7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
100.bertemu dengan Duke Emirr


__ADS_3

Pagi harinya, Noran terbangun dengan badan sedikit kaku. Tanpa sadar, ia telah tertidur di gudang setelah membuat potion dan set perlengkapan itu.


Di sekitarnya, terlihat sekitar 100 botol potion tingkat menengah dengan 2 set zirah dan dua pedang sihir super Epic.


"Sudah pagi ya?" gumamnya.


Ia lalu menyimpan 100 potion dan set perlengkapan tersebut sebelum keluar dari gudang. Noran mengganti pakaiannya dengan pakaian halus normal dan Zirah full plate miliknya.


Ia lalu berjalan keluar dari gudang dan duduk di meja makan. Karena tidak ada pelayan, Lisa yang memasak makanan untuk mereka berdua.


Dan untuk para prajurit, mereka membuat semacam dapur umum sendiri dengan berburu monster untuk di makan.


"Kamu sudah bangun? Makanlah dahulu." ucap Lisa.


Ia membawa dua piring dan duduk di meja makan, memberikan satu piring pada Noran.


Sebagian besar berisi sayuran hijau dengan daging merah di atasnya. Serta, terlihat beberapa saus di atasnya.


"Apa ini?" tanya Noran.


"Ini makanan dari wilayah Kalustar." ucap Lisa.


Keduanya lalu memakan makanan mereka. Dari satu suapan, Noran merasakan kelezatan luar biasa.


Dagingnya begitu lembut dan sayurnya juga segar dan manis. Selain itu, saus yang terasa sedikit masam ini menambah rasa daging menjadi lebih kuat.


Setelah makan, keduanya kemudian berjalan menuju ke halaman mansion.


Dari 100 goblin cheif, ia menyuruh 10 dari mereka untuk menjaga para tawanan, bersama 10 wind wolf cheif. Total ada 100 goblin dan 100 wind wolf yang menjaga.


"Mari, kita berangkat." ucap Noran.


Keduanya lalu naik ke atas Faltra dan melesat pergi menuju kota Pristel. Ratusan falcon rider, goblin rider dan Dark Order mengikuti mereka.


Butuh beberapa jam agar mereka tiba di sana. Mereka akhirnya tiba di kota Pristel saat matahari mulai tenggelam.


Kota Pristel masih berada di genggaman kerajaan Rosvelt. Namun,


pertahanan di kota ini telah melemah dengan signifikan.


Beberapa kali pasukan kekaisaran Zugen datang dan menyerang, mengurangi kekuatan pasukan kerajaan Rosvelt secara terus-menerus.


Gerbang kota terlihat masih baik, hanya dua menara pengawas yang terlihat hancur. Beberapa bagian tembok kota juga telah rusak, namun tak begitu parah.


Para prajurit kerajaan menjadi bersiaga ketika melihat Noran dan pasukannya. Saat berada cukup dekat, mereka melihat burung besar berwarna merah itu, dengan dua orang berada di atasnya.


"Serangan musuh!" teriak seorang prajurit.


10.000 prajurit yang terdiri dari pasukan kerajaan Rosvelt dan pasukan Duke Emirr telah bersiap. Yang membuat mereka gemetaran adalah ratusan burung yang di duga pasukan musuh.

__ADS_1


Bisa saja mereka menyerang dari udara, membuat situasi pertempuran begitu tidak seimbang.


Setelah pasukan itu mendekat, mereka bersiap untuk menembak jatuh para musuh dengan panah mereka.


Namun, sesuatu yang membuat mereka kebingungan terjadi. Pasukan itu berhenti di luar jangkauan serangan mereka, hanya sebuah burung besar yang terus mendekat.


Seorang prajurit akhirnya menyadari burung besar itu dan berteriak dengan keras.


"Divine monster! Itu divine monster!" teriak sang prajurit.


10.000 prajurit gemetaran dan menjadi panik. Noran tidak menyangka jika kedatangan Faltra akan begitu mengguncang.


Faltra terus terbang menerobos wilayah kota Pristel dan melesat menuju ke mansion.


"Lindungi jenderal!" teriak seorang komandan.


Ia melesat bersama kudanya menuju ke mansion. 3.000 prajurit juga mengikutinya.


