
pasukan penaklukan telah kembali, sebagian besar tidak mengalami luka serius. meski begitu, pertempuran masih memakan korban, beberapa prajurit masih terbunuh.
"tuan, kami kembali." ucap Sin dan Herton.
Noran mengangguk.
masing-masing membawa 900 tawanan kembali ke kamp. mereka telah menghancurkan 10 kelompok bandit kecil dalam beberapa hari ini.
tawanan di urus oleh Mike dan Ruli, sementara Herton, Sin dan pasukan yang baru saja tiba di perintahkan untuk beristirahat.
kali ini, mereka mendapatkan 200.000 koin emas, 500.000 koin perak dan 1.000.000 koin tembaga. masih banyak harta lainnya yang mereka rampas.
Herton juga mendapatkan 1.000 kuda dari para bandit, begitu juga dengan Sin. sekarang, kamp memiliki 2.000 kuda yang lebih dati cukup membentuk pasukan kavaleri.
Herton membawa seluruh rampasan ke ruang harta. ruang harta kini nampak rapi, ada berbagai rak di kedua sisi ruang harta dengan harta yang di tata rapi.
ruang kosong selebar 100m2 di sisakan di tengah, itu tumpukan koin yang tampak menggunung.
para goblin juga terlihat masih menata harta dengan rapi di bawah pengawasan Grim.
...
Noran melihat 2.000 kuda yang mereka dapatkan. ada begitu banyak kuda kali ini, Noran berencana menangkap kuda milik kelompok bandit sebelumnya, namun semua kuda telah melarikan diri.
"Sin, bagaimana dengan membentuk pasukan kavaleri?" tanya Noran.
"tuan ingin membentuk pasukan kavaleri? pasukan kavaleri akan berguna dalam pertempuran membersihkan para bandit." ucap Sin.
"aku juga pikir begitu. istirahatlah, aku akan mengurusnya sendiri." ucap Noran.
"baik tuan." jawab Sin.
Noran kemudian menemui para prajurit. ada 2.000 kuda, namun Noran berencana hanya membuat 1.000 pasukan kavaleri. 1.000 kuda yang tersisa, akan ia gunakan sebagai cadangan.
pasukannya baru berjumlah 5.000 prajurit. seluruhnya adalah mantan bandit, yang tidak mendapat pelatihan disiplin dan yang lainnya.
pasukan yang benar benar setia, hanya 100 dark order, dengan goblin rider dan falcon rider.
dengan 1.800 tawanan, kini total ada 6.800 bandit di kamp miliknya. Noran berpikir akankah para bandit ini memberontak suatu hari.
Noran mengumpulkan semua tawanan, membiarkan Toun untuk mengajar para bandit, mengubahnya menjadi prajurit sejati yang patuh dan disiplin.
setelah mengaturnya, para prajurit yang lain kini tengah membangun istal untuk para kuda. ada beberapa istal besar yang di bangun, dan semuanya berada di area yang sama dengan istal night falcon.
"Noran!"
sebuah teriakan halus terdengar, Noran menemukan Esline memanggilnya dengan senyuman.
"dimana Alice dan Lisa?" tanya Noran.
"Alice tengah berkeliling dengan Sylfia, dan Lisa saat ini berlatih dengan tuan tuan Ruli.
bagaimana jika kita jalan-jalan hari ini?" ucap Esline.
senyumnya sangat manis dan terlihat imut, Noran tersenyum dan mengangguk. Noran kemudian bersiul, dalam sekejap harimau putih muncul di hadapannya.
"naiklah." ucap Noran.
__ADS_1
Esline mengangguk dan duduk menyamping. Noran duduk di belakangnya dan meletakkan tangannya di kedua sisinya.
"ayo pergi!" ucap Noran.
Trevis bergerak meninggalkan kamp. keduanya terus berjalan melintasi padang rumput yang luas.
keduanya pergi cukup jauh dari kamp. Noran merasa ia sedang di awasi saat ini, ia menoleh ke belakang dan tidak menemukan apapun.
'apakah ada yang mengawasiku?' gumam Noran.
Noran kembali melanjutkan perjalananya. di langit, seorang pria tua melayang dengan tubuhnya yang tertutupi jubah, jubah ini mamlu membuatnya menghilang.
'kenapa mereka menyuruhku mengawasinya?' pikir si pria tua.
