7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
180.rencana kardinal Yurein


__ADS_3

"jika aku memiliki caranya?" ucap Licius.


kardinal Yurein berhenti dan memandang Licius dengan penuh minat.


"cara apa?" tanya Licius.


Licius tersenyum melihat kardinal tertarik dengan rencananya. dirinya kemudian melangkah mendekat pada kardinal Yurein.


"tuan Yurein, wilayah anda luas dan makmur. anda memiliki banyak prajurit kuat, akan sia-sia jika menggunakannya untuk membantu paus dalam mengurus gereja." ucap Licius.


"hm, lanjutkan..." ucap kardinal Yurein.


dirinya mengangguk dan diam, menunggu Licius untuk melanjutkan ucapannya.


"paus akan memulai perang suci tak lama lagi. banyak prajurit kuat yang di butuhkan.


tak sedikit pula prajurit kuat yang akan terbunuh, apa tuan tidak merasa sia-sia prajurit yang tuan latih susah payah mati di tangan paus?" ucap Licius.


dirinya tersenyum, menatap kardinal Yurein seperti telah berada di genggamannya.


"tuan bisa menunggu pasukan paus untuk melemah, dan menyerang gereja dengan kuat.


dengan begitu, tuan Yurein akan menjadi paus yang baru. saya yakin, para iblis hanya musuh lemah.


di tangan tuan Yurein, gereja pasti akan mencapai masa keemasannya dan mengalahkan pasukan iblis dengan telak." ucap Licius.


Yurein mengangguk, dirinya berada dalam pemikiran yang dalam saat ini. sementara suara Licius kemudian mengejutkan kardinak Yurein.


"untuk 11 kardinal lainnya, tuanku tidak perlu khawatir. saya berhasil membuat 3 lainnya membelot.


juga, ada banyak bangsawan yang tidak menyukai paus. mereka pasti akan membantu kita." ucap Licius.


"bangsawan?" ucap kardinal Yurein.


ia mengenal semua bangsawan di Kekaisaran Suci Erinel dan kerajaan kecil sekitar.


namun, ia tidak memiliki gambaran bangsawan mana yang membenci paus. menentang paus dan menentang gereja bisa di hukum sangat berat, hukumannya adalah penggal di alun-alun kekaisaran.


"tentu saja Marquess Robertos." ucap Licius.


"Marquess Robertos? dia?" ucap kardinal Yurein.


ia nampak terkejut, ia tidak menyangka marquess Robertos yang akan menentang gereja. Kekaisaran Suci Erinel memang kuat dan luas, namun tidak ada satupun bangsawan di tingkat Duke.


hanya ada sekitar 26 marquess, 57 earl dan count, serta 130 baron yang melayani Kekaisaran Suci Erinel. ada 54 kota besar, 150 kota kecil dan lebih dari 500 desa di wilayah kekaisaran dengan penduduk mencapai 20.000.000 jiwa.


"ya, marquess Robertos dan rekan-rekannya, mereka telah membentuk organisasi rahasia yang kuat." ucap Licius.


"organisasi rahasia yang kuat?" ucap kardinal Yurein.


"organisasi cincin besi." ucap Licius.


"organisasi cincin besi?!" kardinal Yurein terkejut.

__ADS_1


ia tahu dengan benar bagaimana organisasi itu. Licius tersenyum melihat ekspresi kardinal Yurein yang terkejut.


'akan kubuat jalanku semulus dan semudah mungkin!' gumam Licius sembari menyeringai.


Licius pergi meninggalkan ruangan, dirinya memasuki sebuah ruang kosong dan mengeluarkan sebuah kristal kecil.


kristal seukuran jari ia letakkan di atas telapak tangannya. tak lama, sebuah suara terdengar. suara tua dan kasar.


"ada apa?" ucap suara misterius.


di tempat lain, pria tua duduk di singgasana batu miliknya, dua tanduk kecil berwarna hitam muncul di keningnya.


taring kecil, mata hitam dengan pupil merah dan dua sayap kelelawar besar. pemimpin keluarga Daywalker, Mark daywalker duduk saat melihat kristal di hadapannya berkedip.


"ayah, rencana kita telah di mulai." ucap Licius.


wajahnya perlahan berubah, berubah menjadi sosok yang benar benar berbeda. wajah tampan dengan mata merah dan tanduk kecil hitam.


