
"kita harus kembali." ucap Noran.
"baik tuan." jawab Sin dan yang lainnya.
Noran melangkah ke arah Faltra, ukuran tubuh faltra dapat dengan mudah membawa kelimanya terbang.
falcon rider juga segera terbang bersama night falcon mereka. dark order, yang di pimpin Sin dan 3 lord city lainnya bergegas meninggalkan ibukota dengan kuda mereka.
dalam beberapa menit, istana yang ramai karena pertempuran menjadi sepi senyap. Kaisar Roland hanya bisa menghela nafasnya.
kerugian kerajaan Rosvelt dalam pertempuran ini besar. 4 jenderal terbunuh oleh pasukan Noran, selain itu pasukan elit pemanah kerajaan sepenuhnya musnah.
3 komandan elit juga terbunuh, ratusan prajurit dan banyak ksatria terbunuh. kehilangan banyak elit seperti mereka pukulan besar bagi kerajaan.
bahkan, sang jenderal utama, jenderal reylight telah terluka. pahlawan yang menurut mereka begitu kuat juga telah mengalami luka parah.
"ini berakhir buruk.." ucap kaisar dengan lemah.
semua bangsawan dan sosok penting lainnya, telah mengamati pertarungan dari awal. semua orang merasa begitu terkejut, melihat seorang Baron muda yang begitu kuat.
"yang mulia, haruskah kita menangkap mereka?" tanya seorang prajurit.
"apa menurutmu kita bisa?" tanya kaisar dengan lemah.
prajurit itu diam, bagaimana mungkin mereka bisa menangkapnya? pahlawan mereka yang kuat, telah di pukuli begitu buruk.
"sebarkan ini, Baron Barliester telh memberontak, nyatakan Baron Barliester menjadi buronan kerajaan." ucap kaisar Roland.
"baik yang mulia!" ucap sang prajurit.
dirinya pergi dan bersiap memasang pemasangan pengumuman buronan. penyihir kerajaan hendak berbicara, namun ia menahan dirinya.
'sepertinya kerajaan Rosvelt akan berada dalam masalah besar ke depannya.' pikir penyihir kerajaan.
...
Noran menyuruh setiap pasukannya segera pergi langsung menuju kota Kristal. dirinya tidak segera kembali, melainkan berhenti di mansion Duke Aaron.
Duke Aaron dan Duchess Emma menyambut Noran dengan senyuman hangat. Noran segera turun dan berjalan ke arah keduanya.
"paman, saya sekarang menjadi buronan kerajaan. jadi, apa yang akan kalian lakukan?" tanya Noran.
"Apa?!" teriak keduanya.
__ADS_1
Duke Aaron dan Duchess Emma begitu terkejut mendengar ucapan Noran. mereka berpikir keras, bagaimana hal itu bisa terjadi.
"nak, apa yang kamu bicarakan?" tanya Duke Aaron.
"saya menjadi buronan kerajaan sekarang." ucap Noran dengan senyuman.
Duke Aaron merasa masih tidak percaya, bagaimana ini bisa terjadi? namun, ia telah mendengarnya dua kali berturu-turut, maka ini pasti kebenarannya.
"bagaimana bisa?" tanya Duke Aaron dengan ragu.
Noran menceritakan keseluruhannya pada Duke Aaron. setelah mendengar cerita Noran, Duke Aaron merasakan kemarahan di dalam hatinya.
"persetan! bocah itu ingin menodai putriku?! akan kubunuh dia!" teriak Duke Aaron.
"tenanglah paman, bagaimana paman ingin membunuhnya?" tanya Noran sembari tersenyum.
"itu.. aku tidak peduli, meskipun aku harus mati, aku akan membawanya bersamaku." ucap Duke Aaron.
"bisakah paman menjaminnya?" tanya Noran.
Duke Aaron hanya diam, ia tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan Noran. Noran kemudian bangkit dari tempat duduknya.
"ini bukan tanggung jawab paman lagi. Esline adalah calon istriku, dan aku akan melindunginya meski dengan nyawaku sekalipun." ucap Noran.
"paman, aku akan meninggalkan kerajaan ini. apa yang akan paman lakukan?" tanya Duke Aaron.
Duke Aaron terkejut, ia kemudian berbicara, " apa rencanamu?" tanya Duke Aaron.
