
Noran kini tengah berbaring di salah satu kamar di kediaman Duke Aaron.
Memandang Garuda kecil di hadapannya, ia mungkin harus menaikkan levelnya secepat mungkin.
Peperangan akan segera berlangsung, dan bantuan Garuda akan berguna saat berperang.
Seperti kemunculan naga dalam peperangan, maka Garuda akan bisa menghentikan dan membunuh naga tersebut.
lencana ksatria, Lencana kebangsawanan, Lencana kepemimpinan, lencana VIP Draene Auction, lencana Dark Order.
Noran menyimpan seluruh lencana itu dan keluar dari mansion, ia segera memacu kuda menuju hutan di utara ibukota.
Setelah beberapa saat memacu kuda, akhirnya Noran tiba di hutan, Noran lalu turun dan mengikat kudanya ke sebuah pohon.
Di pinggiran hutan ini cukup banyak monster, Garuda segera terbang dan menyerang para slime yang terlihat.
Bruusstt...
Api kecil keluar dari mulut Garuda, membuat slime meleleh dan mati. Inti monster yang ada masih sempurna dalam kondisi bagus.
"Kiaakk!"
Garuda melesat dan mulai membunuh lebih banyak slime untuk meningkatkan levelnya, meski dalam level yang sama, divine beast jauh lebih kuat.
Dalam beberapa saat, tubuh Garuda menjadi lebih besar sedikit, levelnya kini menyentuh level 10.
Kiakk!
Garuda melesat menuju hutan, beberapa asap hitam dapat terlihat, mungkin itu para monster yang sedang di panggangnya.
Noran berjalan dan mengumpulkan setiap inti monster yang dibunuh oleh Garuda.
...
Hari menjadi lebih gelap, Garuda terbang menuju Noran,hanya sehari levelnya telah mencapai lima puluh.
"Berapa banyak yang telah kamu bunuh?" tanya Noran.
Garuda hanya meninggikan kepalanya dan bertindak sombong, ia kemudian menyusutkan tubuhnya menjadi ukuran semula.
"Kamu bisa menyusutkan tubuh?" Noran terkejut melihatnya.
Noran juga telah menjinakkan 15 goblin lain dan 15 night falcon, elang yang sering beraktifitas saat malam dan memiliki elemen petir di tubuhnya.
"Sekarang, ada Falcon Rider, mungkin aku harus mengganti nama goblin rider nanti." gumam Noran.
Noran memberikan masing-masing 1 tombak dan satu perisai, satu set armor dan sebuah pelana diatas night falcon.
Dengan tubuh sepanjang 2 meter, night falcon dapat dengan mudah membawa para goblin terbang.
Noran kemudian pergi untuk kembali ke mansion untuk beristirahat, sementara Garuda masih terus berburu untuk meningkatkan levelnya.
Kini Noran tiba di mansion Duke Aaron, ia kembali memikirkan situasi saat ini. Jika akademi ksatria pergi ke medan perang, bukankah akademi penyihir juga di kerahkan?
Noran memutuskan untuk membuat tongkat sihir untuk diberikan pada Esline dan Alice, keduanya saat ini berada di akademi bersama sang putri.
__ADS_1
Waktu makan malam telah tiba, Noran kemudian turun dan menemukan jika Esline juga ada disini.
'Kenapa gadis ini selalu muncul di hadapanku?' pikir Noran.
"kemarilah, makanlah bersama kami." ucap Duchess Emma.
Noran teringat ia masih memiliki misi untuk menyembuhkan Duchess Rianna, namun ia masih belum memiliki waktu untuk menyelesaikannya.
"Apakah potion tingkat tinggi bisa menyembuhkannya?" pikir Noran.
Noran bergabung bersama mereka dan mulai memakan hidangan yang ada.
Setelah makan, Duke Aaron memandang cincin yang di pakai oleh Esline.
"Dari siapa kamu mendapatkan cincin itu?" tanya Duke Aaron.
Noran terbatuk saat mendengar ucapan Duke Aaron, wajahnya memerah karena malu, situasi Esline tak berbeda begitu jauh.
"Noran yang memberikannya ayah..." ucap Esline dengan lirih.