Sesampainya disana, hal aneh kembali terjadi. Garuda, sang divine beast tersebut tidak menyerang dan membakar mansion.


Mereka melihat burung besar itu duduk diam dengan terus memakan daging monster panggang yang ia buat.


Terlihat dua orang baru saja turun dari atas Garuda dan berjalan menuju ke mansion.


"Hentikan mereka!" teriak sang komandan.


Para prajurit segera mengepung Noran dan Lisa, mereka memandang Lisa untuk sementara waktu dan menyadari jika itu adalah putri satu-satunya Duke Emirr.


"Tangkap pria itu!" ucap sang komandan.


Puluhan prajurit segera mengepung noran, mengarahkan senjata mereka pada Noran. Noran hanya berdiri diam, terlihat Faltra menatap tajam ke arah mereka.


Kiaakkk!!!


Brrussttt!!!


Api merah panas keluar dari paruhnya, menyala dengan kuat di udara.


"Ada apa ini?!" ucap sebuah suara.


Dua orang pria berjalan keluar dari mansion, mengenakan armor full plate yang berbeda. Satu armor dari perak dan satu lagi dari emas.


Mereka adalah Duke Emirr dan salah seorang jenderal kerajaan Rosvelt, jenderal Baldur.


"Noran?!" ucap Duke Emirr.


Ia terkejut melihat Noran tengah di kepung ratusan prajurit. Ia kemudian meminta jenderal Baldur agar menyuruh pasukannya untuk menurunkan senjata mereka.


Jenderal Baldur mengangguk dan menyuruh prajuritnya menurunkan senjata mereka. Ia tertarik dengan divine monster di belakang Noran.

__ADS_1


"Bukankah ini Garuda, salah satu divine beast penguasa monster tipe terbang?" tanya jenderal Baldur.


"Ya, ini Faltra, rekanku." ucap Noran.


"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Duke Emirr.


"Tentu saja untuk membantu kalian." ucap Noran.


"Hanya kamu?" tanya Duke Emirr.


Meski ia kuat, namun hanya satu orang tidak akan mengubah keseluruhan pertempuran. Noran menggelengkan kepalanya dan menunjuk ke arah gerbang utama.


Tanpa sengaja, ia juga menunjuk ke arah Lisa, dan membuat Duke Emirr menyadari kehadiran Lisa.


"Lisa?!" ucap Duke Emirr.


"Kenapa kamu disini?" tanya Duke Emirr.


"Ceritanya panjang ayah." ucap Lisa.


"Kalau begitu, kita masuk dahulu. Lalu kita bicarakan di dalam." ucap Duke Emirr.


"Maaf, sebelum itu aku akan mengatur pasukanku dahulu." ucap Noran.


"Berapa banyak yang kamu bawa?" tanya Jenderal Baldur.


"100 pasukan." ucap Noran.


"Begitu..." ucap Jenderal Baldur.


Hanya 100 prajurit tidak akan mengubah jalannya peperangan. Setidaknya membutuhkan 10.000 prajurit untuk mengubah jalannya peperangan.


Yang tak di ketahui oleh jenderal Baldur adalah 100 prajurit tersebut adalah elit diantara prajurit elit lainnya. Hanya 100 dari mereka mampu untuk menaklukan sebuah kota kecil.


Terlebih, mereka juga mengenakan perlengkapan terbaik diantara pasukan elit lainnya.


"Baiklah, aku akan menunggumu di dalam." ucsp Duke Emirr.


Noran kemudian meninggalkan mereka dan terbang menuju ke gerbang kota bersama Faltra.


"Jangan bilang padaku, anak itu pemilik dari Garuda." ucap Duke Emirr.


"Ya ayah, Noran adalah pemiliknya." ucap Lisa.


Wajah Duke Emirr menjadi masam. Sejak kapan pemuda itu menjadi lebih kuat? Bahkan dengan rekan sekuat itu?


Ia hanya bisa mengubur mimpinya untuk merebut kembali harga dirinya. Sudah tidak ada kesempatan untuk mengalahkan Noran kembali.


.............................................................

__ADS_1


Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.


.............................................................


__ADS_2