"entahlah, yang pasti aku akan meninggalkan kerajaan ini. mungkin aku akan membuat kota kecil dan tinggal di sana." ucap Noran.
"begitu... bagaimanapun, aku masihlah seorang Duke, jadi aku akan tetap tinggal. mereka tidak akan menyentuhku." ucap Duke Aaron.
Noran mengangguk dan meninggalkan beberapa senjata, armor dan seratus ramuan tingkat tinggi. dengan ini, Duke Aaron dapat membentuk pasukan elit untuk menjaga diri mereka.
setelah pergi, Noran menemui Duke Emirr dan memberikan hal yang serupa. Duke Emirr juga mengatakan ia tidak bisa meninggalkan kerajaan, sebagai Duke ia memiliki tugas di kerajaan Rosvelt ini.
Noran tidak memaksa keduanya, mereka segera pergi menuju kota kristal. Noran tiba di kota Kristal pada sore hari, matahari memancarkan sinar jingga di kejauhan.
setibanya di kota Kristal, Sin dan yang lainnya menyambut Noran. kini, semua orang telah berkumpul.
Sin, Mike, Ruli, Toun, Herton, Herriot, dan grim berkumpul di ruang tamu. pasukan Dark order dan falcon rider juga berbaris rapi di halaman mansion.
"tuan, semua orang telah berkumpul, kami menunggu perintah tuan." ucap Sin.
__ADS_1
Noran memandang semua orang, para pelayan juga memandang Noran dengan sedikit sedih. bagaimanapun, mereka telah melayani Noran selama beberapa waktu.
selama di mansion ini, mereka juga menerima perlakukan yang baik. Noran menyuruh setiap orang bangkit.
"hari ini, aku akan meninggalkan wilayah ini. Sin, Mike, Ruli, Toun, Herriot, Herton, dan kamu, Grim. terimakasih untuk kalian semua.
kalian bisa memilih untuk melayani Duke Aaron, Duke Emirr atau Baronnes Rianna." ucap Noran.
Sin dan 3 orang lainnya menunduk, merek menolak rencana Noran.
"tidak tuan, tolong jangan tinggalkan kami." ucap Sin.
"kemanapun tuan pergi, kami akan selalu mengikuti tuan." ucap Mike.
"tuan, kami akan selalu menjadi bawahan anda tuan." ucap Ruli.
"aku memang tisak begitu cerdas, tapi aku akan selalu menjadi perisai dan melindungi tuan." ucap Toun.
Noean sedikit terharu dengan sikap keempatnya, namun ia tidak bisa membahayakan mereka semua.
"aku menghargai kalian, tapi aku tidak ingin membahayakan kalian. sekarang, aku adalah buronan kerajaan Rosvelt. kalian harus hidup lebih baik dan menikmati hidup kalian." ucap Noran.
"tidak tuan!" teriak keempatnya bersamaan.
"meski tuan menjadi buronan seluruh benua, kami akan tetap mengikuti tuan." ucap Sin.
ketiganya mengangguk, Herton dan Grim juga melakukan hal yang sama, berlutut dan memohon untuk ikut.
"kalian yakin?" Noran merasa ragu-ragu.
ia tidak ingin mereka mengalami hal-hal pahit dan menyakitkan. keenamnya mengangguk, menunjukkan tekad bulat mereka.
"Herriot, aku tidak bisa menerimamu. akan lebih baik bagimu untuk tetap di kerajaan Rosvelt.
aku juga masih membutuhkanmu untuk memastikan keamanan Duke Aaron, Duke Emirr, Baron Rudeus dan Earl Luise.
kota Trinias dan pasukan aliansi membutuhkanmu sebagai pemimpin. di masa depan, aku akan menemuimu kembali." ucap Noran.
Herriot hanya mengangguk, Herton pergi dan berbicara dengan anaknya beberapa lama.
sementara itu,Sin dan yang lainnya mempersiapkan diri sebelum pergi meninggalkan kerajaan Rosvelt.
makan malam kali ini terasa lebih spesial, seluruh hidangan yang di sajikan adalah hidangan mewah.
__ADS_1
setelah memakan beberapa hidangan, Noran kembali ke kamarnya dan bersiap untuk beristirahat. semua orang kembali ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.