Dua kepala pelayan, Guran dan Grim dan seluruh keluarga Duke Aaron dapat mendengarnya.
"Dari Noran?" tanya Duke Aaron.
Ia memandang wajah Noran yang kemerahan dan tertawa, Duke Aaron lalu menepuk bahu Noran.
"Hahaha, kamu benar-benar melamar putriku. Jadi, kapan kamu akan melangsungkan pernikahanmu?" tanya Duke Aaron.
"Ayah, tunggu dulu." ucap Esline.
"Noran tidak hanya melamarku." ucap Esline.
"Hm? Apa maksudmu?" tanya Duke Aaron.
"Noran juga melamar putri Baroness Rianna." ucap Esline.
"Kamu melamar dua gadis sekaligus?" perasaan marah bisa terlihat dari ucapan Duke Aaron yang keras.
"Itu, hanya kecelakaan?" ucap Noran.
"Apa maksudmu kecelakaan?" tanya Duke Aaron.
Noran menjelaskan bagaimana ini bisa terjadi, Noran baru meyadarinya ketika Sin mengatakan ini padanya setelah memberikan cincin pada Lisa.
"Bahkan putri Duke Emirr?" Duke Aaron merasa terkejut.
"Berapa gadis yang sudah kamu lamar?" tanya Duchess Emma.
"Baru tiga?" ucap Noran.
"Baru tiga?! Kamu ingin menambahnya?!" Duke Aaron merasa geram dengan Noran.
"Tidak, maksudku hanya tiga! Aku tidak bermaksud menambah lagi." ucap Noran.
"Jika bertambah lagi, aku tidak akan menolak." gumam Noran.
__ADS_1
Duke Aaron meghela nafas, untuk Baroness Rianna, itu mungkin tidak masalah. Namun, berbeda cerita dengan Duke Emirr.
"Sepertinya kamu akan menerima kesulitan lain." ucap Duke Aaron.
"Paman, kapan para bangsawan akan berangkat ke perbatasan?" tanya Noran.
"Sekitar 3 hari lagi kita akan berangkat ke perbatasan." ucap Duke Aaron.
"Apakah akademi penyihir juga bergabung dengan perang ini?" tanya Noran.
"Ya, sepertinya kami akan datang 7 hari lagi, meski akademi lebih berfokus pada perawatan para prajurit yang terluka.
Akan ada berberapa tim petarung yang dikirim, mungkin mereka juga mengirim para penyihir." ucap Esline.
'Sepertinya ini lebih rumit dari dugaanku.' pikir Noran.
jika wilayah Barliester, Rosvelt maupun lembah kristal di serang, maka hal yang sama juga akan terjadi.
"Paman, apa paman ingin membentuk aliansi?" tanya Noran.
"Aliansi?" Duke Aaron merasa tertarik dengan tawaran Noran.
"Ya, aliansi, setiap anggota akan membantu perkembangan anggota lainnya, dan jika terjadi peperangan, anggota yang lain akan membantu bertahan atau menekan musuh.
Dengan begitu, kita tidak perlu terlalu cemas untuk pertahanan. Aku juga berencana membuka pusat penelitian untuk perkembangan pasukan, maupun yang lainnya." ucap Noran.
"Menarik, aku akan bergabung." ucap Duke Aaron.
"Kita masih membutuhkan 4 bangsawan lain untuk bergabung." ucap Noran.
"4 lagi ya? Aku akan menghubungi Earl Luise." ucap Duke Aaron.
"Wilayah Barliester akan bergabung, dengan ini kita kurang dua bangsawan lain." ucap Noran.
"Tidak, kita hanya kekurangan satu bangsawan lagi." ucap Duke Aaron.
Ia tersenyum dan menggosokkan kedua tangannya, Noran merasa bingung dengan sikap Duke Aaron.
Setelah beberapa saat, Noran akhirnya sadar tujuan Duke Aaron.
"Paman benar, kita hanya membutuhkan satu bangsawan lagi." ucap Noran.
Dua gadis itu menatap Noran dan Duke Aaron dengan malas.
"Kalian menakutkan." ucap Duchess Emma.
"Mhmn." Esline mengangguk.
"Ahaha, maafkan kami." ucap Duke Aaron.
.............................................................
Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.
.............................................................
__ADS_1