7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
184.serangan malam 2


__ADS_3

"bunuh mereka semua, dan kalian bebas mengambil apapun." ucap Licius.


para penyerang berlari lebih cepat ketika mendengarnya, mereka tahu mereka akan kaya ketika berhasil menyelesaikan tugas mereka.


sang kapten dan para prajurit gereja yang tersisa terus berjalan menjauhi para penyerang.


'kenapa mereka masih mengejar? bukankah mereka mengincar harta kami?' gumam sang kapten.


dirinya terus memimpin pasukan dan mundur secara teratur. di atas dahan dahan pohon yang tinggi, sebuah bayangan hitam terlihat terus mengikuti pasukan gereja yang mencoba mundur.


Licius tersenyum saat melihat rencananya berjalan dengan baik, dirinya terus mengikuti dan melemparkan beberapa bola api dari tangannya.


bang! bang!


sekitar 10 bola api melesat dan membakar area yang cukup luas, banyak prajurit gereja terbakar oleh api.


tak sedikit yang mati terpanggang, armor yang mereka kenakan juga berubah menjadi warna merah.


"seorang penyihir?!" kapten terkejut.


dirinya kemudian menyuruh semua prajurit untuk sedikit menyebar dan tetap waspada.


malam terus berjalan, mayat mayat terus bergelimpangan dari kedua sisi. prajurit gereja kini berada dalam kondisi yang buruk, tak sedikit dari mereka yang mengalami cedera serius.


hanya dengan dua priest, mereka tidak mampu memulihkan semua prajurit dengan mudah.


terlebih, mereka tidak memiliki ramuan penyembuh dalam jumlah besar. dengan susah payah mereka mencoba mundur, mencari tempat aman yang bisa mereka gunakan sebagai tempat bertahan.


'siapa mereka?' gumam sang kapten sembari menggertakkan giginya dengan marah.


sementara itu, di dalam kereta kuda...


Angel memandang sekitarnya, tempat di mana prajurit-prajurit gereja berjatuhan satu-persatu.


"terus bergerak!" teriak sang kapten.


situasi terus memburuk bagi pasukan gereja. mereka terus mundur di tengah gelapnya malam dan kekacauan akibat serangan kelompok bandit.


"Aero, bersiaplah untuk bertarung." ucap Angel.


Aero segera bangkit dan menunjukkan kesiapannya, dirinya kemudian terbang keluar dari jendela kereta kuda.


perlahan, tubuh kecilnya membesar, menunjukkan naga putih besar dengan balutan warna biru yang indah.


graaooo!!!


naga berukuran sangat besar melayang di langit, menutupi cahaya bulan yang redup. kini, hutan sepenuhnya gelap karena sayap besar Aero.

__ADS_1


graooo!!


teriakan lain terdengar, angin berputar dengan kuat dari mulut Aero, membentuk angin puyuh yang mematikan.


angin berputar dengan cepat dan membentuk bilah-bilah tajam, mengiris para penyerang yang mereka yakini sebagai bandit.


graooo!!


angin puyuh lain muncul dan menyapu para penyerang seperti debu. sementara itu, di dalam kereta kuda, cahaya keemasan menyelimuti kereta kuda.


shrink...


sebuah sosok perlahan terbentuk dari pilar cahaya yang menutupi kereta kuda. sesosok dengan sepasang sayap putih dan lingkaran halo.


sosok itu mengenakan jubah putih dengan jahitan emas yang indah. di kedua tangannya, tergenggam dua pedang panjang dengan dua tulisan berbeda.


"judgement" dan "punishment" tercrtak jelas oleh tinta emas. wajahnya tidak bisa dilihat karena tertutup semacam kabut.


hanya dua mata gelap yang terlihat dari balik jubah itu, dengan dua tangan giok yang indah.


"bantulah kami menghadapi mereka." ucap Angel.


sang malaikat mengangguk dan melesat, menebas setiap penyerang dengan pedang "judgement" miliknya.


meski terlihat seperti pedang besi biasa, longsword yang di pakai oleh sang malaikat memiliki ketajaman yang luar biasa.


sosok lain yang serupa muncul dan bergabung dengan pertempuran. beberapa jam berlalu, kini ada 5 malaikat yang bertarung bersama mereka.


