7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
91.menjinakkan Troll


__ADS_3

Keesokan harinya, Noran bersama Herton dan Herriot melanjutkan perburuan mereka.


Dalam perburuan itu, Noran memilih untuk membuat senjata dari material yang ia dapatkan.


Tulang giant forest lizard, taring beardoss, serta darah blood viper.


Wild viper Sword.


Sebuah pedang tingkat super Rare yang setara dengan blood monkey sword. Sementara, black steel sword telah hancur menjadi dua bagian dalam pertempuran yang lalu.


Noran juga meningkatkan kedua pedang ini dengan Hp recovery maupun Mp recovery. Ia berencana untuk memberikan ini kepada Herton dan Herriot.


"Apa yang sedang mereka lakukan?" pikir Noran.


Noran lalu melesat lebih dalam ke hutan, bukan keduanya yang ia temui. Melainkan sebuah monster berukuran besar.


Tubuh setinggi 3 meter, dengan kulit keras dan wajah menyeramkan. tbuh merrka gempal dan membuat tanah bergetar ketika berjalan.


"Troll?" pikir Noran.


Troll, monster berukuran besar yang memiliki serangan fisik menakutkan. Di katakan, kulit mereka sekeras baja.


Juga, mereka di katakan mampu menghancurkan gerbang suatu kota dengan tangan kosong. Bahkan dalam guild petualang, mereka di masukkan ke dalam monster tingkat A yang berbahaya.


Ada beberapa dari mereka, Noran mencoba mendekat dan melesat dengan silent step miliknya.


Ssbuah ide melintas di pikiran Noran. Dengan  raksasa itu, bukankah kekuatan pasukannya akan meningkat kembali.


Tentu, yang Noran maksud adalah pasukan monster miliknya, Goblin rider dan Falcon rider.


Dalam waktu singkat, ia berada di atas salah satu Troll dan meletakkan tangannya di atas kepala troll ini.


"Taming!"


Ding!


[Selamat! Berhasil menjinakkan satu troll! Penguasaan +100!]


Mata troll perlahan berubah menjadi kebiruan, lalu menjadi biru safir yang indah.


Troll itu berhenti, 4 troll lainnya juga berhenti dan memandang rekan mereka dengan tatapan bingung.


Apa yang terjadi denganmu? Mungkin begitulah isi pikiran mereka sekarang.


Noran melompat ke arah Troll lainnya, mulai menjinakkan troll ini. Namun, sebuah tangan besar terayun ke arahnya.


Ini berbahaya, Noran segera melesat dan menjauh. Tangan besar itu memukul ke kepala Troll dengan keras.


buukkk..


"Hentikan dia." ucap Noran.

__ADS_1


Troll miliknya segera menahan Troll yang mencoba menyerang Noran. Kedua tangan besar itu mencengkramnya dengan kuat.


Noran melesat menuju ke arah Troll itu, meletakkan tangannya dan merapalkan skill miliknya.


Cahaya kebiruan perlahan muncul dan meresap ke kepala Troll. Mata merah miliknya perlahan berubah menjadi biru safir yang indah.


Ding!


[Selamat! Berhasil menjinakkan satu troll! Penguasaan +100!]


Dari 5, sekarang tersisa tiga troll yang masih liar. Noran menyuruh kedua troll itu untuk menahan mereka.


Namun, troll terakhir nampaknya telah belajar sesuatu. Rekan yang ia kenal sudah bukan rekannya lagi, Ia lalu membantu rekannya yang di tahan dan memukul para Troll milik noran.


Bumm.. Bumm.. Bumm...


Tanah hutan berguncang dengan keras, pertarungan antar makhluk raksasa seperti mereka memang menakutkan.


Dua troll yang ia jinakkan sepertinya sedang tersudut.


Noran lalu bergerak menuju dua troll yang tengah berkelahi, dengan cepat ia berada di atasnya. ia segera menjinakkan troll liar itu.


Ding!


[Selamat! Berhasil menjinakkan datu Troll! Penguasaan +100!]


Dua troll yang berkelahi segera berhenti, Mereka memandang satu troll yang tengah melawan dua troll liar.


Keduanya membanting Troll liar dan mulai menahan mereka. Noran segera melesat dan menjinakkan salah satu Troll dan berhasil.


bumm... bumm...


