serangan terakhir mereka lepaskan, bilah air dan tombak api di luncurkan bersamaan, membentuk serangan api dan air yang berbahaya.


Noran terus melangkah, dengan perisai sihir yang ia gunakan, serangan mereka tidak akan melukainya.


Pyar!!


Seperti perkiraaannya, perisai sihir telah hancur saat dua serangan menakutkan itu menghantam perisai sihir. Jarak antara dirinya dan dua goblin king hanya beberapa langkah.


swing!


Dengan satu ayunan pedang, dua kelapa goblin king menggelinding ke tanah. Kedua tubuh hijau itu rubuh di ranah.


[ding! membunuh goblin king! exp +...]


[ding! membunuh goblin king! exp +...]


[level up!]


Noran segera melesat dan membunuh 2 goblin king terakhir. Karena 5 Goblin king ini, ia kehilangan 200+ prajurit dan 150+ prajurit goblin.


kehilangan pasukan berjumlah besar, ini adalah kali keduanya setelah pasukan knight, meski Noran tidak merasa begitu kehilangan.


Yang pertama adalah pasukan pinjaman, namun yang terakhir berbeda. Mereka adalah pasukannya yang ia latih dan mengikuti perintahnya tanpa ragu.


Rasa kehilangan 350+ bawahan membuatnya merasa sedih. Noran melepaskan rasa marahnya dsngan membantai goblin captain dan goblin lainnya yang tersisa.


Di sisi lain, di ruangan para goblin king berkumpul, terlihat sosok pria duduk. Tidak jelas apakah ia tua atau muda, karena tubuhnya sepenuhnya di turupi pakaian berwarna hitam.


Masker gagak yang nampak menyeramkan dan cincin ruby yang terpasang di kelingking kiri, ia bangkit dan menggeleng kembali.


"Sepertinya aku gagal lagi?" gumamnya.


Ia bejalan keluar dan memandang Noran yang masih membunuh para goblin di bawah. Kilatan dingin terpancar dari matanya.


"Apa dia yang membunuh boneka pertamaku?" gumam pria itu.

__ADS_1


tangannya terangkat, dan terayun ke tanah. udara yang tenang segera menjadi lebih padat dan turun kebawah.


__ADS_2