
"Tu-tu-tuan, se-seluruhnya terbunuh." ucap seorang assassin dengan gemetaran.
Dirinya juga belum mempercayai apa yang ia temukan. Potongan-potongan jubah rekan-rekannya dan sebuah potongan topeng berwarna perak.
Perang saudara di kerajaan telah berakhir dengan kemenangan hebat pasukan kerajaan, sementara para bangsawan yang terlibat di copot dan di asingkan dari kerajaan.
"Mati seluruhnya?" ucap sosok itu.
Dirinya mengetukkan tongkat kayunya beberapa kali, suara ketukan itu terasa seperti guntur bagi assassin itu.
Selain dirinya, puluhan anggota bertopeng perak juga hadir dengan dua assassin yang nampak lebih kuat berdiri di samping sang sosok.
Topeng emas menutupi wajah keduanya,dengan ekspresi dingin dan tatapan tajam seperti elang. Keduanya adalah pembunuh top dari asosiasi Black Assassin, dan juga tangan kanan langsung ketua asosiasi.
"Bagaimana dengannya?" tanya sang sosok.
Ia bangkit dan berjalan, menunjukkan wajahnya yang penuh keriput. Rambut putih pendek yang kacau serta mata kirinya yang telah buta menambah kesan kasar.
Tubuhnya juga masih terlihat bagus, dengan otot-otot terbentuk di hampir seluruh tubuhnya.
"Tu-tuan, dia juga mati. Hanya ini yang tersisa." ucap sang assassin.
Ia menyerahkan potongan topeng yang ia temukan. Pria tua yang mereka panggil ketua asosiasi melihat potongan topeng itu.
"Mati seluruhnya? Siapa yang membunuh semua bawahanku?" ucap sang pria tua.
Suaranya tidak terlalu keras, namun mengandung emosi yang tebal. Para assassin yang hadir bergidik ngeri mendengarnya.
"Tidak peduli apa, kita akan memburunya. Persiapkan semua anggota dan cari siapa yang mencoba melawan kita." ucap sang ketua asosiasi.
Ia menggenggam tangannya dengan erat dan menatap langit gelap dengan penuh kebencian.
Sejak awal ia mendirikan kelompoknya, musuh mana yang tidak ia hapuskan hingga akar?
Karena mereka memutuskan untuk melawan kelompoknya, sang pria tua tidak punya alasan untuk tidak menghapus mereka seperti musuh-musuh lamanya.
...
Sementara itu, di tempat lain...
Noran telah tiba di kamp miliknya. Kamp yang semula kecil dan tampak kuno kini berubah sepenuhnya menjadi kota kecil yang megah.
__ADS_1
Bangunan bangunan batu putih dengan atap biru berdiri di seluruh penjuru kota.
Tak lupa terlihat aliran air bersih di kota, air limbah memiliki saluran bawah tanah yang terpisah, memungkinkan ikan-ikan kecil berenang dengan bebas.
Pohon-pohon berdaun ungu berdiri di sisi jalan sebagai peneduh alami. Jalanan untuk pejalan kaki dan kereta kuda di buat berbeda.
Dua prajurit berzirah lengkap berdiri di atas gerbang yang tertutup rapat, dengan beberapa kelompok lain yang terus berpatroli.
Melihat kedatangan kelompok prajurit, gerbang segera di buka. Noran memutuskan untuk segera kembali ke mansion, jalanan utama kota kini menjadi lebih ramai dan hidup.
"Sepertinya kamp ini lebih ramai dari sebelumnya." ucap Noran.
"Tuan, itu terlalu aneh untuk menyebutnya sebagai kamp lagi. Tempat ini lebih cocok di panggil kota kecil." ucap Grim.
"Ya, aku rasa kamu benar. Kota kecil yang indah, lalu apa nama kota ini?" tanya Noran.
"Tuan, nama kota hanya bisa di tentukan penguasa kota. Dengan kata lain, hanya tuan yang bisa melakukannya." ucap grim.
Noran berpikir perkataan Grim memang masuk akal, dirinya kemudian memikirkan nama yang cocok untuk kota kecil baru ini.