"Ether, terus lakukan tugasmu. adikmu telah berhasil membuat kekaisaran Zugen dan Kerajaan Rosvelt.


dua penghalang kita telah berkurang, keluarga kita berharap banyak padamu." ucap Mark.


"baik ayah." jawab Ether.


Ether merasa tertekan, dirinya menggertakkan giginya ketika mendengar ucapan Mark.


saluran komunikasi segera di putus setelah menjawabnya. Ether merasakan kemarahan dan kebencian di dalam hatinya.


"selalu, selalu saja ayah hanya melihatmu! dia tidak pernah melihatku!" geram Ether.


"masih ada urusan lain yang harus aku selesaikan, penghalang terbesar untuk rencanaku!" gumam Ether.


...


di sisi lain, Angel mengumpulkan pasukan dan pengikutnya dan bersiap pergi menuju tempat dungeon undead itu berada.


200 prajurit dan 30 paladin telah berkumpul di halaman istana. selain itu, terlihat juga 15 priest dan dua penyihir elemen cahaya bersama dirinya.


"tuan pahlawan, pasukan telah di kumpulkan." ucap seorang prajurit.


"tuan pahlawan, perbekalan sudah siap." ucap prajurit lainnya.


"apakah kita akan berangkat sekarang? tuan pahlawan?" ucap seorang paladin muda.


dirinya mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Angel dengan lembut. ia menariknya dan hendak menciumnya.


Angel dengan dingin menarik tangannya dan berbalik, tidak menghiraukan ketiga orang tersebut.


"bagaimana dengan tuan Truques? sudahkah kamu mengiriminya surat?" tanya Angel.


seorang prajurit berjalan maju, dirinya membungkuk saat melihat angel sebelum berbicara.


"ya tuan pahlawan, kami telah mengiriminya surat." ucap sang prajurit.

__ADS_1


"kita akan berangkat segera. pastikan tidak ada yang tertinggal." ucap Angel.


"baik tuan!" jawab seluruh pasukan serentak.


'apa kamu juga berada di dunia ini? aku ingin bertemu lagi denganmu.' pikir Angel.


dirinya berjalan ke kereta kuda miliknya dengan tatapan kosong, ia masih memikirkan itu setiap harinya.


pasukan mulai bergerak, meninggalkan ibukota Kekaisaran Suci Erinel. belasan kereta kuda terlihat mengiringi rombongan, membentuk iring-iringan yang cukup panjang.


...


di sisi lain, Aphrodite masih berusaha untuk mengendalikan Noran dari alam para dewa.


dewa perang, dewa pedang, dewi air dan dewa kurcaci menonton dengan antusias.


"bagaimana? kamu berhasil?" ucap dewa perang.


"pembohong, kamu bilang berhasil, membuang waktu saja." ucap dewa kurcaci.


dirinya kembali menenggak minumannya, pipinya menjadi merah dan nampak seperti orang mabuk.


"diam pendek! pemabuk! aku masih berusaha." ucap aphrodite dengan kesal.


"sepertinya kamu kesulitan." ucap pria tua sembari tersenyum.


"levelnya terlalu tinggi, juga kamu terlalu banyak memberinya kekuatan!" ucap aphordite dengan kesal.


"bisakah aku membantu?" ucap dewi air.


"tentu." ucap aphrodite.


dua benang sihir berbeda warna melesat ke kuali air, mengingat gambar yang di tampilkan.


satu berwarna merah muda yang indah, dan satu lainnya berwarna biru muda yang terang.


"akhirnya, berhasil juga." ucap aphrodite dengan senyuman.


"kita berhasil, meski aku menjadi lelah." jawab dewi air.


"ya, mari mulai pertunjukkannya." ucap pria tua.


semua orang menjadi lebih antusias dan memandang kuali air tanpa berkedip.


di sisi lain, Noean merasakan ada sesuatu yang berbeda pada dirinya. namun ia tidak bisa merasakan apa yang berbeda.


[kamu mendapatkan berkah dari dewi cinta!]


[kamu mendapatkan berkah dari dewa dwarf!]


[kamu mendapatkan berkah dari dewa perang!]


[kamu mendapatkan berkah dari dewa pedang!]

__ADS_1


[kamu mendapatkan berkah dari dewa dunia!]


lima pemberitahuan berturut turut terdengar di kepala Noran, membuat Noran begitu terkejut mendengarnya.


__ADS_2