Hanya tersisa satu troll lagi, ia lalu menjinakkan yang terakhir. Tak ia sangka, meski monster ini hanya memiliki level 90, kekuatan serangan mereka menakutkan.


Noran lalu membawa mereka ke hutan yang memiliki jarak sekitar 10 kilometer dari kota Trinias.


Noran meninggalkan mereka di sini. Sudah beberapa jam mereka melakukan perburuan, namun belum juga kunjung kembali.


Ia lalu mencari keduanya dan menemukan mereka di tutupi oleh darah kental seperti terakhir kali.


"Ayo kembali." ucap Noran.


Keduanya mengangguk dan kembali menuju ke tempat konstruksi dan menyiapkan makanan.


Hari selanjutnya, Noran berhasil menemukan 10 Troll lainnya, ia lalu menjinakkan mereka semua dan membawanya ke tempat 5 Troll yang telah ia jinakkan kemarin.


Hari berikutnya, ada 5 Troll lain yang muncul. Noran lalu menjinakkan mereka semua dan membawa mereka ke tempat troll lainnya.


Noran merasa ada sesuatu yang aneh di sini. Kenapa cukup banyak Troll yang muncul di sini?


Noran tidak tahu kebiasaan sebagian besar monster. Noran memutuskan untuk bertanya pada Herton.

__ADS_1


"Apa Troll biasa muncul di hutan?" tanya Noran.


"Troll? Mereka biasanya berada di pegunungan yang terjal dan tinggi. Sangat jarang menemukan Troll berada di area hutan. Apakah tuan bertemu dengan Troll?" tanya Herton.


"Bukan apa-apa, sebaiknya kita kembali ke kota." ucap Noran.


Herton mengangguk, mereka kemudian kembali menuju kota dan segera menuju ke mansion.


Di ruangan mansion, Noran memberikan blood monkey sword kepada Herriot yang kini levelnya berada di angka 100.


Pedang ini akan cocok dengannya yang memiliki gerakan lincah dan juga serangan bervariasi.


Sementara itu, wild viper sword memiliki gerakan tajam dan mematikan. Ini sangat cocok untuk Herton yang efisien dalam serangannya.


"Tuan, apa anda yakin tentang ini?" tanya Herton.


Kedua pedang ini akan berharga ribuan koin emas, dan memberikan senjata seperti itu pada mereka membuat mereka merasa aneh.


"tentu saja aku yakin, itu hadiah atas pencapaian kalian mencapai level 100. Berusahalah lebih keras dan aku akan memberikan hadiah lebih baik jika kalian mencapai level 200." ucap Noran.


Tanpa ia sadari, selama beberapa hari ini kesetiaan keduanya terus meningkat secara perlahan. Dan dengan pemberian ini, kesetiaan mereka melompat 10 poin, menyentuh angka 70 poin.


"Terima kasih tuan." ucap Herton dan Herriot.


Noran mengangguk, ia memutuskan untuk pergi ke kota Trinias dan merekrut lebih banyak pekerja.


500 pekerja lain ia berhasil rekrut dan kirim  ke tempat konstruksi. Noran kembali teringat jika ia masih memiliki keperluan untuk mengurus kota ini.


Ada 3000+ penduduk yang mungkin berada dalam keadaan kedinginan saat ini.


"Herton, bisakah kamu menggantikan aku selama beberapa hari ini?" tanya Noran.


"Ya tuan, saya akan melakukannya dengan baik." ucap Herton.


Bagaimanapun, ia merasa jika Noran adalah anak yang tulus dan baik. Ia tidak melihat satupun gelagat buruk dari Noran.


"Herriot, bisakah kamu mengawasi pembangunan kastil untukku?" tanya Noran.


"Saya akan melakukannya tuan." ucap Herriot.


Noran memberikan 20.000 koin emas kepada Herton, dengan uang sebanyak ini, ia akan mampu membangun sebuah kastil yang megah dan kokoh.


"Aku mohon bantuannya kepada kalian." ucap Noran.


"Kami tidak akan mengecewakan anda tuan." ucap keduanya.


Noran lalu berjalan keluar dari mansion dan naik ke atas tubuh garuda, mereka lalu terbang dan melesat menuju ke kota Kristal.


.......................................................................


Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.

__ADS_1


.......................................................................


__ADS_2