"Karena kebanyakan bangunan berwarna putih, bagaimana dengan kota whitehorn?" tanya Noran.
"Itu nama yang bagus." ucap Esline.
Setelah tiba di mansion, mereka di sambut oleh Sin dan sosok penting lainnya. Kini mansion terlihat lebih indah dengan taman di halaman depannya.
Mansion berlantai dua dengan tembok yang mengelilinginya, serta satu lantai bawah tanah yang juga terhubung dengan bunker harta.
"Tuan, anda kembali." ucap Sin.
Noran mengangguk dab berjalan memasuki mansion dengan Sin mengikuti di sebelahnya.
"Kami berhasil membersihkan semua bandit di area utara. Harta rampasan yang di dapat seluruhnya di masukkan ke dalam ruang harta." ucap Sin.
Ia menyerahkan laporan rampasan kepada Noran. Noran yang menerimanya menjadi termenung, harta yang di dapatkan cukup besar.
Selain itu, ada banyak benda yang asing bagi mereka di tumpukan harta itu.
"Kalian bekerja terlalu keras. Besok kalian bisa beristirahat." ucap Noran.
Sin hanya mengangguk. Setelah membicarakan beberapa hal lainnya, Noran pergi ke ruang singgasana dan memulai rapat dengan para bawahannya.
__ADS_1
Kini, ada 5 goblin lain yang mencapai peringkat chief dan 2 lainnya mencapai peringkat captain.
Yuzan hanya kurang sedikit untuk mencapai level 300 dan menjadi hoblin king yang pertama.
Seperti sebelumnya, Noran memberikan mereka nama dan memulai rapat.
Noran berencana menempatkan para goblin chief menjadi satu kelompok dan membentuk pemukiman goblin yang besar.
Menempatkan semua di sstu titik terlalu beresiko, setidaknya Noran ingin membuat mereka membangun dua kota goblin di tempat berbeda.
Satu akan menjadi kota gua di dalam gunung dan satu kota di tepi sungai untuk menangkap ikan dan mulai beternak ikan.
Para goblin setuju dan akan memindahkan kelompok mereka segera. Rapat berlanjut untuk membahas rencana Noran membersihkan wilayah selatan dan membuka pelabuhan.
"Pelabuhan? Tapi, di wilayah selatan ada terlalu banyak bandit." ucap Sin.
Semua orang mengangguk, jumlah para bandit di selatan lebih banyak dari 3 wilayah lainnya.
"Bandit di sana memang lebih banyak, sebab itulah aku yang akan memimpin secara langsung.
Selain itu, setelah membangun pelabuhan wilayah kita akan menjadi lebih makmur. Akan ada lebih banyak orang yang datang dan tinggal di Whitehorn." ucap Noran.
Semua orang diam, kini jumlah penduduk di kota Whitehorn mencapai 17.000, dengan anggota militer mencapai 8.000 orang.
Lebih dari setengah dari mereka mampu bertempur, membuat kekuatan tempur Whitehorn tidak bisa di remehkan.
"Juga, Bisakah para goblin menjelajahi gunung? Akan buruk jika ada banyak bandit gunung di pengunungan Andora." ucap Noran.
"Serahkan itu pada kami tuan. Kami akan melindungi tuan dari sisi gunung." ucap Yuzan.
Para goblin memandang Yuzan sebagai pemimpin mereka, karena Yuzan adalah yang terkuat dan tercerdas di kelompok.
Selain itu, para wind wolf dan night falcon telah mendapatkan kembali bawahan mereka. Ada lebih banyak pasukan yang harus di beri perlengkapan lagi.
Setelah pertemuan, Noran memberikan ribuan perlengkapan goblin rider dan falcon rider pada Yuzan.
Noran juga mengetahui jika salah satu troll kini telah mencapai peringkat Chief. Karena tubuhnya terlalu besar. Ia hanya tinggal di pemukiman goblin.
"Aku akan menemuinya nanti, ada berapa troll saat ini?" tanya Noran.
"Ada 100 troll di pemukiman kami tuan." ucap Yuzan.
__ADS_1
"100?!" ucap Noran terkejut.