7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
29.kunjungan seorang Duke


__ADS_3

Setelah bertarung cukup lama, kini keduanya kelelahan. Seluruh stamina mereka telah habis.


Keringat membasahi tubuh mereka, keduanya menghentikan pelatihan mereka.


Noran dan Duke Aaron kemudian masuk dan mulai membersihkan tubuh mereka dan mengganti baju.


Terlihat seorang penjaga berlari ke arah keduanya, menyampaikan sebuah pesan kepadanya.


"Tuan, Duke Russel datang berkunjung." ucap sang penjaga.


Duke Aaron mengerutkan keningnya, mengapa Duke Russel tiba tiba berkunjung ke kediamannya?


"Buka gerbangnya dan biarkan masuk." ucap Duke Aaron.


Sebuah kereta kuda berjalan masuk, kereta kuda mewah dengan gambar wyvern di belakang kereta.


"Ini Duke Russel?" Noran melihat kereta kuda itu.


"Ya, ini adalah Duke Russel, Duke ke 2 kerajaan Rosvelt. Selain aku, masih ada tiga Duke Lainnya.


Duke Cloris von Ronerien, Duke Emirr von Kalustar, dan Duke Russel von Tartanes." ucap Duke Aaron.


Setiap Duke memiliki wilayah mereka sendiri dan kekuatan militer sendiri. Di antara yang lain, kediaman Rosvelt merupakan yang terlemah.


Meski kekuatan Duke Aaron pribadi cukup tinggi, namun keseluruhan pasukannya jauh di bawah 3 Duke lainnya, membuat dirinya sering di tekan oleh 3 Duke lainnya.


"Seberapa lemah kediaman Rosvelt di banding kediaman yang lainnya?" tanya Noran.


"Pasukan kami hanya berjumlah 3000 orang, dan lebih dari separuhnya adalah prajurit baru yang tidak memiliki kecakapan bertempur yang baik.


1300 lainnya adalah prajurit reguler yang memiliki level 60. 200 lainnya adalah prajurit khusus yang berlevel 80." ucap Duke Aaron.


Di bandingkan dengan Duke lain yang memiliki 10.000 pasukan, kekuatan Duke Aaron terlalu lemah.


Belum lagi setiap prajurit reguler memiliki level 70 dan pasukan khusus mereka mencapai level 100.


" terlalu jauh perbedaannya." ucap Noran.


"Hah, memang begitu keadaannya. Jika saja levelku rendah, mungkin mereka akan segera menyerang wilayahku." ucap Duke Aaron.


Dalam dunia yang kacau ini, peperangan sangat mungkin terjadi.


Kereta kuda berhenti di depan Mansion, menunjukkan seorang pria paruh baya dan seorang remaja seumuran Noran, keduanya mengenakan pakaian mewah khas bangsawan.


Duke Aaron berdiri dan menyambut keduanya.


"Selamat datang Duke Russel." ucap Duke Aaron.


"Terimakasih atas sambutannya." ucap Duke Russel.

__ADS_1


Di sampingnya adalah putranya, Leon von Tartanes. Remaja yang tampan dan nampak sopan, namun ia memiliki sikap yang buruk.


"Anak ini bukan anak baik..." gumam Noran.


Sudah banyak ia bertemu dengan orang seperti Leon, pemuda yang menunjukkan sikap manis dan baik, namun sebenarnya orang yang egois dan buruk.


Di bumi, Noran memiliki banyak jenis kenalan, dan hanya sedikit orang yang menjadi temannya, dan untuk sahabatnya lebih sedikit lagi.


"Satu sahabat saat bersedih lebih baik dari 1000 teman saat senang." itulah prinsip Noran.


Keduanya duduk, Noran duduk di samping dan mengamati level kedua orang itu.


[Nama : Russel Von Tartanes


Ras : human


Job : 2th Duke


Level : 130


Title : expert manipulator ]


Noran diam dan memeriksa title milik Duke Russel.


[Expert manipulator


Gelar yang di dapatkan setelah memanipulasi banyak orang untuk mencapai tujuannya.]


"Apa ada sesuatu yang membawamu kemari Duke Russel?" tanya Duke Aaron.


"Aku kemari untuk membicarakan pertunangan anak kita, Leon dengan Esline." ucap Duke Russel.


"Pertunangan?" Duke Aaron mengerutkan keningnya.


Esline adalah putri satu-satunya, sepertinya Duke Russel ingin menguasainya dengan cara menikahkan anaknya dengan Esline.


"Bukankah kamu sudah tahu jika putraku, Leon menyukai anakmu? Sekarang putraku telah berumur 16 tahun dan sudah dewasa.


Sementara putrimu sekarang berumur 14 tahun, hanya satu tahun sebelum ia dewasa dan aku ingin membahas pernikahan untuk keduanya." ucap Duke Russel.


Beberapa pelayan miliknya masuk dan membawa beberapa peti.


"Apa ini?" tanya Duke Aaron.


"Ini hanya hadiah kecil untukmu." ucap Duke Russel.


Ada banyak koin emas di dalam peti, bersama puluhan perhiasan mewah lainnya dan baju dari sutra bersulam emas.


"Maaf, untuk pernikahan putriku, ia yang akan menentukannya ssndiri." ucap Duke Aaron.

__ADS_1


Wajah Duke Russel menjadi berubah, meski masih menampilkan senyuman tatapannya kini mengandung kebencian.


"Anak muda tidak bisa menentukan keputusan dengan baik, akan lebih baik jika orang dewasa yang menentukannya." ucap Duke Russel.


"Pria tua ini terlalu licik." pikir Noran.


"Aku tidak akan memutuskan untuk masa depannya, putriku sendiri yang akan memilih pasangannya." ucap Duke Aaron.


Melihat putrinya menjadi alat pernikahan politik, ia merasa begitu sedih.


Duke Russel merasa tidak senang dengan sikap Duke Aaron, karena keduanya adalah Duke, ia mencoba untuk menahannya.


"Duke Aaron, anda bisa memikirkannya dengan baik." ucap Duke Russel.


Kini pandangan Duke Russel dan Leon jatuh pada Noran yang berada di samping.


Siapa pemuda ini? Itulah yang dipikirkan keduanya.


"Siapa pemuda ini?" tanya Duke Russel.


Duke Aaron memandang Noran yang duduk di samping dan menjawab.


"Dia adalah tamuku." ucap Duke Aaron.


"Tamu?" Duke Russel memandang Noran dengan tajam.


Mungkin saja Duke Aaron menolak rencana pertunangannya karena pemuda ini.


"Duke Aaron pasti berencana menjodohkannya dengan putrinya." pikir Duke Russel.


Tatapan Leon menjadi tajam, kesempatannya untuk memiliki Esline telah gagal, ia berpikir pemuda ini adalah penyebabnya.


Keduanya lalu pergi dari mansion Duke Aaron, meninggalkan tempat dengan sangat cepat.


"Orang yang berbahaya, pria tua itu terlalu licik." ucap Noran.


"Ya, dia memang licik, dan putranya mungkin tak kalah liciknya." ucap Duke Aaron.


Ia merasa terkejut, ini pertama kalinya Ia melihat orang lain yang bisa menilai Duke Russel dengan tepat.


"Aku yakin ia akan kembali lagi, dan mungkin akan memaksamu, berhati-hatilah." ucap Noran.


Noran kemudian keluar, menunggang kudanya dan pergi dari kediaman Duke Aaron.


Ia telah menginap disini selama dua hari, ia harus pergi dan menemui keempat bawahannya yang mungkin telah sampai di ibukota.


.............................................................


Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.

__ADS_1


.............................................................


__ADS_2