Licius hanya tertawa mengejek melihat malaikat yang di panggil oleh pahlawan mereka, Angelia.


"hahaha, hanya lima malaikat lemah, hanya segitu kemampuanmu? terlalu lemah." gumam Licius.


pasukan gereja terus mundur, dengan bantuan 5 malaikat yang bertarung bersama mereka, kini gerakan mereka menjadi sedikit lebih cepat.


para penyerang mulai ragu, melihat banyak rekan mereka terbelah oleh pedang panjang para malaikat.


"bos! kami tidak bisa mengurus mereka!" teriak seorang swordman.


"ya! mereka bukan lawan kami!" teriak yang lainnya.


para penyerang berhenti menyerang, tidak ada satupun yang berani mendekat lagi setelah begitu banyak yang terbunuh oleh lima sosok bersayap itu.


"dengarkan! mereka hanya roh malaikat! aku akan mengurus mereka, bunuh yang lainnya!" teriak Licius.


sebuah teriakan terdengar di langit malam yang gelap. tidak ada yang tahu dari mana suara itu, para penyerang mengangguk dan mulai menyerang kembali.


Licius berdiri di atas salah satu dahan, mengeluarkan busur miliknya. ada 8 anak panah dengan mata panah berwarna hitam.

__ADS_1


selain itu juga terlihat sebuah botol berwarna merah darah dan botol lain yang berisi cairan ungu.


"mari kita lihat, apa yang bisa di lakukan oleh darah iblis ini." ucap Licius.


ia mengoleskan anak panah pada darah merah, membuat darah menetes di ujung mata panah.


6 anak panah ia oleskan dengan darah itu dan mulai membidik salah satu malaikat yang tengah bertarung.


shua..


panah hitam melesat dengan cepat, dengan lingkungan gelap dan berisik, tidak ada satupun orang yang menyadarinya.


berbeda dengan para manusia, para malaikat mampu mendeteksi ancaman lebih baik. namun dirinya tengah di kepung banyak penyerang dari segala sisi.


shua!


panah menembus jubahnya. menembus wajahnya yang tertutup kabut. teriakan menyedihkan terdengar saat jubah malaikat itu berlahan jatuh ke tanah.


sayapnya menyebar dan berhamburan, hanya menyisakan banyak bulu bulu putih di tanah.


jubahnya hancur tak lama setelah terjatuh ke tanah. di dalam kereta kuda, Angelia meludahkan seteguk darah hitam.


dadanya terasa sakit. memanggil para malaikat membutuhkan bayaran yang setimpal.


dan saat salah satu malaikat yang ia panggil lenyap di bunuh musuh. ia akan mengalami luka dalam yang serius.


"sudah mati?!" ucap Angelia.


ia terkejut melihat darah di tangannya, ia merasakan perasaan buruk dari terbunuhnya salah satu malaikat panggilannya.


"hahaha, seorang summoner? summoner dengan elemen cahaya, musuh alami ras kami.


lalu kenapa? kalian terlalu lemah. bahkan kalian tidak layak menjadi budak kami. hahahah!" ucap Licius.


ia menarik busurnya kembali, membidik malaikat lain yang sedang bertarung. anak panah kembali di lesatkan dan menembus wajah sang malaikat.


"hahaha! kali ini, aku akan memastikan kalian semua lenyap! tidak akan adalagi pengganggu dalam rencanaku!" ucap Licius.


Angelia kembali batuk darah, wajahnya pucat. ia memegang perutnya yang terasa seperti terkoyak.


dua luka dalam yang serius membuatnya melemah dengan signifikan, 3 malaikat lainnya kini menjadi lebih transparan dan terlihat lebih lemah.


"mereka sudah melemah! serang mereka!" teriak Licius.


para penyerang berteriak dengan penuh semangat dan menyerang lebih keras dari sebelumnya.


sang kapten mengatur pasukannya dan membuat perlindungan terhadap kereta kuda lebih ketat.

__ADS_1


20 paladin melindungi kereta kuda dengan sekuat tenaga. dua priest juga terus menyembuhkan paladin yang terluka.


__ADS_2