Farens, adalah anggota dari 8 pria tua lainnya. mereka menyebut dirinya emperor guardian atau pelindung kaisar.
kerajaan raksasa kuno yang menguasai 50% benua Agord, great emperion Shanion atau kekaisaran agung Shanion, telah hancur karena berhadapan kekuatan besar.
kekaisaran agung shanion memang telah hancur, namun pewaris merka masih ada. pewaris terakhir yang akan membawa kejayaan pada kekaisaran agung Shanion.
batu kaisar, yang mampu mendeteksi kehidupan para kaisar. batu akan meredup ketika kaisar terbunuh, dan batu akan bersinar terang ketika kaisar baru akan muncul.
dan batu ini telah bersinar terang beberapa bulan yang lalu setelah tidak mengeluarkan sinar dalam waktu yang lama.
Farens mengikuti Noran selama 2 minggu terakhir, mengawasi setiap pergerakannya dengan seksama.
'seorang bangsawan muda?' itulah yang ia pikirkan saat melihatnya pertama kali.
namun, saat ia terus mengamati, ia dapat merasakan kharisma dan aura besar datang darinya.
'aura raja? siapa anak ini?' Farens merasa semakin penasaran dan mengikutinya dengan antusias.
kekaisaran agung dulu memiliki berbagai pasukan kuat dan penyihir hebat, namun kini semuanya lenyap. hanya menyisakan 8 emperor guardian.
mereka generasi ke 6 dari 8 emperor guardian, dengan kekuatan yang mengerikan.
'kekaisaran agung hanya menyisakan kekuatan kecil ssperti sekarang.' Farens hanya bisa tersenyum kecut.
ayah, kakek, kakek buyut dan leluhurnya semuanya lebih kuat darinya, mereka lebih mengerikan dan kuat. ia hanya bisa membayangkan seberapa kuat kekaisaran agung Shanion dulu.
Noran menghentikan Trevis, memandang langit dengan tajam. ia merasakan perasaan tidak nyaman saat memandang langit.
'kamu tidak akan bisa melihatku nak.' gumam Farens sembari tersenyum.
'siapa yang mengawasiku?' Noran menjadi lebih waspada dan mengumpulkan kekuatannya.
'oh? anak ini cukup bagus. bisa memiliki kekuatan itu di umur yang begitu muda. bisakah ia menjadi salah satu pangeran kerajaan besar?' gumam Farens.
"god eye!" gumam Noran..
cahaya keemasan menyelimuti kwdua matanya, Noran tersenyum ketika skill miliknya berhasil menemukan penguntit itu.
"pria tua?!" Noran terkejut.
saat ini, Farens masih tertawa melihat Noran. namun, saat berikutnya ia diam. ia bisa melihat ekspresi Noran yang seakan mengatakan aku menemukanmu.
"pak tua! keluarlah! aku tahu kamu di sana." ucap Noran.
__ADS_1
"..."
Farens membeku ketika mendengar ucapan Noran. bagaimana ia bisa menemukannya? apakah ia benar benar di temukan?
"pak tua, keluarlah! jangan terus bersembunyi!" teriak Noran sembari menyeringai.
"anak ini punya kemampuan.." gumam Farens sembari menyipitkan matanya.
Farens melepaskan jubahnya, memperlihatkan sosok tua melayang di udara.
"siapa kamu?" tanya Noran.
"kamu tidak perlu tahu siapa aku." ucap Farens.
[Nama : Farens
Ras : human
job : ???
title : ???
level : ???
status : berbahaya! ]
"berbahaya?!" Noran terkejut melihat status Farens.
Farens mengangkat tangannya, angin berkumpul dengan kuat di sekitarnya, msmbentuk pusaran angin.
swush!!
angin berhembus ke segera arah, Noean segera bergerak ke arah Esline dan berdiri di belakangnya. angin yang di hempaskan sangat kuat.
"ahh!"
kedunya terlempar beberapa meter. Farens segera melesat meninggalkan tempat itu.
"pria tua itu.. terlalu kuat, kenapa aku selalu bertemu dengan lria berjubah?" pikir Noran.
saat ia berpikir, tangannya bergerak. dan sebuah teriakan feminim yang nyaring terdengar.
"ahh!!!"
Noean melihat Esline yang memerah, Noran lalu melihat tangannya. tangannya menyentuhnya...
"Noran mesum!" teriak Esline.
"ah! aku tidak sengaja, ayo kembali." ucap Noran.
keduanya memutuskan untuk kembali ke kamp, situasi keduanya sangat canggung saat ini.
"jangan pernah bicarakan pada siapapun, ok?" ucap Esline.
"tentu, aku tidak akan memberitahu pada siapapun." ucap Noran.
aroma bunga harum memenuhi hidung Noran, ia merasakan aroma menyegarkan dari rambut Esline.
__ADS_1